Bersihkan Radiasi, Tim Keruk Tanah di Batan Indah hingga Satu meter

Kompas.com - 18/02/2020, 15:27 WIB
Petugas Badan Pengawas Tenaga Nuklir (Bapeten) melakukan proses dekontaminasi tanah, yaitu memantau dan mengeruk tanah yang terpapar radiasi radioaktif caesium 137 di lahan kosong kawasan Perumahan Batan Indah, Kademangan, Setu, Tangerang Selatan, Selasa (18/2/2020). Kepala BATAN, Anhar Riza Antariksawan memastikan temuan Bapeten tentang adanya zat radioaktif di lahan kosong kawasan Perumahan Batan tidak berasal dari kecelakaan atau kebocoran reaktor riset G.A. Siwabessy, dan hingga saat ini reaktor yang dioperasikan sejak 1987 tersebut tetap beroperasi dengan aman dan lancar. total sudah lebih dari 115 drum sampel tanah di lahan kosong tersebut dikeruk untuk diperiksa di laboratorium Pusat Teknologi Limbah Radioaktif (PTLR) Batan. KOMPAS.com/GARRY LOTULUNGPetugas Badan Pengawas Tenaga Nuklir (Bapeten) melakukan proses dekontaminasi tanah, yaitu memantau dan mengeruk tanah yang terpapar radiasi radioaktif caesium 137 di lahan kosong kawasan Perumahan Batan Indah, Kademangan, Setu, Tangerang Selatan, Selasa (18/2/2020). Kepala BATAN, Anhar Riza Antariksawan memastikan temuan Bapeten tentang adanya zat radioaktif di lahan kosong kawasan Perumahan Batan tidak berasal dari kecelakaan atau kebocoran reaktor riset G.A. Siwabessy, dan hingga saat ini reaktor yang dioperasikan sejak 1987 tersebut tetap beroperasi dengan aman dan lancar. total sudah lebih dari 115 drum sampel tanah di lahan kosong tersebut dikeruk untuk diperiksa di laboratorium Pusat Teknologi Limbah Radioaktif (PTLR) Batan.

TANGERANG SELATAN, KOMPAS.com - Proses pembersihan pada tanah yang terpapar radiasi nuklir jenis caesium 137 di lahan kosong kawasan Perumahan Batan Indah, Kademangan, Setu, Tangerang Selatan, terus dilakukan.

Dari dekontaminasi yang telah dilakukan selama hari ke enam, tim dari Badan Tenaga Nuklir (Batan) telah mengeruk kedalaman tanah yang terkonaminasi hingga 80 sentimeter.

Kepala Biro Hukum, Humas dan Kerjasama Batan Heru Umbara mengatakan, diperkirakan pengerukan pada tanah tersebut akan dilakukan hingga kedalaman sekitar satu meter.

Baca juga: Bapeten: Paparan Radiasi Radioaktif di Batan Indah Menurun, Air Tanah Bebas dari Kontaminasi

Hal itu guna memastikan tidak adanya tanah yang masih terkontaminasi.

"Sekarang sudah (kedalaman) 80 sentimeter. Mungkin akan meneruskan sampai benar-benar satu meter. Tadi saya sudah berkoordinasi dengan tim supaya betul-betul bersih lagi," kata Heru saat ditemui di lokasi, Selasa (18/2/2020).

Hasil dekontaminasi selama enam hari telah dibawa ke Pusat Teknologi Limbah Radioaktif (PTLR) Batan untuk dilakukan penelitian.

Menurut Heru, nantinya tim dari Batan kembali melakukan pemetaan pada titik radiasi radioaktif di lahan tersebut.

"Sehabis itu kita lakukan mapping berikutnya untuk menentukan langkah selanjutnya. Jika pengukuran dapat menunjukan nilai yang kita harapkan, kita akan hentikan, tapi kalau masih melakukan penelitian dan masih ada kita akan lakukan (pengerukan) lagi," ucapnya.

