Curi Perabot di Rumah Kosong, 1 Maling Babak Belur Dihakimi Warga

Kompas.com - 03/07/2019, 12:37 WIB
Kondisi kamar rumah korban yang berlokasi di Perumahan Pondok Ungu Permai, Babelan, Kabupaten Bekasi seusai dibobol maling, Selasa (2/7/2019). Dok. Polsek BabelanKondisi kamar rumah korban yang berlokasi di Perumahan Pondok Ungu Permai, Babelan, Kabupaten Bekasi seusai dibobol maling, Selasa (2/7/2019).

BEKASI, KOMPAS.com - Sebuah rumah kosong atau yang ditinggal pergi penghuninya di Perumahan Pondok Ungu Permai, Kecamatan Babelan, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, dibobol dua orang maling, Selasa (2/7/2019) siang kemarin.

"Pelaku dengan sengaja mengambil barang milik orang lain dengan cara merusak pintu pagar dan pintu rumah," kata Kepala Kepolisian Sektor Babelan, Kompol Tata Irawan kepada wartawan, Rabu siang.

Tata, tetangga korban, menyebutkan, peristiwa tersebut terjadi saat rumah milik seorang pria paruh baya asal Klaten, Jawa Tengah, dalam kondisi tak penghuni karena si pemilik rumah sedang ke Sukabumi sejak beberapa hari lalu.


Baca juga: Menyelinap ke Rumah Kosong untuk Mandi, Pria di Thailand Tewas Tersetrum

Saat melihat dua orang maling itu masuk ke rumah korban lalu keluar dengan membawa tas yang diduga hasil curian, tetangga langsung berteriak "maling...maling...".

"Dua orang tersebut berusaha kabur dengan mengendarai sepeda motor. Namun salah seorang pelaku diamankan warga dan dihakimi hingga babak belur," kata Tata.

Adegan main hakim sendiri oleh warga itu juga beredar di media sosial sebagaimana yang disebarluaskan akun @bekasi_24_jam. Dalam video amatir yang direkam warga, tampak pelaku sudah terkulai tak berdaya dengan kepala penuh luka tetapi amuk warga masih belum reda.

Anggota pos polisi Pondok Ungu Permai segera mengamankan pelaku DS yang dikeroyok warga dan memboyongnya ke RSUD Bekasi untuk memperoleh perawatan. Sementara itu, pelaku AD yang melarikan diri masih dalam proses pencarian.

Polisi mendapatkan sejumlah barang bukti setelah mengaman DS yang sehari-hari bekerja sebagai buruh harian lepas. DS berasal dari Tebet, Jakarta Selatan.

"Milik korban ada satu unit laptop, dua unit notebook merk Acer dan HP, satu unit Blackberry, satu unit hardisk. Milik pelaku satu unit sepeda motor Honda Vario dan linggis besi," ujar Tata.

Tersangka dijerat dengan Pasal 363 KUHP tentang pencurian dengan pemberatan dengan ancaman hukuman maksimal kurungan 7 tahun penjara.



Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Stres Mau Nikah Diduga Jadi Motif ART Aniaya Bayi 2 Tahun di Depok

Stres Mau Nikah Diduga Jadi Motif ART Aniaya Bayi 2 Tahun di Depok

Megapolitan
Rumah 4 Lantai Dibongkar Satpol PP Jaksel karena Langgar Peraturan Perizinan

Rumah 4 Lantai Dibongkar Satpol PP Jaksel karena Langgar Peraturan Perizinan

Megapolitan
30 Pelajar Diamankan Terkait Perusakan SMK di Depok, 5 Orang Jadi Tersangka

30 Pelajar Diamankan Terkait Perusakan SMK di Depok, 5 Orang Jadi Tersangka

Megapolitan
Raup Rp 2,5 Miliar dari Gelapkan 62 Mobil, Djeni Terlilit Utang

Raup Rp 2,5 Miliar dari Gelapkan 62 Mobil, Djeni Terlilit Utang

Megapolitan
Dishub DKI: Kami Tidak Bisa Larang Penggunaan Bus Zhong Tong

Dishub DKI: Kami Tidak Bisa Larang Penggunaan Bus Zhong Tong

Megapolitan
Pengasuh Aniaya Bocah, Orangtua Korban Penasaran Apa Motifnya

Pengasuh Aniaya Bocah, Orangtua Korban Penasaran Apa Motifnya

Megapolitan
1 November, 59 Bus Zhongtong Beroperasi di Jakarta

1 November, 59 Bus Zhongtong Beroperasi di Jakarta

Megapolitan
Orang Tua YM Curiga karena Pengasuh Mengurung Diri 2 Malam Bersama Anaknya

Orang Tua YM Curiga karena Pengasuh Mengurung Diri 2 Malam Bersama Anaknya

Megapolitan
Kisah Warga Kampung Starling, Demo Bawa Rezeki dan Satpol PP Paling Dihindari

Kisah Warga Kampung Starling, Demo Bawa Rezeki dan Satpol PP Paling Dihindari

Megapolitan
Pemprov DKI Bahas Kenaikan UMP DKI 2020 Sebesar 8 Persen

Pemprov DKI Bahas Kenaikan UMP DKI 2020 Sebesar 8 Persen

Megapolitan
Keluarga Kaget Dengar Djeni Raup Rp 2,5 Miliar dari Penggelapan 62 Mobil

Keluarga Kaget Dengar Djeni Raup Rp 2,5 Miliar dari Penggelapan 62 Mobil

Megapolitan
Sutradara Amir Mirza Gumay Simpan Sabu di Bawah Kitchen Set Rumah

Sutradara Amir Mirza Gumay Simpan Sabu di Bawah Kitchen Set Rumah

Megapolitan
Tujuh Titik Kabel Semrawut di Jakarta Selatan Segera Ditertibkan

Tujuh Titik Kabel Semrawut di Jakarta Selatan Segera Ditertibkan

Megapolitan
Keluarga Djeni Didatangi Banyak Korban Sebelum Penangkapan

Keluarga Djeni Didatangi Banyak Korban Sebelum Penangkapan

Megapolitan
MRT Jakarta Tertibkan Penjualan Benda Tajam di Dalam Stasiun

MRT Jakarta Tertibkan Penjualan Benda Tajam di Dalam Stasiun

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X