Waspada Pencuri Sepeda Motor Modus Pelanggan Panti Pijat

Kompas.com - 08/11/2018, 10:19 WIB
PELAKU CURAS DAN CURANMOR : 2 pelaku curas ditangkap, 7 motor rampasan disita KOMPAS.ComPELAKU CURAS DAN CURANMOR : 2 pelaku curas ditangkap, 7 motor rampasan disita

DEPOK, KOMPAS.com - Polisi menangkap Muhammad Ridwan alias Repex yang mencuri sepeda motor dengan modus sebagai pelanggan Panti Pijat di Harapan Mulya Tuna Netra, Kelurahan Rangkapan Jaya Baru, Kecamatan Pancoran Mas, Kota Depok, belum lama ini.

Kasubbag Humas Polresta Depok AKP Firdaus mengatakan, pelaku mengambil sepeda motor pelanggan panti pijat yang sedang diparkir di depan tempat panti pijat.

Pelaku berpura-pura ingin dipijat kemudian mengalihkan perhatian korban.

Baca juga: Pelaku Curanmor yang Ditembak Polisi Jual Hasil Curian Secara Online

“Jadi si pelaku ini kan pura-pura pijat, kemudian ambil kunci motor salah satu pelanggan pijat yang lagi diparkir,” ucap Firdaus saat dikonfirmasi, Kamis (8/11/2018).

Firdaus mengatakan, pelaku mengambil kunci sepeda motor dari celana korban yang digantung di atas pembatas bilik.

“Pelaku dan korban ini sebelahan ruang pijatnya, nah kemudian si pelaku ambil kuncinya dari celana korban yang digantung di atas pembatas bilik,” ucap Firdaus.

Setelah melakukan aksinya, korban belum menyadari kalau kunci sepeda motornya telah diambil.

Baca juga: Pelaku Curanmor dari Kelompok Cengkareng Diamankan di Tanah Abang

Tidak lama setelah itu, korban melapor ke Polresta Depok dan dilakukan penyelidikan yang berujung penangkapan Ridwan di Jalan Limo Raya, kota Depok.

Dari penangkapan Ridwan, turut disita satu unit sepeda motor Honda Vario sebagai barang bukti yang akan diselidiki lebih lanjut.

“Kami masih mendalami kasus ini, kami akan mengusut sudah berapa yang pelaku ambil, dan apakah selalu begini motifnya, dan masih banyak yang kami ingin kulik dari pelaku ini,” ucap Firdaus.

Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Depok di Ambang Kewalahan Tangani Covid-19?

Depok di Ambang Kewalahan Tangani Covid-19?

Megapolitan
Tiga Kegiatan Ini Diperbolehkan Selama PSBB di DKI, Simak Syaratnya...

Tiga Kegiatan Ini Diperbolehkan Selama PSBB di DKI, Simak Syaratnya...

Megapolitan
Begini Pembatasan Operasional Kendaraan Pribadi Selama PSBB di Jakarta

Begini Pembatasan Operasional Kendaraan Pribadi Selama PSBB di Jakarta

Megapolitan
Pemprov DKI Jakarta Buka Peluang Kucurkan Insentif bagi Pelaku Usaha Terdampak PSBB

Pemprov DKI Jakarta Buka Peluang Kucurkan Insentif bagi Pelaku Usaha Terdampak PSBB

Megapolitan
PT KAI Akan Kembalikan Penuh Biaya Tiket Penumpang Kereta yang Kena Dampak PSBB Jakarta

PT KAI Akan Kembalikan Penuh Biaya Tiket Penumpang Kereta yang Kena Dampak PSBB Jakarta

Megapolitan
Selama PSBB, Penggunaan Kendaraan Pribadi Hanya untuk Beli Kebutuhan Pokok

Selama PSBB, Penggunaan Kendaraan Pribadi Hanya untuk Beli Kebutuhan Pokok

Megapolitan
BMKG: Siang Nanti Jabodetabek Bakal Diguyur Hujan

BMKG: Siang Nanti Jabodetabek Bakal Diguyur Hujan

Megapolitan
Selama PSBB, Hanya Ada 7 Keberangkatan Kereta Jarak Jauh dari Jakarta

Selama PSBB, Hanya Ada 7 Keberangkatan Kereta Jarak Jauh dari Jakarta

Megapolitan
Warga Dilarang Berkerumun Lebih dari 5 Orang Selama PSBB

Warga Dilarang Berkerumun Lebih dari 5 Orang Selama PSBB

Megapolitan
Selain Jam Operasional, Jumlah Penumpang di KRL Juga Dibatasi Selama PSBB

Selain Jam Operasional, Jumlah Penumpang di KRL Juga Dibatasi Selama PSBB

Megapolitan
Selama PSBB Jakarta, Penumpang Mobil Pribadi Dibatasi Hanya 50 Persen

Selama PSBB Jakarta, Penumpang Mobil Pribadi Dibatasi Hanya 50 Persen

Megapolitan
Semua Fasilitas Umum Ditutup Selama PSBB di Jakarta, Tak Boleh Ada Kerumunan

Semua Fasilitas Umum Ditutup Selama PSBB di Jakarta, Tak Boleh Ada Kerumunan

Megapolitan
Selama PSBB Jakarta, Kendaraan Pribadi Hanya Boleh Diisi Penumpang 50 Persen

Selama PSBB Jakarta, Kendaraan Pribadi Hanya Boleh Diisi Penumpang 50 Persen

Megapolitan
Anies: PSBB Keputusan Besar, tetapi Bukan Keputusan yang Berat

Anies: PSBB Keputusan Besar, tetapi Bukan Keputusan yang Berat

Megapolitan
Selama PSBB, Anies Minta Kegiatan Ibadah dan Keagamaan Dilakukan di Rumah

Selama PSBB, Anies Minta Kegiatan Ibadah dan Keagamaan Dilakukan di Rumah

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X