Antisipasi Banjir, Underpass Kemayoran Dipasang Pile Scale

Kompas.com - 04/02/2020, 22:23 WIB
Banjir yang menggenangi Underpass Gandhi, Kemayoran, Jakarta Pusat, surut pada Minggu (26/1/2020) malam. Petugas Pemprov DKI Jakarta tampak membersihkan underpass tersebut. DOK. PEMPROV DKI JAKARTABanjir yang menggenangi Underpass Gandhi, Kemayoran, Jakarta Pusat, surut pada Minggu (26/1/2020) malam. Petugas Pemprov DKI Jakarta tampak membersihkan underpass tersebut.

JAKARTA, KOMPAS.com - Untuk mengantisipasi banjir, underpass Kemayoran, Jakarta Pusat, dipasang pile scale atau alat ukur ketinggian air. Ada dua pile scale yang dipasang.

Pemasangan pile scale itu bertujuan untuk memudahkan pemantauan tinggi air ketika underpass Kemayoran tergenang akibat banjir.

"Dengan adanya pile scale ini, kami mengetahui berapa ketinggian air ketika tergenang, sehingga kami dapat membuat laporan yang lebih akurat," ujar Trimo (34), staff unit hidrologi dan kualitas air Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Ciliwung Cisadane, Selasa (4/2/2020) siang.

Sekitar 10 staff BBWS Ciliwung Cisadane tampak memasang pile scale di pilar underpass Kemayoran.

Baca juga: Banjir Surut, Underpass Kemayoran Sudah Bisa Dilalui

 

Salah satu staff operasional dan pemeliharaan BBWS Ciliwung Cisadane, Dadang Iswono (37) berujar, pile scale biasa dipasang di sungai dan waduk. Pemasangan pile scale di underpass Kemayoran lantaran kondisi khusus.

Hal itu karena underpass Kemayoran menjadi langganan banjir yang cukup tinggi apabila terjadi hujan deras.

" Pile scale ini nanti dipasang dua tempat, yakni di pilar jalan arah Kemayoran dan pilar jalan arah Sunter. Sistemnya, apabila di salah satu pilar sudah surut, kami bisa lihat ketinggian air dengan pile scale di pilar satunya," ujar Dadang.


Dadang menambahkan, apabila ketinggian air di salah satu pilar masih 0 meter, maka ketinggian air di pilar lainnya masih tergenang. Hal ini karena perbedaan tinggi jalan antara satu pilar dengan lainnya karena titik terendah air berada di tengah underpass.

Selain pemasangan pile scale, antisipiasi lain yang dilakukan adalah memperbanyak pompa air.

Menurut Trimo (34) , penyebab banjir menerjang karena tingginya curah hujan serta pompa air yang tidak mampu membuang air serta tidak berfungsi.

Baca juga: Sekda Sarankan PPK Evaluasi Sistem Drainase di Underpass Kemayoran

 

Untuk mencegah banjir di underpass Kemayoran, kata dia, perlu penambahan pompa penyedot air serta penambahan saluran air atau drainase.

"Jadi selain faktor alam dan pompa yang tidak berfungsi, masyarakat juga kurang disiplin lantaran masih banyak yang membuang sampah sembarangan," ujar Trimo.



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Dituntut Tiga Tahun, Lucinta Luna Jalani Sidang Vonis Hari Ini

Dituntut Tiga Tahun, Lucinta Luna Jalani Sidang Vonis Hari Ini

Megapolitan
Ambulans bagi Pasien Covid-19 Gratis, Begini Prosedurnya

Ambulans bagi Pasien Covid-19 Gratis, Begini Prosedurnya

Megapolitan
PSMBK Kota Bogor, Zona Merah, dan Angka Kematian yang Meningkat

PSMBK Kota Bogor, Zona Merah, dan Angka Kematian yang Meningkat

Megapolitan
Anies Klaim Sudah Sediakan 100 Rumah Sakit Rujukan bagi Pasien Covid-19

Anies Klaim Sudah Sediakan 100 Rumah Sakit Rujukan bagi Pasien Covid-19

Megapolitan
5 dari 20 Daerah dengan Kasus Kematian Covid-19 Lebih dari 100 Ada di Jakarta

5 dari 20 Daerah dengan Kasus Kematian Covid-19 Lebih dari 100 Ada di Jakarta

Megapolitan
Anies: Isolasi Mandiri Bisa Dilakukan Sendiri atau Lewat Fasilitas Pemerintah

Anies: Isolasi Mandiri Bisa Dilakukan Sendiri atau Lewat Fasilitas Pemerintah

Megapolitan
Polisi Cekal dan Blokir KTP Cai Changpan yang Kabur dari Lapas Tangerang

Polisi Cekal dan Blokir KTP Cai Changpan yang Kabur dari Lapas Tangerang

Megapolitan
Pesawat Kembali karena Gangguan Teknis, Lion Air Minta Maaf

Pesawat Kembali karena Gangguan Teknis, Lion Air Minta Maaf

Megapolitan
Wagub DKI: Jangan Hanya Lihat Penyebaran Kasus Covid-19, Lihat Juga Angka Kesembuhan

Wagub DKI: Jangan Hanya Lihat Penyebaran Kasus Covid-19, Lihat Juga Angka Kesembuhan

Megapolitan
Bisnis Gelap Lomba Lari Liar, Kucing-Kucingan dengan Polisi hingga Bongkar 'Rahasia Dapur'

Bisnis Gelap Lomba Lari Liar, Kucing-Kucingan dengan Polisi hingga Bongkar "Rahasia Dapur"

Megapolitan
Polisi Lengkapi Berkas Perkara Kasus Pesta Seks Sejenis di Apartemen

Polisi Lengkapi Berkas Perkara Kasus Pesta Seks Sejenis di Apartemen

Megapolitan
89 Persen Kelurahan di Depok Zona Merah, Ini Datanya

89 Persen Kelurahan di Depok Zona Merah, Ini Datanya

Megapolitan
Tersisa 22 Persen Tempat Tidur Isolasi dan 19 Persen Tempat Tidur ICU bagi Pasien Covid-19 di Jakarta

Tersisa 22 Persen Tempat Tidur Isolasi dan 19 Persen Tempat Tidur ICU bagi Pasien Covid-19 di Jakarta

Megapolitan
[POPULER JABODETABEK] Bahaya di Balik Manisnya Bola-bola Boba | Kabur dari Lapas, Cai Changpan Sempat ke Rumahnya

[POPULER JABODETABEK] Bahaya di Balik Manisnya Bola-bola Boba | Kabur dari Lapas, Cai Changpan Sempat ke Rumahnya

Megapolitan
Sederet Fakta Baru Kaburnya Terpidana Mati Cai Changpan dari Lapas Tangerang

Sederet Fakta Baru Kaburnya Terpidana Mati Cai Changpan dari Lapas Tangerang

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X