Kompas.com - 13/02/2019, 18:06 WIB
Adegan pelaku Hary Kurniawan, aniaya anaknya, di Depok, Rabu (13/2/2019). Kompascom/CYNTHIA LOVAAdegan pelaku Hary Kurniawan, aniaya anaknya, di Depok, Rabu (13/2/2019).
Penulis Cynthia Lova
|

DEPOK, KOMPAS.com- Polisi menggelar prarekonstruksi kasus penganiayaan anak berusia 2 tahun oleh ayah tirinya, Hary Kurniawan (25) di Ciampeun, Depok, Rabu (13/2/2019).

Dalam proses prarekonstruksi tersebut, pelaku juga mencabuli korban usai menganiayanya hingga tewas.

Pada adegan ke-18, pelaku memperagakan ketika membuka popok korban yang buang air besar. Setelah membuka popok, Hary mencabuli korban.

Kasubag Humas Polresta Depok AKP Firdaus mengatakan, Hary mengaku melakukan hal itu karena kesal dengan istrinya yang belum pulang ke rumah.

Baca juga: Alasan Ayah Tiri Aniaya Bayi hingga Tewas di Depok

"Nah kami sudah tanya pada penyidik dan sudah dituangkan dalam BAP, kenapa alasan yang bersangkutan memegang alat kelamin dan menurut yang bersangkutan adalah bahwa itu bukan bentuk pelecehan, tapi karena gemas dan kesal, karena ibu korban, saat korban sudah meninggal, tapi tidak pulang," jelas Firdaus.

Di hadapan penyidik, Hary mengaku melakukan perbuatan tersebut saat anaknya sudah meninggal.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Ia juga berdalih melakukan hal tersebut lantaran dapat bisikan. Ia mengaku mendapat bisikan saat tengah mabuk. "Bisikan, kesal sama bini," ucapnya.

Total ada 20 adegan yang diperagakan oleh tersangka dalam prarekonstruksi tersebut yang dilakukan dua sesi (dua hari).

Dalam prarekonstruksi itu, tersangka memperagakan adegan dari awal menganiaya korban. Kemudian korban melakukan aniaya lagi di hari kedua sampai korban meninggal dunia.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Satu Operator Resmi Jadi Tersangka Kasus Crane Terguling di Depok

Satu Operator Resmi Jadi Tersangka Kasus Crane Terguling di Depok

Megapolitan
Gudang Sicepat di Sawah Besar Kebakaran, Diduga karena Korsleting Listrik

Gudang Sicepat di Sawah Besar Kebakaran, Diduga karena Korsleting Listrik

Megapolitan
Polisi Periksa 4 Saksi Terkait Kebakaran di Krendang Tambora

Polisi Periksa 4 Saksi Terkait Kebakaran di Krendang Tambora

Megapolitan
UPDATE 16 Oktober: Tangsel Catat Penambahan 10 Kasus Baru Covid-19

UPDATE 16 Oktober: Tangsel Catat Penambahan 10 Kasus Baru Covid-19

Megapolitan
UPDATE Kota Tangerang 16 Oktober: Tambah 3 Kasus, 49 Pasien Covid-19 Masih Dirawat

UPDATE Kota Tangerang 16 Oktober: Tambah 3 Kasus, 49 Pasien Covid-19 Masih Dirawat

Megapolitan
Gudang Jasa Ekspedisi di Sawah Besar Terbakar, Asap Hitam Membumbung Tinggi

Gudang Jasa Ekspedisi di Sawah Besar Terbakar, Asap Hitam Membumbung Tinggi

Megapolitan
Jasad Pria Tersangkut di Bawah Jembatan Panus Depok, Polisi: Sudah Teridentifikasi dan Dipulangkan

Jasad Pria Tersangkut di Bawah Jembatan Panus Depok, Polisi: Sudah Teridentifikasi dan Dipulangkan

Megapolitan
 Update 16 Oktober: Kasus Covid-19 di Jakarta Bertambah 154

Update 16 Oktober: Kasus Covid-19 di Jakarta Bertambah 154

Megapolitan
Jadwal dan Lokasi Vaksinasi Pelajar 12 Tahun di 13 Kecamatan di Kota Tangerang

Jadwal dan Lokasi Vaksinasi Pelajar 12 Tahun di 13 Kecamatan di Kota Tangerang

Megapolitan
Kronologi Kecelakaan Beruntun 4 Bus di Tol Tangerang-Merak, 1 Tewas dan 18 Luka

Kronologi Kecelakaan Beruntun 4 Bus di Tol Tangerang-Merak, 1 Tewas dan 18 Luka

Megapolitan
 4 Tahun Gubernur Anies, Mimpi Integrasi Antarmoda Transportasi Jakarta

4 Tahun Gubernur Anies, Mimpi Integrasi Antarmoda Transportasi Jakarta

Megapolitan
5.305 Pelajar SD Usia 12 Tahun di Kota Tangerang Akan Divaksinasi

5.305 Pelajar SD Usia 12 Tahun di Kota Tangerang Akan Divaksinasi

Megapolitan
Polisi Minta Warga Melapor jika Ada Perusahaan Pinjol yang Meresahkan

Polisi Minta Warga Melapor jika Ada Perusahaan Pinjol yang Meresahkan

Megapolitan
Kecelakaan Beruntun 4 Bus di Tol Tangerang-Merak Tewaskan Sopir, Polisi: Kurang Jaga Jarak

Kecelakaan Beruntun 4 Bus di Tol Tangerang-Merak Tewaskan Sopir, Polisi: Kurang Jaga Jarak

Megapolitan
Polda Metro Periksa Rachel Vennya Kamis Depan

Polda Metro Periksa Rachel Vennya Kamis Depan

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.