Satpam yang Bunuh Wanita di Basement Hotel Kirim WhatsApp ke Istri Sebelum Bunuh Diri

Kompas.com - 26/04/2019, 08:10 WIB
Barang bukti kasus pembunuhan IC dipamerkan dalam konferensi pers di Mapolres Metro Jakarta Pusat, Kamis (25/4/2019).KOMPAS.com/Ardito Ramadhan D Barang bukti kasus pembunuhan IC dipamerkan dalam konferensi pers di Mapolres Metro Jakarta Pusat, Kamis (25/4/2019).

JAKARTA, KOMPAS.com- DHP, satpam Hotel The Media yang membunuh seorang wanita bernama IC di hotel tersebut sempat mengirim pesan WhatsApp (WA) sebelum mengakhiri hidupnya tak lama setelah beraksi pada Kamis (18/4/2019) lalu.

Wakapolres Metro Jakarta Pusat AKBP Arie Ardian mengatakan, DHP mengirim pesan WhatsApp tersebut kepada sang istri.

"Istrinya dikirim WA, berita melalui WA, di mana yang bersangkutan telah membunuh korban dan juga berpesan kepada istrinya bahwa yang bersangkutan akan mengakhiri hidup," kata Arie dalam konferensi pers di Mapolres Metro Jakarta Pusat.

Baca juga: Satpam yang Bunuh Wanita di Basement Hotel Berupaya Hilangkan Jejak


Arie melanjutkan, pesan WhatsApp tersebut juga berisi motivasi DHP untuk mengakhiri hidupnya, yaitu tidak ingin membuat keluarganya malu karena DHP berstatus sebagai pembunuh.

"Dari pada kamu malu punya suami pembunuh, lebih baik aku mati saja. Jaga ibu, jaga anak kita, makamin aku deket makam papa," bunyi pesan tersebut.

Arie menuturkan, pesan itu dikirim oleh DHP sekira pukul 20.30 WIB yaitu sekira satu setengah jam sebelum ia membakar dirinya sendiri. Pesan itu pula yang menjadi salah satu bukti bahwa DHP merupakan pembunuh IC

Baca juga: Kronologi Pembunuhan Wanita di Basement Hotel hingga Aksi Bunuh Diri Pelaku

Diberitakan sebelumnya, IC, wanita yang ditemukan dalam mobil di basement Hotel The Media merupakan korban pembunuhan oleh DHP yang merupakan petugas keamanan hotel tersebut.

DHP membunuh IC dengan cara mencekik untuk bisa mengambil barang-barang berharga dari tangan IC. Aksi tersebut diduga dilatarbelakangi oleh motif ekonomi.



Terkini Lainnya

Anies Minta Kantor dan Toko yang Tututp karena Aksi 22 Mei Buka Lagi

Anies Minta Kantor dan Toko yang Tututp karena Aksi 22 Mei Buka Lagi

Megapolitan
Ambulans Berlogo Partai Gerindra Milik PT Arsari Pratama

Ambulans Berlogo Partai Gerindra Milik PT Arsari Pratama

Megapolitan
Sisa Gas Air Mata Kerusuhan 22 Mei Bikin Perih Mata Pengendara

Sisa Gas Air Mata Kerusuhan 22 Mei Bikin Perih Mata Pengendara

Megapolitan
Polisi: Ambulans Gerindra Dikirim ke Jakarta atas Perintah Ketua DPC Tasikmalaya

Polisi: Ambulans Gerindra Dikirim ke Jakarta atas Perintah Ketua DPC Tasikmalaya

Megapolitan
Anggota Brimob yang Viral Saat 'Video Call' Ditawari Liburan Gratis ke Bali

Anggota Brimob yang Viral Saat "Video Call" Ditawari Liburan Gratis ke Bali

Megapolitan
Siapa Perempuan Bercadar yang Diamankan di Depan Bawaslu Saat 22 Mei?

Siapa Perempuan Bercadar yang Diamankan di Depan Bawaslu Saat 22 Mei?

Megapolitan
Dalam Ambulans Berlogo Gerindra, Tak Ditemukan Perlengkapan Medis

Dalam Ambulans Berlogo Gerindra, Tak Ditemukan Perlengkapan Medis

Megapolitan
Anies Bersihkan Jalan MH Thamrin Pascakerusuhan 22 Mei

Anies Bersihkan Jalan MH Thamrin Pascakerusuhan 22 Mei

Megapolitan
Pasukan Oranye Angkut Sampah 72 Karung Seberat 3,6 Ton di KS Tubun

Pasukan Oranye Angkut Sampah 72 Karung Seberat 3,6 Ton di KS Tubun

Megapolitan
Anggota TGUPP, Bambang Widjojanto dan Rikrik Jadi Pengacara Prabowo

Anggota TGUPP, Bambang Widjojanto dan Rikrik Jadi Pengacara Prabowo

Megapolitan
Foto 'Video Call' Anggota Brimob dengan Anaknya Menginspirasi Ilustrasi Ini

Foto "Video Call" Anggota Brimob dengan Anaknya Menginspirasi Ilustrasi Ini

Megapolitan
Senyum Anggota Brimob di Bawaslu Saat Diberikan Bunga oleh Warga

Senyum Anggota Brimob di Bawaslu Saat Diberikan Bunga oleh Warga

Megapolitan
Cerita Usma soal Rokok Habis Dijarah Perusuh 22 Mei hingga Rugi Rp 20 Juta

Cerita Usma soal Rokok Habis Dijarah Perusuh 22 Mei hingga Rugi Rp 20 Juta

Megapolitan
Perempuan Bercadar dan Tas Hitam Diamankan di Depan Gedung Bawaslu

Perempuan Bercadar dan Tas Hitam Diamankan di Depan Gedung Bawaslu

Megapolitan
Pascakerusuhan 22 Mei, Pedagang di KS Tubun Kembali Buka Kiosnya

Pascakerusuhan 22 Mei, Pedagang di KS Tubun Kembali Buka Kiosnya

Megapolitan

Close Ads X