Pimpinan DPRD DKI dari PKS: Pemilihan Wagub Tertunda karena Kesepakatan Politik Belum Selesai

Kompas.com - 09/08/2019, 15:34 WIB
Penasihat Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) DPRD DKI Jakarta Triwisaksana di Gedung DPRD DKI, Jalan Kebon Sirih, Senin (27/8/2018). KOMPAS.com/JESSI CARINA Penasihat Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) DPRD DKI Jakarta Triwisaksana di Gedung DPRD DKI, Jalan Kebon Sirih, Senin (27/8/2018).

JAKARTA, KOMPAS.com - Wakil Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) DKI Jakarta Triwisaksana mengatakan rapat pimpinan gabungan (rapimgab) pembahasan tata tertib pemilihan wakil gubernur DKI Jakarta tidak terlaksana bukan karena pimpinan yang sibuk.

Melainkan soal kesepakatan politik yang belum selesai. Kesepakatan politik yang dimaksud adalah proses perkenalan kepada fraksi maupun komisi di DPRD DKI.

Menurutnya dua calon wakil gubernur (cawagub) dari Partai Keadilan Sejahtera (PKS) yakni Agung Yulianto dan Ahmad Syaikhu seharusnya menyampaikan visi misi dan berkenalan lebih dekat dengan anggota DPRD baik di fraksi maupun komisi.

"Ini rasanya soal kesepakatan politiknya yang belum selesai. Karena cawagub ini diharapkan oleh fraksi-fraksi, oleh partai-partai untuk menyampaikan semacam visi misi, menyampaikan (mengenai) agenda strategis DKI Jakarta. Mungkin hal-hal semacam itu yang belum selesai," ucap Sani (panggilan Triwisaksana) saat dihubungi Kompas.com, Jumat (9/8/2019).

Pimpinan yang juga berasal dari Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) ini merasa hal tersebut perlu dilakukan karena anggota DPRD cenderung lebih gampang memilih ketika telah mengenal cawagub.

Baca juga: DPRD Sibuk dan Pimpinan Tak Tanda Tangan, Alasan Pemilihan Wagub DKI Tak Berjalan

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

"Karena kan tanggung jawab pemilihan ada di DPRD jadi perlu mengetahui secara mendalam fraksi-fraksi, kemudian kemampuan dari para calon. Rasanya begitu," kata dia.

Sani mengaku hingga kini belum ada kesepakatan di antara para pemimpin DPRD DKI mengenai kelanjutan rapimgab pemilihan wagub DKI.

"Secara umum enggak ada belum ada kesepakatan di antara pimpinan cuma kita menyerahkan ke fraksi-fraksi terkait dengan kesepakatan bersama dengan para cawagub begitu sepakat harusnya enggak susah menyelenggarakan rapimgab," tuturnya.

Sebelum, Wakil Ketua Panitia Khusus (Pansus) Tata Tertib Pemilihan Wakil Gubernur DKI Jakarta Bestari Barus menyebut, pemilihan wagub DKI Jakarta tak kunjung terlaksana lantaran masing-masing pimpinan sibuk.

Baca juga: Saat Anies Minta DPRD Tuntaskan Tanggung Jawab Pilih Wagub DKI...

"Iya banyak hal. Itu kan sudah masuk ranah politik, ada banyak hal yang mungkin jadi pertimbangan juga termasuk kesibukan-kesibukan dan waktu yang sangat mepet. Kalau pansus kan sudah selesai," ucap Bestari saat dihubungi Kompas.com, Kamis (8/8/2019) malam.

Apalagi rapat pimpinan gabungan (rapimgab) untuk pembahasan tata tertib tak kunjung terlaksana karena tak diagendakan oleh para pimpinan.

Padahal, rapimgab harus dihadiri pimpinan DPRD, pimpinan fraksi, dan pimpinan komisi.

"Tinggal kapan fraksi-fraksi yang di dalam ini diundang, pimpinan juga diagendakan tapi kan secara administrasi semua pimpinan harus tanda tangan. Tetapi tidak ada yang tanda tangan karena kesibukan dan lain-lain. Saya tidak bisa mewakili mereka. Karena itu bukan urusan pansus untuk mengagendakan rapimgab dan paripurna," kata dia.



