Antrean Daftar PPDB Membeludak akibat Perubahan Kuota Sistem Zonasi hingga Info Hoaks

Kompas.com - 19/06/2019, 11:23 WIB
Sejumlah siswa dan orangtua murid antre saat akan mengikuti seleksi Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) di SMAN 1 Depok, Kota Depok, Jawa Barat, Selasa (18/6/2019). Sistem PPDB Jawa Barat dengan mekanisme berdasarkan sistem jalur zonasi atau pemetaan wilayah sebanyak 90 persen, jalur prestasi lima persen dan jalur perpindahan orang tua wali lima persen tersebut, berlangsung dari tanggal 17-22 Juni 2019.ANTARA FOTO/YULIUS SATRIA WIJAYA Sejumlah siswa dan orangtua murid antre saat akan mengikuti seleksi Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) di SMAN 1 Depok, Kota Depok, Jawa Barat, Selasa (18/6/2019). Sistem PPDB Jawa Barat dengan mekanisme berdasarkan sistem jalur zonasi atau pemetaan wilayah sebanyak 90 persen, jalur prestasi lima persen dan jalur perpindahan orang tua wali lima persen tersebut, berlangsung dari tanggal 17-22 Juni 2019.

DEPOK, KOMPAS.com- Animo masyarakat untuk Penerimaan Peserta Didik Baru ( PPDB) tingkat SMA dan SMK negeri se-Jawa Barat tahun ini terlihat tinggi.

Pasalnya dua hari sejak dibukanya pendaftaran PPDB pada Senin (17/6/2019) SMA Negeri 1 Depok terus menerus didatangi orangtua yang hendak mendaftarkan anaknya.

Kepala Sekolah SMAN 1 Depok, Supyana menjelaskan membeludaknya masyarakat yang daftar PPDB lantaran ada dua faktor .

Pertama, Supyana mengatakan, perubahan dalam kuota zonasi pada tahun ini menjadi penyebab animo masyarakat yang tinggi.


Sebab sejumlah warga yang tempat tinggalnya berjauhan dari sekolah SMA Negeri 1 pun ikut mendaftar.

Baca juga: Kata Pemkot Depok soal Membeludaknya Pendaftaran PPDB

“Kalau tahun lalu zonasi hanya 10 persen dan itu menggunakan radius 300 meter dari sekolah, tapi sekarang mencapai 90 persen dengan nenggunakan titik koordinat,” Supayana di Sekolah SMA Negeri 1, Jalan Nusantara, Pancoran Mas, Depok, Senin (18/6/2019).

Dari zonasi yang telah diverifikasi oleh sekolah, Supyana mengatakan, akan diseleksi lagi yang mana titik koordinatnya tempat tinggalnya yang berdekatan dengan sekolah dan memenuhi standar persyaratan SMAN 1.

“Jadi untuk zonasi murni itu 50 persen, zonasi siswa tidak mampu 20 persen, dan 15 persen untuk zonasai kombinasi (paduan antara nilai Ujian Nasional dengan nilai jarak). Nah kombinasi ini proporsinya 60 persen x 30 persen nilai zonasi sehingga dapat satu nilai dan nilai itu yang diseleksi,” ucap Supayana di Sekolah SMA Negeri 1, Jalan Nusantara, Pancoran Mas, Depok, Senin (18/6/2019).

Ia menyebutkan, ada ribuan orang yang sudah datang untuk mendaftar di SMAN 1 Depok.

“Normalnya kami perkiran berdasarkan tahun lalu kami siapkan 1.200 orang tapi yang terjadi lagi lebih banyak dari itu. Kemarin itu lebih dari 2.000 orang yang datang,” ucapnya.

Selain kuota zonasi yang bertambah, Supyana mengatakan informasi yang salah beredar di masyarakat membuat masyarakat salah persepsi atau pengertian.

“Jadi ada informasi yang datang duluan akan prioritas diterima. Padahal tidak ada yang bikin umumkan begitu. Itu hanya berita hoaks saja,” ucapnya.

