Cerita Pasien Covid-19 Pertama di Bekasi Berjuang 20 Hari hingga Sembuh

Kompas.com - 03/04/2020, 11:28 WIB
Ilustrasi: perawatan pasien positif terinfeksi virus corona ShutterstockIlustrasi: perawatan pasien positif terinfeksi virus corona
Penulis Cynthia Lova
|

BEKASI, KOMPAS.com - Arief Rahman Hakim, penyintas kasus Covid-19 pertama di Bekasi sudah dapat menghirup udara segar di rumahnya usai 20 hari diisolasi di Rumah Sakit Mitra Keluarga.

Ia melewati banyak hal selama dirawat.

Rasa sakit

Arief bercerita, awalnya ia datang ke rumah sakit karena batuknya tak kunjung sembuh. Beberapa kali ia sesak nafas dan demam tinggi.

Ia kemudian berkonsultasi dengan dokter langganannya. Ia menceritakan perjalanan bisnisnya yang kerap mengelilingi beberapa kota belakangan ini.

Baca juga: Pasien Covid-19 Pertama di Bekasi Sembuh: Terus Berzikir, Baca Buku Motivasi, Tak Lihat Medsos

Paru-paru Arief langsung dirontgen. Dengan cepat, dokter kemudian melakukan swab karena gejala yang dialaminya mengarah ke Covid-19.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Sebelum mengetahui hasil swab, ia dibawa ke satu ruangan isolasi ICU.

Di ruangan itu ia hanya seorang diri dengan bantuan alat pernafasan. Meski telah dibantu alat pernafasan, paru-parunya terus menerus sakit seperti tertusuk paku.

Ia harus tidur telungkup untuk mengurangi rasa sakit. Dokter dan perawat terus bolak balik memberikan obat pereda sakit dan mengecek keadaannya.

Awalnya, Arief sempat bingung semua yang datang mulai dari dokter, perawat hingga cleaning service di rumah sakit mengenakan alat pelindung diri (APD) lengkap.

Baca juga: Aksi Moms UI, Sekelompok Ibu Bagikan Makanan Gratis untuk Mahasiswa Rantau

Dia hanya bisa melihat mata masing-masing orang yang datang ke ruangannya.

“Saya bingung kok semua yang masuk ruangan saya hanya kelihatan mata. Lalu saya berpikir apakah sehina itu saya sampai semuanya ditutupi saat bertemu saya,” ujar Arief dalam benaknya saat itu.

Belakangan, ia mulai mengerti bahwa virus Corona yang ada di tubuhnya bisa berbahaya untuk orang lain.

Motivasi dari dokter dan perawat

Arief mengakui, saat itu memang merasa sangat lemah. Buang air kecil dan besar harus dibantu oleh perawat.

Ia bersyukur pihak rumah sakit mengurusnya dengan baik.

“Mereka baik banget, sangat telaten mengurus saya. Saya senang kenalan dengan mereka,” kata Arief.

Arief mengaku sudah menganggap dokter maupun perawat di rumah sakit itu sebagai sahabat.

Halaman:


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Empat Jam Terperosok di Jalan Boulevard GDC, Truk Pasir Berhasil Dievakuasi

Empat Jam Terperosok di Jalan Boulevard GDC, Truk Pasir Berhasil Dievakuasi

Megapolitan
Proyek Gorong-gorong di Jalan I Gusti Ngurah Rai 10-12 Desember, Ini Rekayasa Lalu Lintasnya

Proyek Gorong-gorong di Jalan I Gusti Ngurah Rai 10-12 Desember, Ini Rekayasa Lalu Lintasnya

Megapolitan
Sopir Mengantuk, Bus Pariwisata Tabrak Pembatas Jalan dan Terguling di Tol Cawang-Grogol

Sopir Mengantuk, Bus Pariwisata Tabrak Pembatas Jalan dan Terguling di Tol Cawang-Grogol

Megapolitan
Bersih-bersih Usai Banjir Rob di Jakut, Petugas Kumpulkan Satu Truk Sampah di Satu RW

Bersih-bersih Usai Banjir Rob di Jakut, Petugas Kumpulkan Satu Truk Sampah di Satu RW

Megapolitan
Adu Mulut antara Anggota DPRD DKI dan Direksi PT Transjakarta soal Rentetan Kecelakaan dalam Sebulan Terakhir

Adu Mulut antara Anggota DPRD DKI dan Direksi PT Transjakarta soal Rentetan Kecelakaan dalam Sebulan Terakhir

Megapolitan
Kilas Balik 17 Tahun Transjakarta, Wajah Baru Transportasi Publik yang Kini Sering Terlibat Kecelakaan

Kilas Balik 17 Tahun Transjakarta, Wajah Baru Transportasi Publik yang Kini Sering Terlibat Kecelakaan

Megapolitan
Ironi Slogan #KiniLebihBaik di Tengah Rentetan Kecelakaan Bus Transjakarta

Ironi Slogan #KiniLebihBaik di Tengah Rentetan Kecelakaan Bus Transjakarta

Megapolitan
Hendak Menyeberang, Pejalan Kaki Tewas Ditabrak Bus Transjakarta

Hendak Menyeberang, Pejalan Kaki Tewas Ditabrak Bus Transjakarta

Megapolitan
Saat Ormas Pemuda Pancasila Depok Geruduk Gedung DPRD, Tuntut Junimart Dipecat

Saat Ormas Pemuda Pancasila Depok Geruduk Gedung DPRD, Tuntut Junimart Dipecat

Megapolitan
Cerita Kurir Paket Temukan Ponsel Paspampres lalu Mengembalikan: Bukan Hak Saya

Cerita Kurir Paket Temukan Ponsel Paspampres lalu Mengembalikan: Bukan Hak Saya

Megapolitan
UPDATE: Nihil Kasus Baru di Kota Tangerang, Tinggal 13 Pasien Covid-19 yang Dirawat

UPDATE: Nihil Kasus Baru di Kota Tangerang, Tinggal 13 Pasien Covid-19 yang Dirawat

Megapolitan
Akhir Kasus Hoaks Babi Ngepet di Depok, Adam Ibrahim Divonis 4 Tahun Penjara

Akhir Kasus Hoaks Babi Ngepet di Depok, Adam Ibrahim Divonis 4 Tahun Penjara

Megapolitan
UPDATE: Tambah Satu Kasus di Tangsel, Tinggal 39 Pasien Covid-19 yang Dirawat

UPDATE: Tambah Satu Kasus di Tangsel, Tinggal 39 Pasien Covid-19 yang Dirawat

Megapolitan
Harga Cabai Rawit dan Minyak Goreng Tinggi, PD Pasar Kota Tangerang Ungkap Penyebabnya

Harga Cabai Rawit dan Minyak Goreng Tinggi, PD Pasar Kota Tangerang Ungkap Penyebabnya

Megapolitan
Capaian Vaksinasi Covid-19 Dosis Pertama di Kota Bekasi Capai 75,55 Persen

Capaian Vaksinasi Covid-19 Dosis Pertama di Kota Bekasi Capai 75,55 Persen

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.