Orangtua yang Antarkan Anaknya Rehabilitasi Narkoba Tak Akan Dipidana

Kompas.com - 23/10/2019, 11:56 WIB
Ketua BNNP DKI, Tagam Sinaga (kiri) dengan Wakil Kepala Lembaga Pendidikan dan Pelatihan Polri, Irjen Pol Boy Rafli Amar (kanan) di Hotel Manhattan Kuningan Jakarta Selatan, Rabu (23/10/2019). KOMPAS.COM/WALDA MARISONKetua BNNP DKI, Tagam Sinaga (kiri) dengan Wakil Kepala Lembaga Pendidikan dan Pelatihan Polri, Irjen Pol Boy Rafli Amar (kanan) di Hotel Manhattan Kuningan Jakarta Selatan, Rabu (23/10/2019).
|

JAKARTA, KOMPAS.com - Kepala BNNP DKI Jakarta Tagam Sinaga mengimbau masyarakat terutama para pelajar dan mahasiswa yang menjadi pengguna narkoba untuk menjalankan program rehabilitasi.

Tidak hanya kepada para pengguna, dia juga mengimbau orangtua pelajar dan mahasiswa untuk mau membawa putra putrinya yang mengonsumsi narkoba ke RS Bhayangkara untuk jalani rehabilitasi.

Walaupun, Tagam sebenarnya sadar banyak orangtua yang enggan membawa anak anaknya menjalankan rehabilitasi karena takut dikenakan sanksi pidana.

Hal itu diatur dalam Undang-Undang no 35 Tahun 2009 tentang narkotika yang menjelaskan orangtua pengguna narkoba bisa dipidanakan.

Tetapi, dia memastikan orangtua yang antarkan anakya untuk rehabilitasi tidak akan dipidana.

Baca juga: Penguna Narkoba Sangat Dianjurkan untuk Jalani Rehabilitasi

"Memang ada pasalnya. Jadi orangtua yang membawa anaknya di bawah umur itu kena pidana satu tahun ancaman. Tapi kan polisi dan BNN sangat mengerti, masa anaknya kena, orang tuanya lagi diproses makanya pasal itu enggak diterapkan," kata Tagam saat ditemui di hotel Manhattan, Kuningan, Jakarta Selatan, Rabu (23/10/2019).

"Proses rehabilitasi gratis, datang saja ke BNNK gratis,  negara sudah membayar semua.

Pasal 54 jo Pasal 55 ayat 1 dan 2 UU nomor 35 tahun 2009 disebutkan bahwa pecandu narkotika dan korban penyalahgunaan narkotika wajib menjalani rehabilitasi medis dan rehabilitasi sosial.

Baca juga: Polisi Tangkap Kurir Narkoba Jaringan Jakarta-Bandung

Sedangkan dalam Pasal 55 disebutkan bahwa:

(1) Orang tua atau wali dari pecandu narkotika yang belum cukup umur wajib melaporkan kepada pusat kesehatan masyarakat, rumah sakit, dan/atau lembaga rehabilitasi medis dan rehabilitasi sosial yang ditunjuk oleh Pemerintah untuk mendapatkan pengobatan dan/atau perawatan melalui rehabilitasi medis dan rehabilitasi sosial.

(2) Pecandu Narkotika yang sudah cukup umur wajib melaporkan diri atau dilaporkan oleh keluarganya kepada pusat kesehatan masyarakat, rumah sakit, dan/atau lembaga rehabilitasi medis dan rehabilitasi sosial yang ditunjuk oleh Pemerintah untuk mendapatkan pengobatan dan/atau perawatan melalui rehabilitasi medis dan rehabilitasi sosial.

Dalam Pasal 128 ayat 1 jo 134 ayat 2 UU Narkotika disebutkan hukuman yang dapat diterima orangtua jika anaknya positif mengkonsumsi narkoba.