Ia mengatakan, pendaftaran PPDB SMA Negeri 1 dibuka sampai Sabtu (22/6/2019).

“Sementara, pengumumannya diterima atau tidaknya itu pada tanggal 29 Juli 2019 via website sekolah, Disdik Pemrov Jawa Barat juga sebenarnya bisa dipantau,” ucapnya.

Punya opini tentang artikel yang baru Kamu baca? Tulis pendapat Kamu di Bagian Komentar!


Ikuti perkembangan berita ini dalam topik:

Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Terkini Lainnya

Final Piala Indonesia, The Jakmania Padati Area Gelora Bung Karno

Final Piala Indonesia, The Jakmania Padati Area Gelora Bung Karno

Megapolitan
Kronologi Versi Pertamina, Kebakaran Truk Bukan karena Sopir Mengantuk

Kronologi Versi Pertamina, Kebakaran Truk Bukan karena Sopir Mengantuk

Megapolitan
Ini Alasan Anies Gelar Lebaran Betawi di Monas

Ini Alasan Anies Gelar Lebaran Betawi di Monas

Megapolitan
Pasca-Kebakaran Truk Pertamina, Aroma Bensin Masih Tercium di Lokasi

Pasca-Kebakaran Truk Pertamina, Aroma Bensin Masih Tercium di Lokasi

Megapolitan
Kepala Truk Pertamina yang Terbakar Selesai Dievakuasi, Gerbang Tol Rawamangun Dibuka

Kepala Truk Pertamina yang Terbakar Selesai Dievakuasi, Gerbang Tol Rawamangun Dibuka

Megapolitan
Anies, Lulung, hingga HNW Ikut Lebaran Betawi di Monas

Anies, Lulung, hingga HNW Ikut Lebaran Betawi di Monas

Megapolitan
Ada Persija Vs PSM Makassar, Ini Rekayasa Lalin hingga Kantong Parkirnya

Ada Persija Vs PSM Makassar, Ini Rekayasa Lalin hingga Kantong Parkirnya

Megapolitan
Truk Pertamina Tabrak Pembatas Tol Hingga Terbakar, Sopir Diduga Mengantuk

Truk Pertamina Tabrak Pembatas Tol Hingga Terbakar, Sopir Diduga Mengantuk

Megapolitan
Ada Evakuasi Kepala Truk Pertamina, Arus Lalin Jalan Jendral Ahmad Yani Padat

Ada Evakuasi Kepala Truk Pertamina, Arus Lalin Jalan Jendral Ahmad Yani Padat

Megapolitan
Truk Pertamina Bermuatan 32.000 Liter Terbakar Setelah Tabrak Pembatas Tol

Truk Pertamina Bermuatan 32.000 Liter Terbakar Setelah Tabrak Pembatas Tol

Megapolitan
Evakuasi Kepala Truk Pertamina yang Terbakar, Gerbang Tol Rawamangun Ditutup Sementara

Evakuasi Kepala Truk Pertamina yang Terbakar, Gerbang Tol Rawamangun Ditutup Sementara

Megapolitan
Tabrak Pembatas Jalan Tol, Bagian Kepala Truk Pertamina Jatuh ke Jalur Arteri

Tabrak Pembatas Jalan Tol, Bagian Kepala Truk Pertamina Jatuh ke Jalur Arteri

Megapolitan
Pasca-Kebakaran Truk Pertamina, Hanya 2 Lajur yang Bisa Dilalui di Lokasi

Pasca-Kebakaran Truk Pertamina, Hanya 2 Lajur yang Bisa Dilalui di Lokasi

Megapolitan
Ini Kronologi Kebakaran Truk Pertamina yang Juga Bertabrakan dengan Calya

Ini Kronologi Kebakaran Truk Pertamina yang Juga Bertabrakan dengan Calya

Megapolitan
Dalam Satu Jam, Petugas Padamkan Kebakaran Truk Pertamina yang Tabrakan dengan Calya

Dalam Satu Jam, Petugas Padamkan Kebakaran Truk Pertamina yang Tabrakan dengan Calya

Megapolitan
Close Ads X