Ketika Kasus Pelecehan Seksual Anak Mengemuka di Bekasi

Kompas.com - 18/09/2019, 06:55 WIB
Ilustrasi. THINKSTOCKIlustrasi.

 

BEKASI, KOMPAS.com – Aksi pelecehan seksual terhadap anak mengemuka di Kota Bekasi beberapa hari ke belakang.

Kemarin, Selasa (17/9/2019) saja, polisi mengungkap dua kasus pelecehan seksual terhadap anak di Bekasi.

Kedua korban masih di bawah umur, secara spesifik masih duduk di bangku sekolah dasar.

Kasus pertama melibatkan pelaku berinisial AR (61). AR (61) diduga telah memperkosa F, seorang siswi SD di Bintara Jaya, Bekasi dua kali dalam enam bulan terakhir.

Dia tinggal di sebuah kontrakan dengan halaman cukup luas yang dijadikan lapangan parkir. Di sana, ia melancarkan aksinya pada F yang kerap bermain sore-sore bersama teman seusianya di lapangan itu.

Pertama, ia mencabuli korban sekitar bulan Maret 2019. Kala itu, korban tutup mulut. Agustus lalu, AR kembali melancarkan niat bejatnya.

"Memang kakek ini (AR) mengincar yang satu ini, si korban ini," ujar Sukin, ketua RT tempat korban tinggal, ditemui Kompas.com di kediamannya, Senin (16/9/2019).

Polisi menduga, AR menaruh hati pada korban, terlihat dari sejumlah surat cinta yang kerap dikirimkan kepada korban. Bulan Agustus, AR kembali mencari kesempatan untuk melancarkan aksi bejatnya.

Baca juga: Pria Tua Tersangka Pemerkosa Siswi SD di Bekasi Terancam Bui 15 Tahun

Namun, kali ini korban angkat bicara. Ia melaporkan pelecehan seksual itu kepada orangtuanya.

"Dia cerita katanya dianuin orang. Kata saya, 'diapain? sama siapa?'. Kata dia 'aki-aki'. Saya belum pernah temui, langsung saya labrak," kata Fm, ibunda korban, kepada Kompas.com, Senin.

Halaman:
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X