2 Siswa Tunarungu di Bekasi Jalani Ujian Nasional

Kompas.com - 01/04/2019, 21:07 WIB
Dua pelajar berkebutuhan khusus yang merupakan siswa Sekolah Luar Biasa (SLB) Negeri Bekasi Jaya, Bekasi Timur, Kota Bekasi jalani Ujian Nasional, Senin (1/4/2019). KOMPAS.com/DEAN PAHREVIDua pelajar berkebutuhan khusus yang merupakan siswa Sekolah Luar Biasa (SLB) Negeri Bekasi Jaya, Bekasi Timur, Kota Bekasi jalani Ujian Nasional, Senin (1/4/2019).

BEKASI, KOMPAS.com - Sebanyak dua pelajar berkebutuhan khusus dari Sekolah Luar Biasa (SLB) Negeri Bekasi Jaya, Bekasi Timur, Kota Bekasi, Jawa Barat menjalani Ujian Nasional, Senin (1/4/2019).

Kedua pelajar yang merupakan siswa tunarungu ini bernama Muhammad Nawawi Nurfuadi dan Rizka Kania Annisa.

Mereka tampak mengerjakan ujian Bahasa Indonesia dengan tenang dan lancar.

Baca juga: Ini Pesan dari Teman Sekolah untuk Zohri yang Ikut UNBK di Jakarta


Saat ujian berlangsung, mereka diawasi dua guru dari sekolah lain.

Salah satu guru SLB Bekasi Jaya, Purwasri mengatakan, ujian dimulai dari pukul 07.30 hingga 09.30 atau selama 120 menit.

Ujian dilaksanakan selama tiga hari dengan satu mata pelajaran per harinya.

Baca juga: 10 Siswa SMA di Garut Tak Bisa Ikut UNBK karena Bekerja di Pabrik

"Ujiannya tiga hari ya, satu haru satu pelajaran. Waktunya dua jam atau 120 menit," kata Purwasri saat ditemui di SLB Bekasi Jaya, Senin.

Sebelum mengikuti ujian, kedua siswa tersebut diberikan porsi bimbingan belajar tambahan agar siap mengerjakan UN. 

"Porsi belajarnya lebih banyak dibanding teman-teman satu angkatannya yang tidak mengikuti UN. Misalnya dia setelah pulang sekolah dua orang siswa saya ini dibimbing latihan soal-soal UN, sudah jauh-jauh hari persiapannya," ujarnya. 

Baca juga: Jarak Tempat UNBK Jauh, 23 Siswa SMA Ciamis Menginap di Sekolah

Adapun, di sekolah tersebut, sebenarnya terdapat 17 siswa berkebutuhan khusus.

Namun, hanya dua siswa yang bisa menjalani UN karena 15 pelajar lainnya merupakan siswa tuna grahita atau keterbelakangan mental.

"Yang tuna grahita hanya ujian sekolah saja, sesuai peraturan pemerintah mereka memang tidak wajib untuk UN," tutur Purwasri.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X