2 Pencuri Satroni Minimarket di Cipinang, Uang Rp 2 Juta Digasak

Kompas.com - 18/06/2019, 22:08 WIB
Tampak depan gerai Alfamart di Jalan Cipinang Jaya yanng menjadi lokasi pencurian, Selasa (18/6/2019).KOMPAS.com/Ardito Ramadhan D Tampak depan gerai Alfamart di Jalan Cipinang Jaya yanng menjadi lokasi pencurian, Selasa (18/6/2019).

JAKARTA, KOMPAS.com - Gerai minimarket Alfamart yang beralamat di Jalan Cipinang Jaya, Jakarta Timur disatroni dua orang pencuri pada Senin (17/6/2019) malam kemarin.

Kapolres Metro Jakarta Timur Kombes Ady Wibowo menyatakan, kedua pelaku pura-pura pergi ke toilet untuk dapat mencuri uang sebesar Rp 2.000.000 yang disimpan dalam brangkas.

"Kedua pelaku masuk ke dalam untuk menumpang ke toilet. Sesampainya di belakang, para pelaku mengambil duit di brankas yang tidak terkunci," kata Ady saat dikonfirmasi Kompas.com, Selasa (18/6/2019).

Baca juga: Spesialis Pencuri Rumah Kosong di Palembang Tewas Diamuk Massa

Ady mengatakan, kedua pelaku rupanya dipergoki oleh sang kepala toko. Akibatnya, seorang pelaku yang bernama Adul dapat ditangkap.

"Salah satu dari pelaku tertangkap tangan dan pelaku satu lagi berhasil melarikan diri lewat atas loteng," ujar Ady.

Baca juga: Tepergok, Pencuri Motor Diamuk Massa

Pelaku tersebut kemudian diamankan ke Mapolsek Jatinegara dan dilimpahkan ke Mapolres Metro Jakarta Timur untuk diperiksa lebih lanjut.

Hingga kini, polisi masih memburu satu orang pelaku yang kabur melalui loteng toko. Adapun toko tersebut sudah beroperasi normal hari ini.

Punya opini tentang artikel yang baru Kamu baca? Tulis pendapat Kamu di Bagian Komentar!


Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Terkini Lainnya

Pimpinan Pansus Wagub DKI Dukung Fraksi Demokrat yang Mau Laporkan Politisi PSI

Pimpinan Pansus Wagub DKI Dukung Fraksi Demokrat yang Mau Laporkan Politisi PSI

Megapolitan
Bicara Politik Uang dalam Pemilihan Wagub DKI, PSI Bingung Fraksi Demokrat yang Tersinggung

Bicara Politik Uang dalam Pemilihan Wagub DKI, PSI Bingung Fraksi Demokrat yang Tersinggung

Megapolitan
Sampaikan Duplik, Jokdri Berkukuh Tak Bersalah dalam Kasus Perusakan Barang Bukti

Sampaikan Duplik, Jokdri Berkukuh Tak Bersalah dalam Kasus Perusakan Barang Bukti

Megapolitan
Depok Uji Coba Pemutaran Lagu di Lampu Merah, Agustus Mendatang

Depok Uji Coba Pemutaran Lagu di Lampu Merah, Agustus Mendatang

Megapolitan
Kasus Usulan Tak Pasang Foto Presiden, Keluarga Tersangka Ajukan Penangguhan Penahanan

Kasus Usulan Tak Pasang Foto Presiden, Keluarga Tersangka Ajukan Penangguhan Penahanan

Megapolitan
SMP Negeri Dadakan Disebut Anak Haram, Disdik Bekasi Sebut Sudah Sesuai Kajian

SMP Negeri Dadakan Disebut Anak Haram, Disdik Bekasi Sebut Sudah Sesuai Kajian

Megapolitan
Ramai Surat Tilang ETLE, Berikut Tarif Resmi Denda Pelanggaran Lalu Lintas

Ramai Surat Tilang ETLE, Berikut Tarif Resmi Denda Pelanggaran Lalu Lintas

Megapolitan
Warga Diimbau Tak Buang Sampah Lagi ke Kali Tegal Amba

Warga Diimbau Tak Buang Sampah Lagi ke Kali Tegal Amba

Megapolitan
Pro Kontra Warga Depok Tanggapi Wacana Pemilik Mobil Harus Punya Garasi

Pro Kontra Warga Depok Tanggapi Wacana Pemilik Mobil Harus Punya Garasi

Megapolitan
Sebuah Mobil Tabrak Separator Busway lalu Terguling di Jalan Jenderal Sudirman

Sebuah Mobil Tabrak Separator Busway lalu Terguling di Jalan Jenderal Sudirman

Megapolitan
10 Anggota PPK Koja dan Cilincing Didakwa 2 Pasal Pelanggaran Pemilu

10 Anggota PPK Koja dan Cilincing Didakwa 2 Pasal Pelanggaran Pemilu

Megapolitan
Politisi PSI: Bukannya Saling Terima Kasih, Malah Melaporkan Saya...

Politisi PSI: Bukannya Saling Terima Kasih, Malah Melaporkan Saya...

Megapolitan
Cerita Dokter Forensik RS Polri Lihat Paru-paru Perokok Berat Saat Autopsi

Cerita Dokter Forensik RS Polri Lihat Paru-paru Perokok Berat Saat Autopsi

Megapolitan
SMP Negeri Bekasi Mendadak Bertambah, Pengelola Sekolah Swasta: Anak Haram!

SMP Negeri Bekasi Mendadak Bertambah, Pengelola Sekolah Swasta: Anak Haram!

Megapolitan
Kata Pengamat, SMP Swasta yang Kekurangan Siswa di Bekasi Sebaiknya Ditutup

Kata Pengamat, SMP Swasta yang Kekurangan Siswa di Bekasi Sebaiknya Ditutup

Megapolitan
Close Ads X