Tidak Ada Barang yang Hilang di Lokasi Tewasnya Bripka Matheus

Kompas.com - 02/01/2019, 17:19 WIB
Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Argo Yuwono mengungkapkan Ratna Sarumpaet resmi ditahan di Polda Metro Jaya atas kasus penyebaran hoaks pada Jumat (5/10/2018). RIMA WAHYUNINGRUMKabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Argo Yuwono mengungkapkan Ratna Sarumpaet resmi ditahan di Polda Metro Jaya atas kasus penyebaran hoaks pada Jumat (5/10/2018).

JAKARTA, KOMPAS.com - Kabid Humas Polda Metro Kombes Argo Yuwono mengatakan, tidak ada barang yang hilang di lokasi tewasnya anggota Polresta Depok, Bripka Matheus.

Matheus tewas dengan luka tembak di kepala di kawasan Tempat Pemakaman Umum (TPU) Mutiara, Pancoran Mas, Depok, Jawa Barat pada Senin (31/12/2018) sore.

Barang milik Matheus seperti sepeda motor, ponsel, dompet, serta identitas anggota polisi masih berada di lokasi.

"Barang-barang korban di TKP tidak ada yang hilang, baik sepeda motor. Sepeda motornya diparkir dengan rapi," ujar Argo di Mapolda Metro Jaya, Rabu (2/1/12/2018).


Baca juga: Polisi Temukan Pistol dan Ada Sisa Mesiu di Tangan Bripka Matheus

Argo mengatakan, di sekitar tubuh Matheus ditemukan senjata api milik Matheus yang sudah keluar dari sarungnya. Ditemukan juga bekas mesiu di tangan kanan Matheus.

Dari hasil penyelidikan juga ditemukan fakta bahwa senjata yang ditembakkan, menempel dengan kepala Matheus.

Namun, Argo belum mau menyebut adanya indikasi bunuh diri atas tewasnya Matheus.

"Soal dugaan bunuh diri, belum bisa menyimpulkan. Senjata api sudah keluar dari sarungnya, ditemukan di atas rumput, ada di sekitar body dari korban," ujar Argo.

Bripda Matheus ditemukan tewas dengan luka tembak di kepala di kawasan Tempat Pemakaman Umum (TPU) Mutiara, Pancoran Mas, Depok, Jawa Barat, Senin pekan ini.

Saat melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) pada Senin malam, polisi belum dapat menemukan bukti bekas peluru dari luka tembak yang dialami korban.

Baca juga: Bripka Matheus Terekam Datang Sendirian ke TPU Mutiara Depok

Polisi telah memeriksa tujuh saksi untuk mengungkap misteri tewasnya Bripka Matheus.

Tujuh saksi yang telah diperiksa merupakan warga yang ada di lokasi penemuan korban dan tetangga korban. Sebelum tewas, Matheus mengirim pesan singkat kepada salah satu temannya. Pesan tersebut berisi permintaan maaf Matheus kepada temannya.

Dapatkan hadiah utama Smartphone setiap bulan dan Voucher Belanja setiap minggunya, dengan berkomentar di artikel ini! #JernihBerkomentar *Baca Syarat & Ketentuan di sini!


Dapatkan hadiah utama Smartphone setiap bulan dan Voucher Belanja setiap minggunya, dengan berkomentar di bawah ini! #JernihBerkomentar *Baca Syarat & Ketentuan di sini
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Ramai Soal Rumah Reyot di Tengah Apartemen, Semewah Apa Apartemen Thamrin Executive Residence?

Ramai Soal Rumah Reyot di Tengah Apartemen, Semewah Apa Apartemen Thamrin Executive Residence?

Megapolitan
Ini Duduk Perkara Mayat Wanita Hamil Ditemukan dalam Posisi Melahirkan di Kamar Kos

Ini Duduk Perkara Mayat Wanita Hamil Ditemukan dalam Posisi Melahirkan di Kamar Kos

Megapolitan
Prediksi BMKG untuk Cuaca di Jabodetabek pada Minggu Pagi hingga Malam

Prediksi BMKG untuk Cuaca di Jabodetabek pada Minggu Pagi hingga Malam

Megapolitan
Ada Test Speed Mobil Balap di GBK, Visi dan Misi GBK Dipertanyakan

Ada Test Speed Mobil Balap di GBK, Visi dan Misi GBK Dipertanyakan

Megapolitan
Dana Santunan Proyek Double Track Bogor-Sukabumi Bukan Wewenang PT KAI

Dana Santunan Proyek Double Track Bogor-Sukabumi Bukan Wewenang PT KAI

Megapolitan
Sandiaga Berharap DPRD DKI Segera Pilih Wagub Baru

Sandiaga Berharap DPRD DKI Segera Pilih Wagub Baru

Megapolitan
Sandiaga: Banyak Sekali PR untuk Jakarta, Terutama di Bidang Ekonomi

Sandiaga: Banyak Sekali PR untuk Jakarta, Terutama di Bidang Ekonomi

Megapolitan
Jalur Sepeda di Thamrin Diserobot Pengendara Motor

Jalur Sepeda di Thamrin Diserobot Pengendara Motor

Megapolitan
Sandiaga Berharap Formula E Tingkatkan Pariwisata, Geliatkan Ekonomi Jakarta

Sandiaga Berharap Formula E Tingkatkan Pariwisata, Geliatkan Ekonomi Jakarta

Megapolitan
Sandiaga: Kasihan Pak Anies Jomblonya Kelamaan

Sandiaga: Kasihan Pak Anies Jomblonya Kelamaan

Megapolitan
Tetangga Kamar Tak Tahu AF, yang Ditemukan Membusuk dalam Posisi Melahirkan, Sedang Hamil

Tetangga Kamar Tak Tahu AF, yang Ditemukan Membusuk dalam Posisi Melahirkan, Sedang Hamil

Megapolitan
Sandiaga Uno Tak Akan Hambat Istrinya Berpolitik

Sandiaga Uno Tak Akan Hambat Istrinya Berpolitik

Megapolitan
Pengelola Keluarkan Izin untuk Lomba Balap Mobil di Area GBK

Pengelola Keluarkan Izin untuk Lomba Balap Mobil di Area GBK

Megapolitan
Lies Tidak Sendiri, Ini 5 Kisah Pemilik Rumah yang Tolak Digusur dan Nasib Rumah Itu Kini

Lies Tidak Sendiri, Ini 5 Kisah Pemilik Rumah yang Tolak Digusur dan Nasib Rumah Itu Kini

Megapolitan
Sandiaga Pastikan Tak Akan Jadi Wagub DKI Lagi

Sandiaga Pastikan Tak Akan Jadi Wagub DKI Lagi

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X