Kompas.com - 17/03/2020, 08:25 WIB
Konferensi pers Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan, Kepala Dinas Perhubungan DKI Jakarta Syafrin Liputo, dan Dirut PT MRT Jakarta William P Sabandar di Pendopo, Balai Kota, Senin (16/3/2020) Dokumentasi IstimewaKonferensi pers Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan, Kepala Dinas Perhubungan DKI Jakarta Syafrin Liputo, dan Dirut PT MRT Jakarta William P Sabandar di Pendopo, Balai Kota, Senin (16/3/2020)

JAKARTA, KOMPAS.com - Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan dan jajarannya melakukan sejumlah upaya untuk mencegah penyebaran virus corona tipe 2 (SARS-CoV-2) penyebab covid-19 di Ibu Kota.

Salah satunya dengan membatasi jam operasional dan armada transportasi umum yang dikelola badan usaha milik Pemprov DKI Jakarta, yakni transjakarta, MRT Jakarta, dan LRT Jakarta.

Kebijakan pembatasan kendaraan umum bertujuan membuat warga tak banyak keluar rumah demi menekan persebaran penyakit covid-19. Warga juga diharapkan bisa menjaga jarak aman satu sama lain (social distancing measure).

Baca juga: Batasi Kapasitas Transportasi Umum, Anies Harap Pengertian Penumpang

Pembatasan jam operasional

Operasional transjakarta, MRT, dan LRT dibatasi pada pukul 06.00-18.00 WIB.

Untuk transjakarta, dari 248 rute bus yang ada dipangkas menjadi hanya 13 rute saja, yakni Koridor 1 sampai Koridor 13. Layanan AMARI (Angkutan Malam Hari) dan bus sekolah juga dihentikan.

Untuk MRT Jakarta, rangkaian kereta yang dioperasikan hanya empat rangkaian dari semula 16 rangkaian. Kereta hanya akan melintas setiap 20 menit sekali dari yang semula setiap 5-10 menit.

Untuk LRT Jakarta, rangkaian kereta yang semula melintas setiap 10 menit, berubah menjadi 30 menit.

Tak hanya jam operasional, penumpang di dalam bus dan kereta juga dibatasi. Tujuannya untuk menjaga jarak aman antarpenumpang di dalam moda transportasi umum itu.

Pembatasan jam operasional ini diberlakukan mulai Senin (16/3/2020) dan akan berlaku selama 14 hari ke depan.

Baca juga: Cegah Covid-19, MRT, LRT, dan Transjakarta Hanya Beroperasi Pk 06.00-18.00

Sebabkan penumpukan penumpang

Pembatasan transportasi umum yang diterapkan Anies nyatanya menimbulkan penumpukan penumpang di banyak lokasi pada Senin kemarin. Social distancing measure pun jauh dari harapan.

Penumpukan penumpang terjadi di Halte Mangga Besar, Halte Kebon Jeruk, Halte Senen, Halte Puri Beta 2, hingga stasiun-stasiun MRT.

"Sama saja bohong enggak sih, membatasi rute dan memperpanjang headway transjakarta, tapi akhirnya malah bikin penumpang numpuk dan tidak ada social distancing?" protes Annisa Putri (24), karyawan sebuah perusahaan swasta di Jakarta.

Annisa bukan satu-satunya orang yang mengalami penumpukan penumpang ketika berangkat kerja menggunakan moda transportasi umum di Jakarta, kemarin.

Baca juga: Anies: Headway MRT Jakarta Kembali 5 Menit pada Rush Hour

Pada Senin pagi, lini masa media sosial sesak oleh laporan gambar banyak penumpang bus transjakarta dan MRT yang terpaksa mengantre panjang dan lama di halte dan stasiun.

Faradila (24) dan Ardelia (23) mengalami nasib serupa dengan moda transportasi berbeda, yakni MRT Jakarta.

Pemindaian penumpang yang lebih ketat di stasiun-stasiun MRT Jakarta membuat antrean calon penumpang mengular panjang.

