Pengedar Ini Bungkus Paket Sabu dengan Uang Rp 1.000 untuk Kelabui Polisi - Kompas.com

Pengedar Ini Bungkus Paket Sabu dengan Uang Rp 1.000 untuk Kelabui Polisi

Kompas.com - 14/01/2019, 21:11 WIB
Ilustrasi narkobaThinkstock Ilustrasi narkoba

JAKARTA, KOMPAS.com - Jajaran Polsek Tambora membekuk tiga pengedar narkoba berinisial YWD (20), SAN (39), dan AAW (28) pada Jumat (14/1/2019) malam.

Pengungkapan berawal dari penangkapan SAN di Jalan Duri Raya, Duri Selatan, Tambora, Jakarta Barat.

Baca juga: Dites Urine, Seorang Kapolres di Sumsel Positif Zat Bahan Narkoba

"Dari tangan SAN dengan barang bukti dua paket klip sabu-sabu seberat 1,84 gram yang dibungkus dengan uang kertas pecahan Rp 1.000," kata Kapolsek Tambora Kompol Iver Son Manossoh, Senin (14/1/2019).


Dalam pengakuan SAN, ia mendapatkan sabu-sabu dari AAW untuk kemudian diedarkan. Polisi kemudian menangkap AAW dan YWD di kawasan Kalianyar X, Tambora.

Dari penangkapan tersebut, polisi menyita barang bukti sepaket klip sabu-sabu yang terdiri atas 3 paket klip ukuran sedang dan 4 paket plastik klip ukuran kecil seberat 1,92 gram.

Selain itu, polisi juga mengamankan uang tunai Rp 1.000.000 yang disimpan dalam tas mereka.

"Mereka mengedarkan narkoba lantaran tergiur upah yang besar karena pekerjaan sebagai juru parkir dan karyawan tidak mencukupi," katanya.

Baca juga: Caca Duo Molek Mengaku Pakai Narkoba karena Coba-coba

Para pelaku dijerat Pasal 114 ayat (1) sub Pasal 112 ayat (1) juncto Pasal 132 ayat (1) Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika. Ancaman hukuman pidana minimal lima tahun penjara dan maksimal seumur hidup. 


Terkini Lainnya

AS dan Inggris Gelar Latihan Gabungan di Laut China Selatan

AS dan Inggris Gelar Latihan Gabungan di Laut China Selatan

Internasional
Gagal Raih Adipura, Kadis Lingkungan Hidup Kota Bekasi Siap Mundur

Gagal Raih Adipura, Kadis Lingkungan Hidup Kota Bekasi Siap Mundur

Megapolitan
Andalkan Data Warga Miskin dari Dinsos, Bekasi Dukung PPDB Tanpa SKTM

Andalkan Data Warga Miskin dari Dinsos, Bekasi Dukung PPDB Tanpa SKTM

Megapolitan
Jenazah dengan Telinga dan Jari Terputus di Pamulang Diduga Korban Penganiayaan

Jenazah dengan Telinga dan Jari Terputus di Pamulang Diduga Korban Penganiayaan

Megapolitan
KPI Akan Panggil Stasiun TV yang Siarkan Visi Misi Jokowi dan Pidato Prabowo

KPI Akan Panggil Stasiun TV yang Siarkan Visi Misi Jokowi dan Pidato Prabowo

Nasional
Jubir: Prabowo Tak Akan Sudutkan Jokowi Saat Debat Capres

Jubir: Prabowo Tak Akan Sudutkan Jokowi Saat Debat Capres

Nasional
SBY Disebut Jadi Salah Satu Mentor Prabowo-Sandiaga Jelang Debat Capres

SBY Disebut Jadi Salah Satu Mentor Prabowo-Sandiaga Jelang Debat Capres

Nasional
Kemenkumham Sebut Oknum Sipir Pengedar Narkoba Sudah Lama Dipecat

Kemenkumham Sebut Oknum Sipir Pengedar Narkoba Sudah Lama Dipecat

Megapolitan
KPU Ingatkan Capres-Cawapres soal Pertanyaan yang Tak Boleh Diajukan Saat Debat

KPU Ingatkan Capres-Cawapres soal Pertanyaan yang Tak Boleh Diajukan Saat Debat

Nasional
Jenazah dengan Telinga dan Jari Terputus Ditemukan Pamulang

Jenazah dengan Telinga dan Jari Terputus Ditemukan Pamulang

Megapolitan
Kakinya Patah Saat Berlatih, Murid Yoga Dapat Kompensasi Rp 408 Juta

Kakinya Patah Saat Berlatih, Murid Yoga Dapat Kompensasi Rp 408 Juta

Internasional
Ini Cara Mengurus Sertifikat Layak Kawin untuk Warga DKI Jakarta

Ini Cara Mengurus Sertifikat Layak Kawin untuk Warga DKI Jakarta

Megapolitan
Pedagang Keluhkan Kenaikan Tarif Lahan di Pasar Induk Kramatjati

Pedagang Keluhkan Kenaikan Tarif Lahan di Pasar Induk Kramatjati

Megapolitan
Kompas TV Siarkan Langsung Debat Perdana Pilpres 2019

Kompas TV Siarkan Langsung Debat Perdana Pilpres 2019

Nasional
Soal Tayangan Visi Jokowi dan Pidato Prabowo, KPI Sebut Ada Indikasi Pelanggaran

Soal Tayangan Visi Jokowi dan Pidato Prabowo, KPI Sebut Ada Indikasi Pelanggaran

Nasional

Close Ads X