Kompas.com - 11/12/2019, 17:33 WIB
Mobil Mercedes Benz di Jakarta Selatan ditempel stiker tanda penunggak pajak, Rabu (11/12/2019) KOMPAS.COM/WALDA MARISONMobil Mercedes Benz di Jakarta Selatan ditempel stiker tanda penunggak pajak, Rabu (11/12/2019)
|

JAKARTA, KOMPAS.com - Satuan petugas Suku Badan Retribusi dan Pajak Daerah (Suban PRD) Jakarta Selatan dan Samsat Jakarta Selatan menelusuri rumah pemilik mobil mewah yang menunggak pajak kendaraan.

Mereka menelusuri rumah yang beralamat kawasan Gandaria Utara, Jakarta Selatan ini memiliki mobil dengan jenis Mercedes Benz seri C-63.

Kepala Unit Pelayanan Pajak Kendaraan Bermotor dan Bea Balik Nama Kendaraan Bermotor (PKB BBNKB) Jakarta Selatan Khairil Anwar mengatakan, mobil mewah ini telah menunggak pajak selama tiga tahun.

"Kendaraan ini sudah tiga tahun belum membayar PKB dengan nilai pajak sekitar Rp 81 juta," kata Khairil saat melangsungkan giat razia door to door di Gandaria Utara, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Rabu (11/12/2019).

Baca juga: 5,1 Juta Kendaraan di Jakarta Tunggak Pajak, Paling Banyak Sepeda Motor

Pihaknya pun memasang stiker bertuliskan "Objek pajak ini belum melunasi kewajiban pajak daerah sesuai dengan Intruksi Gubernur (Ingub) Provinsi DKI Jakarta Nomor 105 Tahun 2016".

Terima kasih telah membaca Kompas.com.
Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Saat penempelan stiker, sang pemilik mobil yang bernama Ratih juga terlihat bersama Khairil. Kepada Khairil dia berjanji akan membayarkan pajak sebesar Rp 81 juta.

"Insya Allah akan saya bayarkan Pak," kata Ratih.

Ratih mengaku kesulitan untuk membayarkan pajak karena biaya yang terlalu mahal. Terlebih keadaan ekonominya pihak keluarga Ratih dalam keadaan kesulitan pada tahun 2016.

"Karena kondisi keuangan pada tahun 2016 itu sedang menurun, karena saya punya usaha tutup semua. Itu saja faktor utamanya sehingga kesulitan membayar," kata dia.

Dia juga mengaku tidak pernah menggunakan mobil tersebut sejak tahun 2016.

"Memang sudah jarang dipakai karena pajaknya sudah tidak," kata Ratih.



Video Rekomendasi

Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Terjadi Lagi, Truk Tabrak Warung di Ciputat karena Tak Kuat Tanjak Jalan Layang Tol

Terjadi Lagi, Truk Tabrak Warung di Ciputat karena Tak Kuat Tanjak Jalan Layang Tol

Megapolitan
Rumah Dinas Lurah Batu Ampar Jaktim Kebakaran, Api Diduga dari Puntung Rokok

Rumah Dinas Lurah Batu Ampar Jaktim Kebakaran, Api Diduga dari Puntung Rokok

Megapolitan
Gara-gara Sopir Adukan Pungli di Tanjung Priok ke Jokowi, Truk Dilempar Batu

Gara-gara Sopir Adukan Pungli di Tanjung Priok ke Jokowi, Truk Dilempar Batu

Megapolitan
Eks Dirut Garuda Ari Askhara Divonis 1 Tahun Penjara dan Denda Rp 300 Juta, Kejari Pikir-pikir Ajukan Banding

Eks Dirut Garuda Ari Askhara Divonis 1 Tahun Penjara dan Denda Rp 300 Juta, Kejari Pikir-pikir Ajukan Banding

Megapolitan
Hari Ini, 116 Warga di Atas Usia 18 Tahun Disuntik Vaksin Covid-19 di Palmerah

Hari Ini, 116 Warga di Atas Usia 18 Tahun Disuntik Vaksin Covid-19 di Palmerah

Megapolitan
Video Viral Pungli Pakai Kantong Kresek di Pelabuhan Tanjung Priok, Polisi Sebut Kejadian Lama

Video Viral Pungli Pakai Kantong Kresek di Pelabuhan Tanjung Priok, Polisi Sebut Kejadian Lama

Megapolitan
Viral Video Kaca Truk Dirusak, Polisi Sebut Pelakunya Bukan Oknum Pungli

Viral Video Kaca Truk Dirusak, Polisi Sebut Pelakunya Bukan Oknum Pungli

Megapolitan
Divonis 1 Tahun Penjara dan Denda Rp 300 Juta, Eks Dirut Garuda Ari Askhara Pikir-pikir untuk Banding

Divonis 1 Tahun Penjara dan Denda Rp 300 Juta, Eks Dirut Garuda Ari Askhara Pikir-pikir untuk Banding

Megapolitan
Polda Metro Tegaskan Bakal Tindak Anggotanya jika Terlibat Pungli di Tanjung Priok

Polda Metro Tegaskan Bakal Tindak Anggotanya jika Terlibat Pungli di Tanjung Priok

Megapolitan
RSUD Kemayoran Hampir Penuh, Tersisa 2 Tempat Tidur untuk Pasien Covid-19

RSUD Kemayoran Hampir Penuh, Tersisa 2 Tempat Tidur untuk Pasien Covid-19

Megapolitan
Langgar Aturan PPKM, Bar di Kemang Ditutup Sementara

Langgar Aturan PPKM, Bar di Kemang Ditutup Sementara

Megapolitan
Perwakilan Dinsos hingga Dukcapil Juga Ditempatkan di Posko PPDB Bekasi

Perwakilan Dinsos hingga Dukcapil Juga Ditempatkan di Posko PPDB Bekasi

Megapolitan
Cerita Orangtua Azmi Ramadan, Kondisi Anaknya Pernah Dimanfaatkan Penipu Bermodus Galang Dana

Cerita Orangtua Azmi Ramadan, Kondisi Anaknya Pernah Dimanfaatkan Penipu Bermodus Galang Dana

Megapolitan
Peredaran 1,1 Ton Sabu Jaringan Timur Terungkap karena Tulisan Mencurigakan pada Kemasan

Peredaran 1,1 Ton Sabu Jaringan Timur Terungkap karena Tulisan Mencurigakan pada Kemasan

Megapolitan
Kapolri: 1,1 Ton Sabu Milik Sindikat Timur Tengah Akan Diedarkan di Jakarta dan Jabar

Kapolri: 1,1 Ton Sabu Milik Sindikat Timur Tengah Akan Diedarkan di Jakarta dan Jabar

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X