Video Rekomendasi

Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Perseteruan Warga dengan 16 Sekuriti di Kembangan, Polisi: Ada Dugaan Pungli

Perseteruan Warga dengan 16 Sekuriti di Kembangan, Polisi: Ada Dugaan Pungli

Megapolitan
Rutan Salemba Gelar Pelatihan Penanganan Kebakaran untuk Pegawai

Rutan Salemba Gelar Pelatihan Penanganan Kebakaran untuk Pegawai

Megapolitan
Masyarakat Diminta Waspada Gelombang Ketiga Covid-19 di Jakarta

Masyarakat Diminta Waspada Gelombang Ketiga Covid-19 di Jakarta

Megapolitan
Nelayan Pelabuhan Muara Angke Disuntik Vaksin Covid-19 di Atas Kapal

Nelayan Pelabuhan Muara Angke Disuntik Vaksin Covid-19 di Atas Kapal

Megapolitan
PKL hingga Pemilik Warung di Jabodetabek Bisa Dapat Bantuan Rp 1,2 Juta, Ini Syaratnya

PKL hingga Pemilik Warung di Jabodetabek Bisa Dapat Bantuan Rp 1,2 Juta, Ini Syaratnya

Megapolitan
Bocah Perempuan Dilaporkan Jadi Korban Pelecehan Seksual di Sekitar Rumahnya di Duren Sawit

Bocah Perempuan Dilaporkan Jadi Korban Pelecehan Seksual di Sekitar Rumahnya di Duren Sawit

Megapolitan
Pandemi Covid-19, Tingkat Pengangguran Terbuka di Jakarta Barat Naik Dua Kali Lipat

Pandemi Covid-19, Tingkat Pengangguran Terbuka di Jakarta Barat Naik Dua Kali Lipat

Megapolitan
Vaksinasi Covid-19 di Depok Sudah Capai 60 Persen Dosis Pertama

Vaksinasi Covid-19 di Depok Sudah Capai 60 Persen Dosis Pertama

Megapolitan
Ini Alasan Luhut Laporkan Fatia dari Kontras dan Haris Azhar Terkait Pencemaran Nama Baik

Ini Alasan Luhut Laporkan Fatia dari Kontras dan Haris Azhar Terkait Pencemaran Nama Baik

Megapolitan
100 Perempuan dan Anak Jadi Korban Kekerasan di Kota Tangerang pada Januari-September 2021

100 Perempuan dan Anak Jadi Korban Kekerasan di Kota Tangerang pada Januari-September 2021

Megapolitan
Pendapatan UMKM di Jakarta Barat Saat Pandemi Lebih Stabil Dibanding Pelaku Usaha Lain

Pendapatan UMKM di Jakarta Barat Saat Pandemi Lebih Stabil Dibanding Pelaku Usaha Lain

Megapolitan
Luhut B Pandjaitan Gugat Fatia dari Kontras dan Haris Azhar Rp 100 Miliar Terkait Tudingan 'Bermain' di Tambang di Papua

Luhut B Pandjaitan Gugat Fatia dari Kontras dan Haris Azhar Rp 100 Miliar Terkait Tudingan "Bermain" di Tambang di Papua

Megapolitan
Polisi Bubarkan Demo Pendukung Interpelasi Formula E di Depan Gedung DPRD DKI

Polisi Bubarkan Demo Pendukung Interpelasi Formula E di Depan Gedung DPRD DKI

Megapolitan
Gudang Tinta di Semanan Terbakar

Gudang Tinta di Semanan Terbakar

Megapolitan
Dituding Ingin Mengkriminalisasi Hariz Azhar dan Fatia, Luhut Binsar: Tak Ada Waktu Mikir ke Sana

Dituding Ingin Mengkriminalisasi Hariz Azhar dan Fatia, Luhut Binsar: Tak Ada Waktu Mikir ke Sana

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.