Baca juga: Alasan Polri Turunkan Gegana Selidiki Limbah Radioaktif di Tangsel

Bapeten sebelumnya telah memastikan tidak adanya kontaminasi terhadap air di perumahan tersebut. Dengan demikian, warga tidak perlu khawatir menggunakan air tanah.

Temuan radiasi nuklir itu bermula pada akhir Januari lalu saat Bapeten mencoba alat pendeteksi radiasi yang baru dibeli.

Halaman:


25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Cegah Pelajar Ikut Demo, Polda Metro Panggil Kepala Sekolah Se-Jabodetabek

Cegah Pelajar Ikut Demo, Polda Metro Panggil Kepala Sekolah Se-Jabodetabek

Megapolitan
25 Rumah di Belakang Senayan City Terbakar, Diduga akibat Korsleting Listrik

25 Rumah di Belakang Senayan City Terbakar, Diduga akibat Korsleting Listrik

Megapolitan
Melukai Seorang Ibu di JPO TB Simatupang, Perampok Ditangkap Warga

Melukai Seorang Ibu di JPO TB Simatupang, Perampok Ditangkap Warga

Megapolitan
Libur Panjang, Simak Persyaratan Dokumen Perjalanan yang Perlu Disiapkan di Bandara Soekarno-Hatta

Libur Panjang, Simak Persyaratan Dokumen Perjalanan yang Perlu Disiapkan di Bandara Soekarno-Hatta

Megapolitan
Sekel Gondangdia Terkejut Temukan Ular Sanca 2 Meter di Kolong Meja Ruangannya

Sekel Gondangdia Terkejut Temukan Ular Sanca 2 Meter di Kolong Meja Ruangannya

Megapolitan
Pemprov DKI Hanya Mampu Awasi Ruang Publik, Warga Diminta Patuhi Protokol Kesehatan di Rumah

Pemprov DKI Hanya Mampu Awasi Ruang Publik, Warga Diminta Patuhi Protokol Kesehatan di Rumah

Megapolitan
Bunuh PSK yang Disewanya di Bekasi, Seorang Pria Ditangkap

Bunuh PSK yang Disewanya di Bekasi, Seorang Pria Ditangkap

Megapolitan
Libur Panjang, Penumpang Kereta Diimbau Rapid Test H-1 Keberangkatan

Libur Panjang, Penumpang Kereta Diimbau Rapid Test H-1 Keberangkatan

Megapolitan
Jelang Libur Panjang, Anies Imbau Warga Tak Copot Masker Saat Kumpul Keluarga

Jelang Libur Panjang, Anies Imbau Warga Tak Copot Masker Saat Kumpul Keluarga

Megapolitan
Pemkot Depok Akan Sediakan Lebih dari 1.600 Titik Wifi Gratis di Setiap RW untuk Belajar Online

Pemkot Depok Akan Sediakan Lebih dari 1.600 Titik Wifi Gratis di Setiap RW untuk Belajar Online

Megapolitan
2 Pencari Suaka Asal Afganistan Positif Covid-19, Puluhan WNA Lain Akan Dites Swab

2 Pencari Suaka Asal Afganistan Positif Covid-19, Puluhan WNA Lain Akan Dites Swab

Megapolitan
Diminta Bongkar Bangunan di Bantaran Kali Poncol, Warga Diberi Waktu hingga Minggu Kedua November

Diminta Bongkar Bangunan di Bantaran Kali Poncol, Warga Diberi Waktu hingga Minggu Kedua November

Megapolitan
2 Pencari Suaka Asal Afganistan Positif Covid-19, Kini Jalani Isolasi di Tangsel

2 Pencari Suaka Asal Afganistan Positif Covid-19, Kini Jalani Isolasi di Tangsel

Megapolitan
Ini Kronologi WN Ghana Ditusuk hingga Tewas di Apartemen Kawasan Kebon Jeruk

Ini Kronologi WN Ghana Ditusuk hingga Tewas di Apartemen Kawasan Kebon Jeruk

Megapolitan
Kebakaran di Belakang Senayan City, 25 Rumah Hangus Terbakar

Kebakaran di Belakang Senayan City, 25 Rumah Hangus Terbakar

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X