6 RS Swasta Ditetapkan sebagai Rujukan, Depok Punya 219 Ranjang untuk Pasien Covid-19

Kompas.com - 17/04/2020, 20:07 WIB
RS Puri Cinere Depok yang menjadi lokasi tempat dirawatnya sejumlah penghuni Apartemen Cinere Bellevue, Depok yang sempat terjebak dalam peristiwa kebakaran pada Rabu (5/10/2017) malam Kompas.com/Alsadad RudiRS Puri Cinere Depok yang menjadi lokasi tempat dirawatnya sejumlah penghuni Apartemen Cinere Bellevue, Depok yang sempat terjebak dalam peristiwa kebakaran pada Rabu (5/10/2017) malam

DEPOK, KOMPAS.com – Wali Kota Depok, Mohammad Idris menyampaikan bahwa saat ini wilayahnya memiliki 219 tempat tidur yang dikhususkan bagi penanganan Covid-19.

Jumlah ini bertambah ketimbang catatan pekan lalu, ketika Depok hanya memiliki sekitar 145 tempat tidur khusus penanganan Covid-19.

Jumlah 219 tempat tidur ini dicapai karena terdapat penambahan jumlah rumah sakit rujukan untuk penanganan pasien dalam pengawasan (PDP) maupun pasien terkonfirmasi positif Covid-19.

Baca juga: Penipu Nenek Arpah Divonis 8 Bulan Penjara, Kejari Depok Akan Bading

Dari yang mulanya hanya tiga rumah sakit, yakni RSUD Kota Depok, RS Bhayangkara/Brimob, dan RS Universitas Indonesia (RS UI), saat ini Depok memiliki sembilan rumah sakit yang menangani Covid-19.

Enam rumah sakit tambahan itu yakni RS Puri Cinere, RS Melia Cibubur, RS Hermina, RS Mitra Keluarga, RS Tugu Ibu, dan RS Bunda Margonda. Kesembilan rumah sakit itu telah ditetapkan secara resmi menangani Covid-19 oleh Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil.

Idris berujar, pihaknya kini tengah mengupayakan RS Sentra Medika masuk dalam daftar barusan.

“RS Sentra Medika sedang kami usulkan kembali ke Provinsi Jawa Barat untuk ditetapkan sebagai RS rujukan Covid-19,” ujar Idris melalui keterangan tertulis, Jumat (17/4/2020).

Di samping itu, lanjut Idris, Pemerintah Kota Depok juga sedang berupaya menambah kapasitas tempat tidur untuk pasien Covid-19 di RSUD Kota Depok.

“Kami sedang persiapkan kembali RSUD Kota Depok untuk menambah kapasitas ruang isolasi khusus Covid-19,” ujar Idris.

Kota Depok terus berpacu melawan waktu untuk mengimbangi kecepatan penularan Covid-19 yang belum menunjukkan tanda-tanda mereda sejak perdana diumumkan 2 Maret 2020 lalu.

Halaman Selanjutnya
Halaman:


25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Massa Buruh dan Mahasiswa Demo Tolak UU Cipta Kerja di Patung Kuda

Massa Buruh dan Mahasiswa Demo Tolak UU Cipta Kerja di Patung Kuda

Megapolitan
BEM SI Ultimatum Presiden Jokowi untuk Terbitkan Perppu dalam 8x24 Jam

BEM SI Ultimatum Presiden Jokowi untuk Terbitkan Perppu dalam 8x24 Jam

Megapolitan
Cegah Demo Disusupi Kelompok Anarko, Pengamanan di Kawasan Mampang Diperketat

Cegah Demo Disusupi Kelompok Anarko, Pengamanan di Kawasan Mampang Diperketat

Megapolitan
Proyek Rumah DP Rp 0 di 4 Lokasi di Jakarta Tetap Berjalan Selama Pandemi Covid-19

Proyek Rumah DP Rp 0 di 4 Lokasi di Jakarta Tetap Berjalan Selama Pandemi Covid-19

Megapolitan
Unjuk Rasa Mahasiswa di Istana Bogor Diwarnai Aksi Bakar Ban

Unjuk Rasa Mahasiswa di Istana Bogor Diwarnai Aksi Bakar Ban

Megapolitan
Pemprov DKI Akan Bongkar Rumah di Bantaran Sungai, Apakah Sesuai dengan Janji Anies Saat Kampanye?

Pemprov DKI Akan Bongkar Rumah di Bantaran Sungai, Apakah Sesuai dengan Janji Anies Saat Kampanye?

Megapolitan
Mahasiswa Unjuk Rasa di Istana Bogor Jelang Kedatangan PM Jepang

Mahasiswa Unjuk Rasa di Istana Bogor Jelang Kedatangan PM Jepang

Megapolitan
Berkaca Demo Sebelumnya, Wagub DKI Minta Para Pedemo Lakukan Rapid Test

Berkaca Demo Sebelumnya, Wagub DKI Minta Para Pedemo Lakukan Rapid Test

Megapolitan
Demo Tolak Omnibus Law, Gerombolan Pelajar Berkumpul dan Hentikan Mobil Pikap di Harmoni

Demo Tolak Omnibus Law, Gerombolan Pelajar Berkumpul dan Hentikan Mobil Pikap di Harmoni

Megapolitan
Massa BEM SI Gelar Aksi Teatrikal Sindir Matinya Demokrasi di Indonesia

Massa BEM SI Gelar Aksi Teatrikal Sindir Matinya Demokrasi di Indonesia

Megapolitan
Belasan Remaja yang Hendak Gabung Unjuk Rasa di Patung Kuda Langsung Dibawa Polisi

Belasan Remaja yang Hendak Gabung Unjuk Rasa di Patung Kuda Langsung Dibawa Polisi

Megapolitan
Jelang Kedatangan PM Jepang, Akses Jalan Menuju Istana Bogor Ditutup

Jelang Kedatangan PM Jepang, Akses Jalan Menuju Istana Bogor Ditutup

Megapolitan
PT Khong Guan Kembali Datangi Warga Korban Banjir untuk Data Kerugian

PT Khong Guan Kembali Datangi Warga Korban Banjir untuk Data Kerugian

Megapolitan
Jokowi Sambut PM Jepang di Istana Bogor Sore Nanti, 1.000 Personel Disiagakan

Jokowi Sambut PM Jepang di Istana Bogor Sore Nanti, 1.000 Personel Disiagakan

Megapolitan
BEM SI Sebut 1 Tahun Kepemimpinan Jokowi-Maruf seperti Negeri Dongeng

BEM SI Sebut 1 Tahun Kepemimpinan Jokowi-Maruf seperti Negeri Dongeng

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X