FDTJ: Ketika Ada Ojek Online Kita Gagap, Ada Skuter Listrik Gagap Lagi

Kompas.com - 28/11/2019, 18:38 WIB
Ilustrasi pengguna skuter listrik di Jakarta wartakota.tribunnews.comIlustrasi pengguna skuter listrik di Jakarta

JAKARTA, KOMPAS.com - Co-Founder Forum Diskusi Transportasi Jakarta (FDTJ) Yuza Permana mengatakan, Indonesia masih kekurangan pendidikan tentang lalu lintas.

Kurangnya pendidikan lalu lintas membuat masyarakat, bahkan pemangku jabatan bingung membuat regulasi ketika ada kendaraan baru beroperasi di Jakarta.

"Kalau masalah mendasar seperti ini tidak diselesaikan, nanti ketika ada kendaraan baru akan terulang lagi. Ketika ada ojek online kita gagap, ada kendaraan baru kita gagap lagi. Itu peradaban, sudah benar belum kita?" kata Yuza dalam diskusi Hari Peringatan Sedunia untuk Korban Kecelakaan Lalu Lintas di kawasan Wahid Hasyim, Jakarta Pusat, Kamis (28/11/2019).

Baca juga: Polisi Dinilai Tak Punya Dasar Hukum Larang dan Tilang Skuter Listrik di Jalur Sepeda

Menurut dia, pemerintah dan polisi kerap gagap dan terburu-buru membuat aturan ketika sudah ada korban yang berjatuhan karena transportasi baru.

Ia mencontohkan, masalah skuter listrik yang beroperasi di jalan raya dan kemudian memakan korban mengakibatkan pada pembatasan tempat beroperasinya kendaraan itu.

"Jangan sampai barang yang selama ini enggak masalah jadi bermasalah gara-gara ada kasus kecelakan kemarin itu. Jangan sampai karena ada suatu kejadian orang dilarang semuanya, jadi bingung," tuturnya.

Baca juga: Beda Pendapat Dishub DKI dan Polisi Soal Aturan Skuter Listrik

Yuza melanjutkan, posisi skuter listrik sama seperti ojek online ketika baru muncul karena belum dikenal. Padahal, di luar negeri kendaraan tersebut sudah familiar.

"Kalau di luar negeri prinsipnya, kalau dia di trotoar kecepatannya setara dengan pejalan kaki, artinya 5 kilometer per jam. Mobil listrik tapi begitu pelan banget, kalau di indonesia sebaiknya karena dia diposisikan sebagai angkutan jarak dekat, tempatkan saja seperti sepeda," jelas Yuza.

Skuter listrik kini tidak diperkenankan melintas di jalur sepeda karena dirasa menganggu keamanan dan kenyamanan pengguna sepeda di jalurnya.

Kepala Dinas Perhubungan DKI Jakarta Syafrin Liputo mengatakan, larangan tersebut hanya berlaku bagi skuter komersil seperti GrabWheels yang dioperasikan Grab.

"Jadi, untuk pelarangan skuter listrik kita ketahui ada salah satu operator skuter listrik operasionalnya ganggu keselamatan keamanan, kenyamanan pengguna jalan," ucap Syafrin di gedung DPRD DKI Jakarta, Rabu (27/11/2019).

Menurut Syafrin, keberadaan skuter listrik akan menghambat sepeda yang akan melintas di jalur tersebut. 

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Ribet Banget Drama Gerindra dan PKS Pilih Wagub DKI

Ribet Banget Drama Gerindra dan PKS Pilih Wagub DKI

Megapolitan
Siwi Sidi Laporkan Akun @digeeembok, Polisi akan Periksa 11 Saksi

Siwi Sidi Laporkan Akun @digeeembok, Polisi akan Periksa 11 Saksi

Megapolitan
Asal Usul Koteka, Pakaian Khas Suku Dhani hingga Pernah Dirazia Zaman Orba

Asal Usul Koteka, Pakaian Khas Suku Dhani hingga Pernah Dirazia Zaman Orba

Megapolitan
4 Pengakuan Lutfi Alfiandi, Sengaja Bawa Bendera hingga Disiksa Polisi

4 Pengakuan Lutfi Alfiandi, Sengaja Bawa Bendera hingga Disiksa Polisi

Megapolitan
Fakta Pengeroyokan Tukang Parkir di BSD yang Tak Setor Jatah Bulanan

Fakta Pengeroyokan Tukang Parkir di BSD yang Tak Setor Jatah Bulanan

Megapolitan
Utak-atik Calon Wagub DKI Jakarta, Sampai Kapan Anies 'Menjomblo'?

Utak-atik Calon Wagub DKI Jakarta, Sampai Kapan Anies "Menjomblo"?

Megapolitan
Banjir di Cikini Dianggap karena Saluran Air Buruk

Banjir di Cikini Dianggap karena Saluran Air Buruk

Megapolitan
Keroyok Pelajar hingga Tewas, Seorang Siswa Ditangkap Polisi di Lingkungan Sekolah

Keroyok Pelajar hingga Tewas, Seorang Siswa Ditangkap Polisi di Lingkungan Sekolah

Megapolitan
Jakarta Banjir, Pemprov DKI Sebut Banyak Pelanggaran Tata Ruang

Jakarta Banjir, Pemprov DKI Sebut Banyak Pelanggaran Tata Ruang

Megapolitan
5 Fakta Kerusakan SDN Samudrajaya 04 Bekasi

5 Fakta Kerusakan SDN Samudrajaya 04 Bekasi

Megapolitan
Tolak Eksepsi Enam Aktivis Papua, Jaksa Sebut Pengacara Tidak Paham Sistematika Hukum

Tolak Eksepsi Enam Aktivis Papua, Jaksa Sebut Pengacara Tidak Paham Sistematika Hukum

Megapolitan
[POPULER JABODETABEK] Dua Cawagub DKI yang Baru | Pramugari Garuda Indonesia Siwi Sidi Diperiksa

[POPULER JABODETABEK] Dua Cawagub DKI yang Baru | Pramugari Garuda Indonesia Siwi Sidi Diperiksa

Megapolitan
Tabrakan Adu Banteng dengan Bus di Cikarang, Pengendara Motor Tewas

Tabrakan Adu Banteng dengan Bus di Cikarang, Pengendara Motor Tewas

Megapolitan
BMKG: Selasa Pagi, Sebagian Jakarta Hujan

BMKG: Selasa Pagi, Sebagian Jakarta Hujan

Megapolitan
Pembobol ATM di Pondok Aren Klaim Gunakan Uang Curian untuk Santunan

Pembobol ATM di Pondok Aren Klaim Gunakan Uang Curian untuk Santunan

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X