Lurah Cilincing Sebut Sudah Lima Kali Warga Kebanjiran Sejak Ada Rumah Pompa Bulak Cabe

Kompas.com - 27/02/2020, 09:47 WIB
Rumah Pompa Bulak Cabe yang jadi sasaran amukan warga Cilincing karena sebabkan banjir di permukiman, Rabu (26/2/2020) KOMPAS.COM/JIMMY RAMADHAN AZHARIRumah Pompa Bulak Cabe yang jadi sasaran amukan warga Cilincing karena sebabkan banjir di permukiman, Rabu (26/2/2020)

JAKARTA, KOMPAS.com - Lurah Cilincing Sugiman mengatakan, setidaknya sudah lima kali empat RW di wilayahnya terendam banjir sejak Rumah Pompa Bulak Cabe selesai dibangun.

"Mereka merasa kecewa terhadap proses pengoperasian rumah pompa. Di kelurahan Cilincing sudah lima kali kebanjiran," kata Sugiman saat dikonfirmasi, Kamis (27/2/2020)

Sugiman mengatakan, rumah pompa tersebut dibangun sekitar bulan Juli 2019 dan selesai di akhir tahun 2019.

Baca juga: Bangun Sodetan di Sekitar Rumah Pompa Bulak Cabe, 5 Rumah Harus Digusur

Selama masa pembangunan, tidak pernah terjadi gejolak apapun di tengah masyarakat karena selama periode itu hujan tak pernah turun.

Namun setelah hujan deras menerpa di awal tahun 2020, warga mulai merasakan dampaknya di tengah permukiman mereka.

"Dari dulu sudah ada banjir, cuma waktu surutnya aja yang meningkat. Ini kalau dulu enggak sampai sehari udah surut," ucap Sugiman.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Sugiman menjelaskan, Kawasan Cilincing ini merupakan saluran air terakhir dari berbagai wilayah di Jakarta. 

"Dari Semper Timur, Semper Barat, Sukapura, dari KBN, kelapa Gading terakhirnya di sini," ujar Sugiman.

Kiriman air yang begitu besar itulah yang akhirnya limpas dan merendam RW 005, 006, 007, dan 009 Kelurahan Cilincing.

Banjir terparah terjadi pada hari Minggu (23/2/2020). Banjir merendam permukiman warga selama tiga hari berturut-turut hingga Selasa (25/2/2020).

Akhirnya warga yang marah melampiaskan rasa kesal mereka dengan menyerang Rumah Pompa Bulak Cabe itu.

"Kita mendatangi warga. Mereka menyampaikan tentang penanganan banjir. Mereka minta sodetan dan menambah pompa mobile," ujar Sugiman.

Baca juga: Setelah Rumah Pompa Bulak Cabe Diamuk Warga, Pemerintah Bangun Sodetan Atasi Banjir

Adapun pembangunan sodetan ini dilakukan sejak kemarin. sodetan itu nantinya akan mengalirkan air dari Kali Gendong dan Kali Cakung Lama menuju Kali Cakung Drain sehingga air tidak hanya bertumpu di Rumah Pompa Bulak Cabe.

Dalam pembangunan rumah pompa ini, setidaknya lima rumah liar harus digusur dan warga yang tinggal di sana direlokasi ke Rusun Marunda.



Video Rekomendasi

Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Sidang Putusan Polusi Udara Jakarta Ditunda Lagi, Kali Ini akibat Klaster Covid-19

Sidang Putusan Polusi Udara Jakarta Ditunda Lagi, Kali Ini akibat Klaster Covid-19

Megapolitan
Pusingnya Calon Pengantin Menikah Saat PPKM Diperketat, Resepsi Dirombak Sepekan Sebelum Hari H

Pusingnya Calon Pengantin Menikah Saat PPKM Diperketat, Resepsi Dirombak Sepekan Sebelum Hari H

Megapolitan
Usai Vonis 4 Tahun Penjara, Hakim Beri Opsi ke Rizieq Shihab Minta Pengampunan ke Presiden Jokowi

Usai Vonis 4 Tahun Penjara, Hakim Beri Opsi ke Rizieq Shihab Minta Pengampunan ke Presiden Jokowi

Megapolitan
Lonjakan Kasus Covid-19, Bayi 6 Bulan Terinfeksi, Banyak Pegawai RS dan Keluarga Ikut Terpapar

Lonjakan Kasus Covid-19, Bayi 6 Bulan Terinfeksi, Banyak Pegawai RS dan Keluarga Ikut Terpapar

Megapolitan
Dinkes Tangsel: Puskesmas Layani Vaksinasi Warga Usia 18 Tahun ke Atas Setelah 29 Juni

Dinkes Tangsel: Puskesmas Layani Vaksinasi Warga Usia 18 Tahun ke Atas Setelah 29 Juni

Megapolitan
Tes Swab Antigen di Stasiun, 24 Calon Penumpang KRL Reaktif Covid-19

Tes Swab Antigen di Stasiun, 24 Calon Penumpang KRL Reaktif Covid-19

Megapolitan
SD di Cempaka Putih dan Johar Baru Disulap Jadi Sentra Vaksinasi

SD di Cempaka Putih dan Johar Baru Disulap Jadi Sentra Vaksinasi

Megapolitan
Menantu Rizieq Shihab Divonis 1 Tahun Terkait Kasus Tes Usap RS Ummi

Menantu Rizieq Shihab Divonis 1 Tahun Terkait Kasus Tes Usap RS Ummi

Megapolitan
Bentrok dengan Simpatisan Rizieq, Polisi Sebut Kendaraannya Sempat Dimasukkan ke Sungai

Bentrok dengan Simpatisan Rizieq, Polisi Sebut Kendaraannya Sempat Dimasukkan ke Sungai

Megapolitan
Sempat Ricuh, Simpatisan Rizieq Shihab Mulai Tinggalkan Flyover Pondok Kopi

Sempat Ricuh, Simpatisan Rizieq Shihab Mulai Tinggalkan Flyover Pondok Kopi

Megapolitan
Divonis 4 Tahun Penjara, Rizieq Shihab: Lawan Terus!

Divonis 4 Tahun Penjara, Rizieq Shihab: Lawan Terus!

Megapolitan
Bentrok dengan Polisi, Simpatisan Rizieq Shihab Berlarian Hindari Semprotan Water Cannon

Bentrok dengan Polisi, Simpatisan Rizieq Shihab Berlarian Hindari Semprotan Water Cannon

Megapolitan
Rizieq Shihab Terbukti Sebar Berita Bohong, Hakim: Nyatakan Sehat meski Tahu Hasil Swab Antigen Reaktif

Rizieq Shihab Terbukti Sebar Berita Bohong, Hakim: Nyatakan Sehat meski Tahu Hasil Swab Antigen Reaktif

Megapolitan
Ini Hal yang Meringankan Vonis Rizieq Shihab dalam Kasus Tes Usap di RS Ummi Bogor

Ini Hal yang Meringankan Vonis Rizieq Shihab dalam Kasus Tes Usap di RS Ummi Bogor

Megapolitan
Ricuh, Massa Simpatisan Rizieq Shihab Lempar Batu, Polisi Tembak Gas Air Mata

Ricuh, Massa Simpatisan Rizieq Shihab Lempar Batu, Polisi Tembak Gas Air Mata

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X