Saksi Kerusuhan 21-22 Mei Sebut Pendemo Merangsek Masuk ke Gedung Sarinah

Kompas.com - 03/09/2019, 22:28 WIB
Sejumlah orang yang merupakan bagian peserta aksi unjuk rasa di depan kantor Bawaslu masih bertahan di depan Sarinah, Jakarta Pusat, Selasa (21/5/2019) malam, meski demontrasi rasa telah bubar. Mereka sempat memprovokasi polisi dengan melancarkan sorakan dan teriakan. KOMPAS.com / VITORIO MANTALEANSejumlah orang yang merupakan bagian peserta aksi unjuk rasa di depan kantor Bawaslu masih bertahan di depan Sarinah, Jakarta Pusat, Selasa (21/5/2019) malam, meski demontrasi rasa telah bubar. Mereka sempat memprovokasi polisi dengan melancarkan sorakan dan teriakan.
Penulis Cynthia Lova
|

JAKARTA, KOMPAS.com - Fauzi, salah satu saksi kerusuhan 21-22 Mei mengatakan bahwa pendemo memaksa masuk ke dalam Gedung Sarinah.

"Pendemo memang merangsek masuk ke dalam. Pas di penjagaan sebelah utara saya lihat pendemo lompat ke pagar. Itu banyak (pendemo)," ujar Fauzi, saat bersaksi di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat, Selasa (3/9/2019).

Adapun Fauzi salah satu saksi yang meringankan 29 karyawan Gedung Sarinah yang jadi terdakwa kerusuhan 21-22 Mei. Fauzi juga diketahui sebagai komandan regu satpam yang bertugas di tanggal 22 mei 2019.

Saat ditanya apakah ada rekannya yang membukakan pintu pos satpam nomor satu, Fauzi tak membenarkannya.

Baca juga: Saksi: Polisi Juga Ikut Antre Cuci Muka di Gedung Sarinah Saat Kerusuhan 21-22 Mei

"Itu tidak benar. Jadi situasinya yang saya lihat, kurang lebih pukul 22.00 WIB polisi melakukan tembakan (gas air mata) dan berusaha maju. Akhirnya massa yang posisi di depan merangsek ke dalam. Mereka lari ke samping ke area kami," ucap Fauzi.

Karena menjaga agar tak ada pendemo yang masuk, satpam dan pendemo akhirnya saling dorong-mendorong hingga gerbang Gedung Sarinah kala itu jebol.

Fauzi mengungkapkan, petugas sekuriti kala itu tak memiliki kemampuan untuk menahan pendemo yang jumlahnya lebih banyak dari petugas kemanan Sarinah.

"Kami tidak mengizinkan massa masuk, namun kami tidak punya kemampuan menahan mereka karena jumlahnya banyak," katanya.

Baca juga: Sebelum Sidang Dimulai, 29 Karyawan Gedung Sarinah Bernyanyi Indonesia Raya

Adapun sebelumnya, sebanyak 39 karyawan Gedung Sarinah yang ditangkap saat kerusuhan 21- 22 Mei 2019 menjalani proses persidangan di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat, Selasa ini. Mereka disidang dengan ruang sidang berbeda.

Mereka didakwakan Pasal 212 jo 214 jo 56 KUHP tentang ikut membantu melakukan kejahatan dan pasal 216 KUHP atau 218 KUHP tentang kekerasan

Karyawan Sarinah itu terdiri dari 36 satpam, 2 orang bagian teknisi, dan 1 orang cleaning service.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Penguna Narkoba Sangat Dianjurkan untuk Jalani Rehabilitasi

Penguna Narkoba Sangat Dianjurkan untuk Jalani Rehabilitasi

Megapolitan
Suhu Panas di Jakarta, Permintaan Servis AC Meningkat

Suhu Panas di Jakarta, Permintaan Servis AC Meningkat

Megapolitan
Empat Orang Panjat Patung Bundaran HI untuk Pasang Spanduk, Abaikan Satpol PP yang Suruh Turun

Empat Orang Panjat Patung Bundaran HI untuk Pasang Spanduk, Abaikan Satpol PP yang Suruh Turun

Megapolitan
Anies Perintahkan Anak Buah Sisir Ulang Rancangan APBD 2020

Anies Perintahkan Anak Buah Sisir Ulang Rancangan APBD 2020

Megapolitan
Rabu Pagi, Kualitas Udara Jakarta Lebih Baik Dibanding Depok dan Bekasi

Rabu Pagi, Kualitas Udara Jakarta Lebih Baik Dibanding Depok dan Bekasi

Megapolitan
Kebakaran Sore Itu di Bidara Cina, Ratusan Orang Kehilangan Rumah, Kini Bertahan di Halaman Sekolah

Kebakaran Sore Itu di Bidara Cina, Ratusan Orang Kehilangan Rumah, Kini Bertahan di Halaman Sekolah

Megapolitan
Petugas Damkar Selamatkan Dua Kucing yang Terjebak di Dalam Pipa

Petugas Damkar Selamatkan Dua Kucing yang Terjebak di Dalam Pipa

Megapolitan
Lagi, Kecelakaan Truk Terjadi di Bekasi

Lagi, Kecelakaan Truk Terjadi di Bekasi

Megapolitan
Polisi Duga Ada Koordinator di Balik Pemalak Sopir Truk

Polisi Duga Ada Koordinator di Balik Pemalak Sopir Truk

Megapolitan
Saat Suhu Panas Rawan Kebakaran, Damkar DKI Batasi Cuti Personel

Saat Suhu Panas Rawan Kebakaran, Damkar DKI Batasi Cuti Personel

Megapolitan
4 Truk Terlibat Kecelakaan di Bekasi, Kemarin

4 Truk Terlibat Kecelakaan di Bekasi, Kemarin

Megapolitan
Melunaknya Fraksi Nasdem DPRD DKI: Dulu Tukang Kritik, Kini Terus Dukung Kebijakan Anies

Melunaknya Fraksi Nasdem DPRD DKI: Dulu Tukang Kritik, Kini Terus Dukung Kebijakan Anies

Megapolitan
Polisi Harus Pasang Pelang 100 Meter Sebelum Titik Operasi Zebra

Polisi Harus Pasang Pelang 100 Meter Sebelum Titik Operasi Zebra

Megapolitan
Beragam Komentar Relawan Saat Prabowo Masuk Kabinet Jokowi-Ma'ruf

Beragam Komentar Relawan Saat Prabowo Masuk Kabinet Jokowi-Ma'ruf

Megapolitan
Titik Operasi Zebra Jaya adalah Lokasi Rawan Kecelakaan dan Pelanggaran

Titik Operasi Zebra Jaya adalah Lokasi Rawan Kecelakaan dan Pelanggaran

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X