Kuasa Hukum: Kebohongan Ratna Sarumpaet Tak Terbukti Timbulkan Keonaran

Kompas.com - 18/06/2019, 13:14 WIB
Ratna Sarumpaet Jalani Sidang Pledoi di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Selasa (18/6/2019) KOMPAS.com / Walda MarisonRatna Sarumpaet Jalani Sidang Pledoi di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Selasa (18/6/2019)

JAKARTA, KOMPAS.com - Kuasa Hukum Ratna Sarumpaet, Desmihardi mengatakan, tidak ada saksi yang dapat membuktikan kebohongan kliennya menimbulkan keonaran.

Hal tersebut dikatakan Desmihardi ketika membacakan pembelaan atau pleidoi di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Selasa (18/6/2019).

"Keonaran tidak bisa pernah dibuktikan dalam saksi-saksi oleh jaksa penuntut umum. Keonaran adalah yang dimaksud hanya ditafsirkan pendapat ahli karena seolah-olah ada keonaran," ujar Desmihardi. 

Baca juga: Ratna Sarumpaet Siap Bacakan Pleidoinya Hari Ini


Keonaran yang dimaksud saksi hanya sekadar silang pendapat di media sosial. Hal tersebut dianggap tidak masuk dalam kategori keonaran.

"Keonaran karena ada silang pendapat media sosial dan demonstrasi 20 orang," ucapnya.

Oleh karena itu, lanjut dia, kebohongan yang dilakukan Ratna tidak bisa dipidanakan karena tidak menimbulkan korban dan kerugian bagi masyarakat.

Baca juga: Sakit Leher, Ratna Sarumpaet Ajukan Permohonan Dirawat di Rumah Sakit

"Kebohongan bisa dihukum kalau punya kerugian. Apakah terjadi kerugian sehingga situasi nasional diliputi keonaran," ujar Desmihardi. 

Adapun, JPU menuntut Ratna hukuman enam tahun penjara.

Jaksa menilai Ratna bersalah menyebarkan berita bohong tentang penganiayaan. Oleh karena itu, jaksa menganggap Ratna telah melanggar Pasal 14 Ayat 1 Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1946 tentang Peraturan Hukum Pidana soal Penyebaran Berita Bohong.

Dapatkan hadiah utama Smartphone setiap bulan dan Voucher Belanja setiap minggunya, dengan berkomentar di artikel ini! #JernihBerkomentar *Baca Syarat & Ketentuan di sini!


Dapatkan hadiah utama Smartphone setiap bulan dan Voucher Belanja setiap minggunya, dengan berkomentar di bawah ini! #JernihBerkomentar *Baca Syarat & Ketentuan di sini
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X