PKL di GDC Depok Dilarang Berjualan Mulai 19 Mei 2019

Kompas.com - 18/05/2019, 06:00 WIB
Satpol PP tertibkan lapak PKL di Pasar Agung, Jalan Proklamasi, Sukmajaya, Depok, Kamis (25/4/2019). KOMPAS. COM/CYNTHIA LOVASatpol PP tertibkan lapak PKL di Pasar Agung, Jalan Proklamasi, Sukmajaya, Depok, Kamis (25/4/2019).
Penulis Cynthia Lova
|

DEPOK, KOMPAS.com- Pemerintah Kota Depok melalui Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) melarang pedagang kaki lima ( PKL) berjualan di kawasan Jalan Boulevard, Grand Depok City ( GDC), mulai hari Minggu (19/5/2019).

Hal tersebut tertuang dalam surat edaran Satpol PP nomor 300/391/Transtib perihal pemberitahuan.

Kepala Satpol PP Depok, Linda mengatakan, PKL di Jalan Boulevard kerap mengganggu lalu lintas dan menyebabkan kemacetan panjang di kawasan tersebut.

“PKL mengganggu orang yang berjalan kaki, ini juga sebenarnya sudah diatur dalam Peraturan Daerah Kota Depok nomor 16 Tahun 2012 tentang pembinaan dan pengawasan ketertiban umum pada pasal 14 ayat 1 Tertib Usaha atau berjualan berbunyi Setiap orang atau badan dilarang berjualan di jalan, trotoar, jembatan Penyebrangan Orang (JPO), pinggir rel, dan bantaran sungai,” ucap Linda saat dikonfirmasi, Jumat (17/5/2019).


Baca juga: PKL di Trotoar Tanah Abang Tak Ditertibkan Selama Ramadhan

Jalan Raya Boulevard Grand Depok City (GDC) merupakan sarana umum bagi masyarakat kota Depok sekaligus akses utama menuju Alun-alun Depok yang harus dijaga ketertibannya.

Meski demikian, pihaknya masih memberi keringanan hingga Minggu (2/6/2019) untuk memperbolehkan PKL berjualan di jalur lambat Jalan Boulevard yang berada di samping kiri-kanan jalan.

“Kami meminta para PKL dapat menjaga ketertiban umum dengan tidak menyimpan barang dagangan atau kendaraan di ruas jalan utama sehingga menganggu kelancaran lalu lintas,” ucapnya.

Baca juga: Ganggu Pejalan Kaki, PKL di Pasar Agung Depok Ditertibkan

Kemudian, ia juga meminta para PKL untuk menyediakan tempat sampahnya masing-masing dan tidak meninggalkan sampah setelah berjualan.

Ia mengatakan apabila para PKL tidak dapat mematuhi peraturan yang diberikan, pihaknya tak segan-segan menertibkan hukuman sesuai dengan berlaku hingga menertibkan PKL tersebut.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Nenek Arpah Tak Pernah Menyangka Kehilangan Tanah karena Ditipu Tetangga

Nenek Arpah Tak Pernah Menyangka Kehilangan Tanah karena Ditipu Tetangga

Megapolitan
Dishub DKI Akui Belum Maksimal Tegakkan Aturan Kepemilikan Garasi bagi Pemilik Mobil

Dishub DKI Akui Belum Maksimal Tegakkan Aturan Kepemilikan Garasi bagi Pemilik Mobil

Megapolitan
Ada Jembatan Instagramable Berbentuk Kerang Hijau di Tugu Selatan

Ada Jembatan Instagramable Berbentuk Kerang Hijau di Tugu Selatan

Megapolitan
Mahasiswa Tewas Ditabrak Truk, Pemkot Tangsel Akan Revisi Aturan Operasional Truk

Mahasiswa Tewas Ditabrak Truk, Pemkot Tangsel Akan Revisi Aturan Operasional Truk

Megapolitan
Polisi: Dosen Nonaktif IPB Abdul Basith Terlibat Peledakan Bom Molotov Saat Kerusuhan di Jakarta

Polisi: Dosen Nonaktif IPB Abdul Basith Terlibat Peledakan Bom Molotov Saat Kerusuhan di Jakarta

Megapolitan
Hasil Survei, Lebih Banyak Warga DKI yang Setuju Bekasi Gabung Jakarta

Hasil Survei, Lebih Banyak Warga DKI yang Setuju Bekasi Gabung Jakarta

Megapolitan
Dishub DKI: Warga Tak Perlu Ragu Naik Bus Zhongtong

Dishub DKI: Warga Tak Perlu Ragu Naik Bus Zhongtong

Megapolitan
Satu Bulan Jadi Penyedia Jasa Sepeda Listrik, Wawan Untung Rp 1 Juta

Satu Bulan Jadi Penyedia Jasa Sepeda Listrik, Wawan Untung Rp 1 Juta

Megapolitan
Fans K-pop Sempat Kaget Setelah Billboard Berisi Tampangnya Viral

Fans K-pop Sempat Kaget Setelah Billboard Berisi Tampangnya Viral

Megapolitan
Pemagaran Pelintasan Kereta Dekat Stasiun Palmerah Tak Ada Hubungannya dengan Pelantikan Presiden

Pemagaran Pelintasan Kereta Dekat Stasiun Palmerah Tak Ada Hubungannya dengan Pelantikan Presiden

Megapolitan
Mahasiswa Akan Lapor Ke Ombudsman jika Somasi Tak Digubris Pemkot Tangsel

Mahasiswa Akan Lapor Ke Ombudsman jika Somasi Tak Digubris Pemkot Tangsel

Megapolitan
Banyak Pagar Pelintasan Kereta Api yang Kerap Dijebol Warga, Ini Kata Polisi

Banyak Pagar Pelintasan Kereta Api yang Kerap Dijebol Warga, Ini Kata Polisi

Megapolitan
Bocah 8 Tahun yang Dicabuli Tetangga Alami Trauma hingga Tak Mau Sekolah

Bocah 8 Tahun yang Dicabuli Tetangga Alami Trauma hingga Tak Mau Sekolah

Megapolitan
Pria 42 Tahun Dituduh Cabuli Bocah 8 Tahun di Jakarta Timur

Pria 42 Tahun Dituduh Cabuli Bocah 8 Tahun di Jakarta Timur

Megapolitan
Menjajal Bus Zhong Tong yang Telah Beroperasi Sepekan

Menjajal Bus Zhong Tong yang Telah Beroperasi Sepekan

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X