Kompas.com - 24/10/2019, 18:12 WIB
Ahmad Yani memeragakan ulang saat ia membunuh Ratum (50) dalam rekonstruksi adegan yang dilakukan Polres Metro Jakarta Utara, Kamis (24/10/2019) KOMPAS.com/JIMMY RAMADHAN AZHARIAhmad Yani memeragakan ulang saat ia membunuh Ratum (50) dalam rekonstruksi adegan yang dilakukan Polres Metro Jakarta Utara, Kamis (24/10/2019)

JAKARTA, KOMPAS.com - Ahmad Yani melarikan diri ke pesantren di kawasan Rangkasbitung, Banten setelah melakukan aksi pembunuhan terhadap Ratum, preman berusia 50 tahun di Cilincing.

Kasubdit Jatanras Ipda Kevin Situmorang mengatakan, pelaku merasa panik usai membunuh korbannya. Ahmad Yani pun bingung mencari lokasi pelarian.

"Jadi dia teringat waktu kecil pernah pesantren di situ, jadi dia ke situ," kata Kevin kepada wartawan di Jalan Kalibaru Timur III, Kalibaru, Cilincing, Jakarta Utara, Kamis (24/10/2019).

Kevin mengatakan, pelaku mulanya berniat singgah sejenak di pesantren itu sebelum melanjutkan pelariannya ke daerah Pemalang, Jawa Tengah.

Sebelum berangkat ke Pemalang, pada Jumat (20/9/2019), Ahmad berniat mengambil uang di Serpong. Namun, ketika tiba di Stasiun Maja, keberadaan Ahmad diendus polisi.

Baca juga: Resahkan Warga, Preman Tewas Dibacok Satgas Kampung

"Pas ditangkap dia berusaha melarikan diri, jadi kami lakukan tindakan tegas terukur (tembak)," ujar Kevin.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Sebelumnya, Ahmad diketahui membacok Ratum lantaran kesal dengan perilaku preman yang mabuk dan mengacak-acak pos tempat ia dan tersangka lain sedang membakar ikan.

Ahmad mengambil celurit yang sudah disiapkan untuk tawuran di lokasi tersebut dan membacok korban di dekat kediamannya.

Ahmad melakukan aksinya bersama dengan sembilan tersangka lainnya. Namun, rekan-rekan Ahmad tidak serta merta melakukan pembacokan lantaran kondisi korban yang sudah sekarat

AM, satu dari delapan rekan Ahmad sudah diamankan Polisi, sementara delapan lainnya masih dalam pencarian.

Adapun para pelaku dikenakan Pasal 340 KUHP subsider Pasal 338 KUHP, lebih subisider Pasal 170 Ayat (2) KUHP Tentang Pembunuhan Berencana dengan ancaman hukuman 20 tahun penjara.

Baca juga: Pengakuan Tersangka Bacok Preman hingga Tewas: Rusuh Orangnya, Lagi Mabuk Acak-acak Pos



Video Rekomendasi

Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Saat Youtuber Savas Fresh Ditangkap Polisi karena Sebut Ibu Atta Halilintar Berutang Rp 500 Juta

Saat Youtuber Savas Fresh Ditangkap Polisi karena Sebut Ibu Atta Halilintar Berutang Rp 500 Juta

Megapolitan
Ledakan Terdengar di Sekitar Patal Senayan, Polisi: Kegiatan Simulasi Pengamanan VIP PON XX Papua

Ledakan Terdengar di Sekitar Patal Senayan, Polisi: Kegiatan Simulasi Pengamanan VIP PON XX Papua

Megapolitan
Polisi Selidiki Perampokan Sadis yang Pelakunya Bacok Korban di Cipulir Jaksel

Polisi Selidiki Perampokan Sadis yang Pelakunya Bacok Korban di Cipulir Jaksel

Megapolitan
Manajer Holywings Jadi Tersangka, Wagub DKI: Pelajaran Bagi Semua, Jangan Anggap Enteng...

Manajer Holywings Jadi Tersangka, Wagub DKI: Pelajaran Bagi Semua, Jangan Anggap Enteng...

Megapolitan
Jumat Malam, Warga di Sekitar Patal Senayan Mengaku Dengar Ledakan

Jumat Malam, Warga di Sekitar Patal Senayan Mengaku Dengar Ledakan

Megapolitan
Pemprov DKI Tetap Buka Layanan Vaksinasi Covid-19 di Faskes pada Akhir Pekan

Pemprov DKI Tetap Buka Layanan Vaksinasi Covid-19 di Faskes pada Akhir Pekan

Megapolitan
Informasi Hoaks Jadi Penyebab Sebagian Warga Jakarta Enggan Divaksin Covid-19

Informasi Hoaks Jadi Penyebab Sebagian Warga Jakarta Enggan Divaksin Covid-19

Megapolitan
Perampokan Handphone Sadis di Cipulir, Pelaku Dorong dan Bacok Korban yang Berjalan Sendirian

Perampokan Handphone Sadis di Cipulir, Pelaku Dorong dan Bacok Korban yang Berjalan Sendirian

Megapolitan
Protes PTM SD di Kota Tangerang Belum Digelar, Orangtua Siswa Diminta Bersabar

Protes PTM SD di Kota Tangerang Belum Digelar, Orangtua Siswa Diminta Bersabar

Megapolitan
Hari Kedua Pembukaan Bioskop di Bekasi, Masih Sepi Pengunjung

Hari Kedua Pembukaan Bioskop di Bekasi, Masih Sepi Pengunjung

Megapolitan
Perampok Sadis Bacok Tangan Perempuan yang Jalan Sendirian, Rampas Handphone

Perampok Sadis Bacok Tangan Perempuan yang Jalan Sendirian, Rampas Handphone

Megapolitan
Polisi: Pengendara Mobil yang Tabrak Pemotor hingga Patah Kaki di Rawa Buntu Tidak Mabuk

Polisi: Pengendara Mobil yang Tabrak Pemotor hingga Patah Kaki di Rawa Buntu Tidak Mabuk

Megapolitan
Tuduh Ibu Atta Halilintar Berhutang Rp 500 Juta, Youtuber Savas Dijerat UU ITE

Tuduh Ibu Atta Halilintar Berhutang Rp 500 Juta, Youtuber Savas Dijerat UU ITE

Megapolitan
Kronologi Pengendara Honda HRV Tabrak 3 Pemotor di Rawa Buntu

Kronologi Pengendara Honda HRV Tabrak 3 Pemotor di Rawa Buntu

Megapolitan
Berbagai Aturan Dilonggarkan, Seperti Apa Situasi Covid-19 Terkini di Jakarta?

Berbagai Aturan Dilonggarkan, Seperti Apa Situasi Covid-19 Terkini di Jakarta?

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.