Penelusuran Kompas.com, dalam Pasal 128 ayat 1 disebutkan bahwa orangtua atau wali dari pecandu yang belum cukup umur, sebagaimana dimaksud dalam Pasal 55 ayat 1 yang sengaja tidak melapor, dipidana dengan pidana kurungan paling lama 6 (enam) bulan atau pidana denda paling banyak Rp1.000.000,00 (satu juta rupiah).

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Pihak SDIT Izzati Bantah Terduga Teroris yang Ditangkap di Depok Adalah Guru

Pihak SDIT Izzati Bantah Terduga Teroris yang Ditangkap di Depok Adalah Guru

Megapolitan
Pemprov DKI Tak Akan Larang GrabWheels Beroperasi

Pemprov DKI Tak Akan Larang GrabWheels Beroperasi

Megapolitan
YLKI Minta Pemprov DKI Buat Regulasi soal Skuter Listrik, dari Perizinan hingga Asuransi

YLKI Minta Pemprov DKI Buat Regulasi soal Skuter Listrik, dari Perizinan hingga Asuransi

Megapolitan
Kuli Bangunan Asal Cilandak Jadi Korban Kecelakaan Bus di Tol Cipali

Kuli Bangunan Asal Cilandak Jadi Korban Kecelakaan Bus di Tol Cipali

Megapolitan
Korban Pemerkosaan Ayah Tiri Sempat Diancam Pria Misterius

Korban Pemerkosaan Ayah Tiri Sempat Diancam Pria Misterius

Megapolitan
Pemkot Tangerang Jelaskan Duduk Perkara Pengosongan Ruko di Cimone

Pemkot Tangerang Jelaskan Duduk Perkara Pengosongan Ruko di Cimone

Megapolitan
Kapal Sampah Bekasi Pabrikan Jerman Bisa Angkut 300 Kilogram Sampah Sekali Jalan

Kapal Sampah Bekasi Pabrikan Jerman Bisa Angkut 300 Kilogram Sampah Sekali Jalan

Megapolitan
Pengguna Skuter Listrik Ditabrak Mobil, Pemerintah dan Operator Diminta Segera Rumuskan Kebijakan

Pengguna Skuter Listrik Ditabrak Mobil, Pemerintah dan Operator Diminta Segera Rumuskan Kebijakan

Megapolitan
Beda dengan Klaim Polisi, Korban Kecelakaan Grabwheels Sebut Pelaku Langsung Kabur

Beda dengan Klaim Polisi, Korban Kecelakaan Grabwheels Sebut Pelaku Langsung Kabur

Megapolitan
Pemkot Tangerang: Pengosongan Ruko Permata Cimone Saran dari Kepolisian

Pemkot Tangerang: Pengosongan Ruko Permata Cimone Saran dari Kepolisian

Megapolitan
Pengacara Warga: Pengosongan Ruko Permata Cimone Cacat Prosedur

Pengacara Warga: Pengosongan Ruko Permata Cimone Cacat Prosedur

Megapolitan
Usai Kecelakaan GrabWheels, Pemprov DKI Kaji Aturan Jam Penyewaan Skuter Listrik

Usai Kecelakaan GrabWheels, Pemprov DKI Kaji Aturan Jam Penyewaan Skuter Listrik

Megapolitan
YLKI Minta Grab Hentikan Sementara Penyewaan GrabWheels

YLKI Minta Grab Hentikan Sementara Penyewaan GrabWheels

Megapolitan
Ruko Permata Cimone Dikosongkan, Penghuni Ambil Langkah Hukum

Ruko Permata Cimone Dikosongkan, Penghuni Ambil Langkah Hukum

Megapolitan
Satu Sisi JPO di Pinggir Rel Kereta Kawasan Kalianyar Berdiri Tanpa Pagar Pembatas

Satu Sisi JPO di Pinggir Rel Kereta Kawasan Kalianyar Berdiri Tanpa Pagar Pembatas

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X