Jasa Raharja Pastikan Semua Korban Lion Air JT 610 Diberikan Santunan

Kompas.com - 22/11/2018, 06:47 WIB
Press conference penyerahan santunan penumpang Lion Air JT 610 registrasi PK LQP di kantor Jasa Raharja, Kuningan, Jakarta Selatan, Rabu (21/11/2018) KOMPAS.com/Ryana AryaditaPress conference penyerahan santunan penumpang Lion Air JT 610 registrasi PK LQP di kantor Jasa Raharja, Kuningan, Jakarta Selatan, Rabu (21/11/2018)

JAKARTA, KOMPAS.com - Direktur Utama PT Jasa Raharja Budi Rahardjo menegaskan, pihaknya akan tetap memberikan santunan merata kepada semua korban Lion Air JT 610, meski belum teridentifikasi. 

Ia memastikan 189 keluarga dan ahli waris para korban akan menerima santunan Rp 50 juta sesuai Peraturan Menteri Keuangan Nomor 15 Tahun 2017.

"Kami sampaikan dari hari pertama kami sudah mencari dan memperoleh seluruh identitas dan ahli waris keluarga. Semua akan kami berikan secara bertahap (santunannya)," ujar Budi di Kantor Jasa Raharja, Kuningan, Jakarta Selatan, Rabu (21/11/2018).

Baca juga: Jasa Raharja Serahkan Santunan ke 100 Ahli Waris Korban Lion Air


Operasi besar tim Disaster Victim Identification (DVI) Rumah Sakit Polri akan berakhir pada Jumat (23/11/2018). 

Budi mengatakan, hal tersebut bukan masalah bagi pihaknya memberikan santunan.

"Kami tidak masalah (kalau korban tidak teridentifikasi), karena kami sudah peroleh semua identitas keluarga. Tinggal bagaimana keikhlasan keluarga menerima kondisi yang ada," tuturnya.

Baca juga: Jasa Raharja Serahkan Santunan Rp 50 Juta untuk Keluarga Korban Lion Air Alfiani

Jasa Raharja telah memberikan santunan kepada 100 ahli waris korban yang telah teridentifikasi.

"Pokoknya setiap teridentifikasi langsung kami berikan santunan, itu bertahap melalui seluruh cabang Jasa Raharja sesuai domisili korban," kata Budi.

Korban yang tidak teridentifikasi segera diberikan santunan setelah adanya pengumuman tim DVI.

Baca juga: Jasa Raharja Salurkan Santunan ke 38 Ahli Waris Korban JT 610

Sebelumnya, pesawat Lion Air JT 610 rute Jakarta-Pangkal Pinang jatuh di Tanjung Karawang, Jawa Barat, Senin (29/10/2018) pagi.

Pesawat itu mengangkut 181 penumpang dan 8 awak. Semua penumpang dan awak diduga tewas dalam kecelakaan itu.

Hingga Rabu (21/11/2018), jumlah korban teridentifikasi sebanyak 107 korban yakni 77 laki-laki dan 30 perempuan.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X