Sindikat Penipu yang Jual Apartemen Fiktif di Ciputat Berhubungan Keluarga

Kompas.com - 22/08/2019, 18:46 WIB
Penyidik Ditreskrimum Polda Metro Jaya menangkap tiga tersangka penipuan dengan modus penjualan apartemen fiktif di kawasan Ciputat, Tangerang Selatan. Masing-masing tersangka berinisial AS, KR, dan PJ. Foto diambil dalam konferensi pers di Polda Metro Jaya, Jakarta Selatan, Kamis (22/8/2019). KOMPAS.COM/RINDI NURIS VELAROSDELAPenyidik Ditreskrimum Polda Metro Jaya menangkap tiga tersangka penipuan dengan modus penjualan apartemen fiktif di kawasan Ciputat, Tangerang Selatan. Masing-masing tersangka berinisial AS, KR, dan PJ. Foto diambil dalam konferensi pers di Polda Metro Jaya, Jakarta Selatan, Kamis (22/8/2019).

JAKARTA, KOMPAS.com - Anggota sindikat penipuan bermodus jual apartemen fiktif Ciputat Resort Apartement di Ciputat, Tangerang Selatan, masih memiliki hubungan keluarga.

Penyidik Ditreskrimum Polda Metro Jaya menangkap telah tiga tersangka terkait kasus tersebut. Mereka adalah AS, KR, dan PJ.

"Ketiganya masih keluarga. AS merupakan menantu PJ, sementara KR merupakan adik ipar PJ," kata Kasubdit Harda Ditreskrimum Polda Metro Jaya Kompol M Gafur Siregar saat dikonfirmasi Kompas.com, Kamis (22/8/2019).

Baca juga: Tipu 455 Orang Pembeli, Penjual Apartemen Fiktif di Ciputat Tak Pernah Urus IMB


Ketiganya mendirikan sebuah perusahaan di bidang properti, yakni PT MMS (Megakarya) pada tahun 2016.

Tersangka AS berperan sebagai direktur utama (dirut) perusahaan periode 2016-2017 sekaligus merangkap sebagai bagian pemasaran. Tersangka KR berperan sebagai dirut pada periode 2017-2019.

Sementara tersangka PJ berperan sebagai orang yang mengendalikan AS dan KR dalam pelaksanaan kegiatan pembangunan apartemen dan penerimaan uang pembayaran para pembeli unit apartemen.

"Tersangka PJ mengajak tersangka AS sebagai dirut tahun 2016-2017. Kemudian, tahun 2017 digantikan oleh tersangka KR dengan tugas mengelola PT Megakarya dalam pemasaran Apartemen Ciputat Resort," ungkap Gafur.

Ketiga orang itu telah menipu 455 orang dengan total kerugian para korban mencapai Rp 30 miliar. Modus penipuannya adalah penawaran penjualan apartemen dengan harga murah, seharga Rp 150 juta.

Baca juga: 3 Penipu Penjualan Apartemen Fiktif di Ciputat Ditangkap, Korban 455 Orang, Senilai Rp 30 M

Mereka menawarkan bonus hadiah mobil, sepeda motor, dan hadiah lainnya yang menarik minat calon pembeli.

Para tersangka berjanji, penyerahan unit apartemen pada tahun 2019. Namun, hingga Juli 2019, belum ada pembangunan apartemen di lokasi yang dijanjikan.

Berdasarkan hasil penyelidikan polisi, PT MMS belum pernah mengajukan permohonan izin mendirikan bangunan (IMB) ke Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu Tangerang Selatan.

Ketiga tersangka dijerat dengan Pasal 378 KUHP dan atau Pasal 372 KUHP. Ancaman hukumannya lebih dari 4 tahun penjara.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

SMK di Depok Dirusak Massa, Polisi Duga Aksi Balas Dendam

SMK di Depok Dirusak Massa, Polisi Duga Aksi Balas Dendam

Megapolitan
Anggota DPRD Yang Bocorkan Rapat Tertutup Akan Dijerat Pasal Kode Etik

Anggota DPRD Yang Bocorkan Rapat Tertutup Akan Dijerat Pasal Kode Etik

Megapolitan
Terduga Teroris di Tambun Merencanakan Bom Bunuh Diri di Lampung

Terduga Teroris di Tambun Merencanakan Bom Bunuh Diri di Lampung

Megapolitan
Pria Ditemukan Membusuk di Kontrakan, Diduga Tewas karena Sakit

Pria Ditemukan Membusuk di Kontrakan, Diduga Tewas karena Sakit

Megapolitan
Djeni Bisa Sewa 3 Mobil Sehari untuk Kemudian Digadai

Djeni Bisa Sewa 3 Mobil Sehari untuk Kemudian Digadai

Megapolitan
9 Terdakwa Sindikat 70 Kg Sabu dan 49.238 Butir Ekstasi Divonis Seumur Hidup

9 Terdakwa Sindikat 70 Kg Sabu dan 49.238 Butir Ekstasi Divonis Seumur Hidup

Megapolitan
Terduga Teroris di Tambun Selatan Terkait dengan Kelompok Abu Zee

Terduga Teroris di Tambun Selatan Terkait dengan Kelompok Abu Zee

Megapolitan
Polisi Kembali Amankan Terduga Teroris di Tambun Selatan, Malam Ini

Polisi Kembali Amankan Terduga Teroris di Tambun Selatan, Malam Ini

Megapolitan
PPD Menegaskan Tak Terkait dengan Korupsi Pengadaan Bus Transjakarta

PPD Menegaskan Tak Terkait dengan Korupsi Pengadaan Bus Transjakarta

Megapolitan
Cemburu Buta, Pemuda Tusuk Teman Pacarnya di Kembangan

Cemburu Buta, Pemuda Tusuk Teman Pacarnya di Kembangan

Megapolitan
Artis Sinetron Vicky Nitinegoro Ditangkap Terkait Kasus Narkoba

Artis Sinetron Vicky Nitinegoro Ditangkap Terkait Kasus Narkoba

Megapolitan
Operator Klaim Bus Transjakarta Zhong Tong Bukan Terbakar, tapi Hanya Kesalahan Mesin

Operator Klaim Bus Transjakarta Zhong Tong Bukan Terbakar, tapi Hanya Kesalahan Mesin

Megapolitan
Operator Jamin Keamanan Bus Transjakarta Merk Zhong Tong

Operator Jamin Keamanan Bus Transjakarta Merk Zhong Tong

Megapolitan
DPRD DKI Akan Rancang Sanksi bagi Anggota yang Langgar Kode Etik

DPRD DKI Akan Rancang Sanksi bagi Anggota yang Langgar Kode Etik

Megapolitan
Kamis Siang, Ribuan Mahasiswa Bakal Kembali Demo Desak Perppu KPK di Depan Istana

Kamis Siang, Ribuan Mahasiswa Bakal Kembali Demo Desak Perppu KPK di Depan Istana

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X