Ardelia menyerah dan memilih menggunakan taksi online menuju kantornya.

Sementara Faradila tetap mengantre panjang saat cuaca mulai panas, meskipun barisan calon penumpang di Stasiun MRT Fatmawati mengular hingga lahan SPBU di Jalan RA Kartini.

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Ketika Warga Jakarta Ngotot Berziarah Saat Anies Berlakukan Larangan Ziarah Kubur di Libur Lebaran...

Ketika Warga Jakarta Ngotot Berziarah Saat Anies Berlakukan Larangan Ziarah Kubur di Libur Lebaran...

Megapolitan
Tokoh Betawi: Larangan Ziarah Kubur untuk Kemaslahatan

Tokoh Betawi: Larangan Ziarah Kubur untuk Kemaslahatan

Megapolitan
[POPULER JABODETABEK] Anies Ingin Data Warga yang Kembali dari Mudik | Peziarah Paksa Buka TPU Tegal Alur

[POPULER JABODETABEK] Anies Ingin Data Warga yang Kembali dari Mudik | Peziarah Paksa Buka TPU Tegal Alur

Megapolitan
Pemudik Kembali ke Jakarta Wajib Bawa Surat Bebas Covid-19

Pemudik Kembali ke Jakarta Wajib Bawa Surat Bebas Covid-19

Megapolitan
Tiga Remaja Bercanda Transaksi Narkoba Usai Shalat Id, Dibawa ke Kantor Polisi

Tiga Remaja Bercanda Transaksi Narkoba Usai Shalat Id, Dibawa ke Kantor Polisi

Megapolitan
Cegah Lonjakan Kasus Covid-19, Anies Siapkan Dua Lapis Screening Saat Arus Balik

Cegah Lonjakan Kasus Covid-19, Anies Siapkan Dua Lapis Screening Saat Arus Balik

Megapolitan
Jakarta Catat 632 Kasus Baru Covid-19, 30 Pasien Meninggal dalam Sehari

Jakarta Catat 632 Kasus Baru Covid-19, 30 Pasien Meninggal dalam Sehari

Megapolitan
Update: 53 Kasus Baru Covid-19 di Depok

Update: 53 Kasus Baru Covid-19 di Depok

Megapolitan
Hari Kedua Lebaran, Hampir 23.000 Orang Kunjungi TMII

Hari Kedua Lebaran, Hampir 23.000 Orang Kunjungi TMII

Megapolitan
Penyekatan Kendaraan Keluar Jakata Berakhir Malam Ini, Tol Layang MBZ Pun Kembali Dibuka

Penyekatan Kendaraan Keluar Jakata Berakhir Malam Ini, Tol Layang MBZ Pun Kembali Dibuka

Megapolitan
Kebakaran Hanguskan 3 Toko dan 2 Rumah di Jalan Sultan Agung Bekasi

Kebakaran Hanguskan 3 Toko dan 2 Rumah di Jalan Sultan Agung Bekasi

Megapolitan
Polisi Periksa Korban dan Tersangka pada Kasus Tamu Hotel Bobobox Direkam Saat Mandi

Polisi Periksa Korban dan Tersangka pada Kasus Tamu Hotel Bobobox Direkam Saat Mandi

Megapolitan
Proyektil Peluru Ditemukan di Rumah Warga di Pondok Pucung

Proyektil Peluru Ditemukan di Rumah Warga di Pondok Pucung

Megapolitan
Kuota Pengunjung Terpenuhi, Pintu Utama Ancol Ditutup Sementara

Kuota Pengunjung Terpenuhi, Pintu Utama Ancol Ditutup Sementara

Megapolitan
Cerita Natalia Tetap Bekerja Saat Merayakan Lebaran dan Kenaikan Yesus Kristus

Cerita Natalia Tetap Bekerja Saat Merayakan Lebaran dan Kenaikan Yesus Kristus

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X