[POPULER JABODETABEK] PSBB Tangerang Raya Dikabulkan | Dualisme Aturan Menkes dan Menhub soal Ojek Online

Kompas.com - 13/04/2020, 10:45 WIB
Polisi melakukan imbauan kepada pengendara mobil untuk dapat mematuhi penerapan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) di kawasan Menteng, Jakarta (11/4/2020). Iimbauan ini dilakukan agar masyarakat menerapkan pembatasan sosial berskala besar (PSBB) selama 14 hari, yang salah satu aturannya adalah pembatasan penumpang kendaraan serta anjuran untuk menggunakan masker jika berkendara. ANTARA FOTO/NOVA WAHYUDIPolisi melakukan imbauan kepada pengendara mobil untuk dapat mematuhi penerapan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) di kawasan Menteng, Jakarta (11/4/2020). Iimbauan ini dilakukan agar masyarakat menerapkan pembatasan sosial berskala besar (PSBB) selama 14 hari, yang salah satu aturannya adalah pembatasan penumpang kendaraan serta anjuran untuk menggunakan masker jika berkendara.
|

JAKARTA, KOMPAS.com - Menyusul Jakarta, sejumlah wilayah di sekitar ibu kota juga akan memberlakukan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB). Bogor, Depok, dan Bekasi mulai resmi menerapkan pada 15 April.

Sementara Tangerang Raya baru mendapat persetujuan dari Menteri Kesehatan Terawan Agus Putranto untuk memberlakukan PSBB.

Berita soal penerapan PSBB di Tangerang Raya ini menjadi berita terpopuler Megapolitan Kompas.com kemarin.

Selain itu, ada pula soal kesimpangsiuran larangan ojek online mengangkut penumpang. Ada dua aturan yang bertolak belakang yakni Permenkes dan Permenhub.

Simpangsiurnya aturan hukum ini membuat aparat kepolisian sebagai pihak pelaksana dan peninda di lapangan kebingungan.

Baca juga: Bogor, Depok, Bekasi Sepakat Lakukan PSBB Serentak Mulai Rabu

Lebih lanjut, berikut empat berita terpopuler Megapolitan Kompas.com sepanjang kemarin:

1. Menkes setujui Tangerang Raya terapkan PSBB

Kementerian Kesehatan Republik Indonesia mengeluarkan keputusan untuk menetapkan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) di wilayah Tangerang Raya.

Wilayah Tangerang Raya meliputi Kabupaten Tangerang, Kota Tangerang dan Kota Tangerang Selatan.

Surat Keputusan Menteri Kesehatan dengan nomor HK.01.07/MENKES/249/2020 tentang penetapan PSBB dibenarkan oleh Kepala Bagian Humas Pemkot Tangerang Buceu Gartina.

"Surat sudah diterima," kata dia saat dikonfirmasi Kompas.com melalui pesan singkat, Minggu (12/4/2020).

Dalam surat yang ditandatangani Menteri Kesehatan Terawan Agus Putranto pada Minggu 12 April 2020 dimuat kewajiban wilayah Tangerang Raya untuk melaksanakan PSBB sesuai dengan perundang-undangan yang berlaku.

Baca juga: Sebelum PSBB Disetujui, Ini Kebijakan yang Sudah Diterapkan Pemkot Tangerang untuk Cegah Covid-19

PSBB dilaksanakan selama masa inkubasi terpanjang virus Covid-19 atau selama 14 hari dan dapat diperpanjang jika masih terdapat bukti penyebaran.

"Keputusan Menteri ini mulai diberlakukan pada tanggal ditetapkan," kata surat tersebut.

Halaman Selanjutnya
Halaman:


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Operasi SAR Sriwijaya Air SJ 182 Kembali Diperpanjang 3 Hari

Operasi SAR Sriwijaya Air SJ 182 Kembali Diperpanjang 3 Hari

Megapolitan
Pemuda Mabuk di Depok Ancam Warga dengan Magasin dan Pisau

Pemuda Mabuk di Depok Ancam Warga dengan Magasin dan Pisau

Megapolitan
Polisi Akan Panggil Pembeli Surat Hasil Tes Covid-19 Palsu

Polisi Akan Panggil Pembeli Surat Hasil Tes Covid-19 Palsu

Megapolitan
Curhat Tetangga Isa Bajaj yang Juga Jadi Korban Pelecehan Seksual di Duren Sawit: Payudara Saya Dibegal

Curhat Tetangga Isa Bajaj yang Juga Jadi Korban Pelecehan Seksual di Duren Sawit: Payudara Saya Dibegal

Megapolitan
Angka Kematian Tinggi, Petugas TPU Jombang Makamkan 6-7 Jenazah Pasien Covid-19 Per Hari

Angka Kematian Tinggi, Petugas TPU Jombang Makamkan 6-7 Jenazah Pasien Covid-19 Per Hari

Megapolitan
Ini yang Harus Dilakukan jika Bergejala Covid-19 Saat Faskes di Jakarta Hampir Penuh

Ini yang Harus Dilakukan jika Bergejala Covid-19 Saat Faskes di Jakarta Hampir Penuh

Megapolitan
Labkesda Bakal Periksa Spesimen Tiap Hari, Depok Terus Genjot Tes PCR Covid-19

Labkesda Bakal Periksa Spesimen Tiap Hari, Depok Terus Genjot Tes PCR Covid-19

Megapolitan
Cuaca Buruk, Temuan Hasil Operasi SAR Sriwijaya Air Hari Ini Hanya Sedikit

Cuaca Buruk, Temuan Hasil Operasi SAR Sriwijaya Air Hari Ini Hanya Sedikit

Megapolitan
Ada Pegawai Positif Covid-19, Kantor Kelurahan Cipinang Melayu Ditutup Sementara

Ada Pegawai Positif Covid-19, Kantor Kelurahan Cipinang Melayu Ditutup Sementara

Megapolitan
Klaster Keluarga Dominasi Kasus Covid-19 di Depok

Klaster Keluarga Dominasi Kasus Covid-19 di Depok

Megapolitan
Terowongan Istiqlal-Katedral Mulai Dibangun 20 Januari Ini

Terowongan Istiqlal-Katedral Mulai Dibangun 20 Januari Ini

Megapolitan
Perjalanan Terpilihnya Marullah Matali sebagai Sekda DKI Jakarta, Berawal dari Lelang Jabatan oleh Anies

Perjalanan Terpilihnya Marullah Matali sebagai Sekda DKI Jakarta, Berawal dari Lelang Jabatan oleh Anies

Megapolitan
Raffi Ahmad Pesta Usai Disuntik Vaksin, Polisi: Tak Ada Unsur Pelanggaran

Raffi Ahmad Pesta Usai Disuntik Vaksin, Polisi: Tak Ada Unsur Pelanggaran

Megapolitan
Jalan Ditutup Imbas Proyek Terowongan Istiqlal-Katedral, Ini Pengalihan Arusnya

Jalan Ditutup Imbas Proyek Terowongan Istiqlal-Katedral, Ini Pengalihan Arusnya

Megapolitan
Satgas Covid-19: Kepatuhan Masyarakat Terapkan Protokol Kesehatan Makin Turun

Satgas Covid-19: Kepatuhan Masyarakat Terapkan Protokol Kesehatan Makin Turun

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X