Belasan RW Kumuh di Jakarta Barat Akan Ditata April 2019

Kompas.com - 15/02/2019, 16:13 WIB
Kondisi rumah petak warga korban penggusuran rusun Petamburan, Jakarta Pusat dibangun di atas gorong-gorong saluran air. Foto diambil Rabu (16/1/2019). KOMPAS.COM/ RINDI NURIS VELAROSDELAKondisi rumah petak warga korban penggusuran rusun Petamburan, Jakarta Pusat dibangun di atas gorong-gorong saluran air. Foto diambil Rabu (16/1/2019).

JAKARTA, KOMPAS.com - Sesuai dengan arahan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta akan melakukan penataan 445 lokasi Rukun Warga ( RW) kumuh hingga tahun 2022 nanti.

Penataan tersebut dilaksanakan dengan menggandeng Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) per wilayah.

Kepala Suku Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman Jakarta Barat Suharyanti mengatakan, di wilayahnya terdapat 92 RW yang masuk kategori kumuh.

Baca juga: Lokasi Waduk Kampung Rambutan Dinilai Kumuh dan Jadi Sarang Nyamuk

"Dari jumlah 445 RW kumuh di DKI Jakarta, 92 di antaranya terdapat di Jakarta Barat, maka akan dilakukan penataan. Tahun ini rencana akan ada 14 RW di Jakarta Barat yang akan ditata," ujar Suharyanti kepada Kompas.com, Jumat (15/2/2019).

Adapun 14 RW kumuh di Jakarta Barat itu berasal dari empat kelurahan, yakni Kelurahan Kapuk, Kedaung Kali Angke, Kota Bambu Utara, dan Pinangsia.

"Ada 6 RW di Kelurahan Kapuk, 5 RW di Kedaung Kali Angke, 1 RW di Kota Bambu Utara, dan 2 RW di Pinangsia," jelas Suharyanti.

Penataan kawasan RW kumuh ini akan berfokus pada pembenahan jalan dan saluran air atau drainase.

Menurut Suharyanti, dua aspek tersebut penting untuk menghindari terjadinya kecelakaan dan banjir di lokasi tersebut.

"Prioritas utama penataan adalah pembenahan jalan dan saluran pembuangan. Sebab, nantinya dikhawatirkan jika tidak dibenahi akan menimbulkan kecelakaan dan banjir," tuturnya.

Meski begitu, Suharyanti mengatakan bahwa penataan tidak hanya pada dua aspek tersebut namun akan mencakup 11 variabel, yaitu Kepadatan Penduduk, Kepadatan Bangunan, Konstruksi Bangunan Tempat Tinggal, Keadaan Ventilasi dan Pencahayaan Bangunan, Tempat Buang Air Besar, Cara Membuang Sampah, Pengangkutan Sampah, Keadaan Drainase/Saluran Air, Keadaan Jalan Lingkungan, Penerangan Jalan Umum, serta Tata Letak Bangunan. 

Baca juga: Ketika Lorong Kumuh Diubah Menjadi Kampung Korea

Penataan akan dilakukan mulai April 2019. Saat ini, prosesnya sedang dalam tahap pelelangan.

"Saat ini masih dalam proses pelelangan untuk pihak yang akan berkolaborasi bersama kami melakukan penataan. Pertengahan April baru akan berjalan," pungkasnya.

Menangkan Samsung A71 dan Voucher Belanja. Ikuti Kuis Hoaks / Fakta dan kumpulkan poinnya. *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Masker Ilegal di Cakung Tak Dilengkapi Lapisan Antivirus

Masker Ilegal di Cakung Tak Dilengkapi Lapisan Antivirus

Megapolitan
WNI yang Dievakuasi dari Jepang Akan Tiba di Indonesia 1 Maret 2020

WNI yang Dievakuasi dari Jepang Akan Tiba di Indonesia 1 Maret 2020

Megapolitan
Ojol Dipaksa Tidak Narik Saat Demo, Penumpang Geram

Ojol Dipaksa Tidak Narik Saat Demo, Penumpang Geram

Megapolitan
Berkat Rekaman CCTV, Polisi Berhasil Tangkap Pencuri Tas Berisi Emas di Marunda

Berkat Rekaman CCTV, Polisi Berhasil Tangkap Pencuri Tas Berisi Emas di Marunda

Megapolitan
Dari Atas Mobil Komando, Sufmi Dasco Kesal Orasinya Diinterupsi Pengemudi Ojol

Dari Atas Mobil Komando, Sufmi Dasco Kesal Orasinya Diinterupsi Pengemudi Ojol

Megapolitan
188 WNI Mulai Mendekati Pulau Sebaru Disertai Pengwalan Ketat Aparat

188 WNI Mulai Mendekati Pulau Sebaru Disertai Pengwalan Ketat Aparat

Megapolitan
Pelanggan Tak Luput Kena Sweeping Saat Demo Ojol di DPR

Pelanggan Tak Luput Kena Sweeping Saat Demo Ojol di DPR

Megapolitan
Ada Demo Ojek Online, Driver yang Bawa Penumpang Kena Sweeping Sesama Ojol

Ada Demo Ojek Online, Driver yang Bawa Penumpang Kena Sweeping Sesama Ojol

Megapolitan
Menlu Lepas Keberangkatan Tim Evakuasi WNI di Yokohama Jepang

Menlu Lepas Keberangkatan Tim Evakuasi WNI di Yokohama Jepang

Megapolitan
Santri yang Ditemukan di Sawah Tewas karena Tersedak Lumpur dan Air

Santri yang Ditemukan di Sawah Tewas karena Tersedak Lumpur dan Air

Megapolitan
Polisi Tembak Dua Penipu dan Skimming ATM

Polisi Tembak Dua Penipu dan Skimming ATM

Megapolitan
Gudang Penimbunan dan Produksi Masker Ilegal di Cakung-Cilincing Kantongi Izin Penyimpanan Alat Kesehatan

Gudang Penimbunan dan Produksi Masker Ilegal di Cakung-Cilincing Kantongi Izin Penyimpanan Alat Kesehatan

Megapolitan
Polisi Buru Pembuat Kartu ATM BRI Link yang Digunakan untuk Skimming

Polisi Buru Pembuat Kartu ATM BRI Link yang Digunakan untuk Skimming

Megapolitan
Manfaatkan Isu Corona, Produsen Masker Ilegal di Cakung Cilincing Gunakan Mesin dari China

Manfaatkan Isu Corona, Produsen Masker Ilegal di Cakung Cilincing Gunakan Mesin dari China

Megapolitan
Guru SMAN 12 yang Pukul Muridnya Dipindah Mengajar ke Kabupaten Bekasi

Guru SMAN 12 yang Pukul Muridnya Dipindah Mengajar ke Kabupaten Bekasi

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X