Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Melawan Saat Ditangkap, Dua Begal Bersenpi Tewas Ditembak Polisi

Kompas.com - 05/05/2020, 10:17 WIB
Dean Pahrevi,
Sandro Gatra

Tim Redaksi

JAKARTA, KOMPAS.com - Dua begal sepeda motor berinisial KA dan MAR tewas ditembak polisi di Jalan Batu Ampar IV, Kramat Jati, Jakarta Timur, Jumat (1/5/2020) dini hari.

Keduanya tewas ditembak karena mencoba melawan polisi dengan melepaskan tembakan dari senjata api rakitan ke arah petugas.

Kapolres Metro Jakarta Timur Kombes Arie Ardian Rishadi mengatakan, peristiwa itu bermula saat sejumlah anggota Polres Metro Jakarta Timur sedang patroli di sekitar lokasi kejadian pada pukul 01.50 WIB.

Baca juga: 4 Fakta Aksi Begal yang Menewaskan Sopir Taksi Online di Rawamangun

Kemudian, polisi melihat empat orang dengan menggunakan dua sepeda motor berjalan pelan sedang mengintai kendaraan bermotor untuk dicuri.

"Anggota (polisi) curiga dengan empat orang ini. Kemudian, dilakukan upaya menghentikan empat orang ini. Namun pelaku melakukan perlawanan dengan membuang tembakan dan mengeluarkan celurit ke arah anggota," kata Arie di Mapolres Metro Jakarta Timur, Senin (4/5/2020).

Perlawanan dari para pelaku membahayakan petugas sehingga polisi menembak dua dari empat pelaku tersebut.

Baca juga: Fakta Suami Siram Air Keras ke Wajah Istri di Pancoran

"Dua pelaku alami luka tembak di punggung kiri dan langsung dibawa ke RS Polri Kramat Jati untuk dilakukan tindakan medis. Setelah sampai rumah sakit, kedua pelaku meninggal dunia," ujar Arie.

Adapun dua pelaku lainnya masih buron karena melarikan diri saat dikejar polisi.

"Adapun barang bukti yang dapat diamankan berupa senjata rakitan beserta lima butir selongsong, kunci T, celurit, serta motor yang dipergunakan oleh pelaku," ujar Arie.

Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Kompas.com WhatsApp Channel : https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.

Video rekomendasi
Video lainnya


Terkini Lainnya

Ketua DPRD Sebut Masih Ada Kawasan Kumuh Dekat Istana, Pemprov DKI: Lihat Saja di Google...

Ketua DPRD Sebut Masih Ada Kawasan Kumuh Dekat Istana, Pemprov DKI: Lihat Saja di Google...

Megapolitan
Mobil Rubicon Mario Dandy Dilelang Mulai dari Rp 809 Juta, Kajari Jaksel: Kondisinya Masih Cukup Baik

Mobil Rubicon Mario Dandy Dilelang Mulai dari Rp 809 Juta, Kajari Jaksel: Kondisinya Masih Cukup Baik

Megapolitan
Sindikat Pencuri di Tambora Berniat Buka Usaha Rental Motor

Sindikat Pencuri di Tambora Berniat Buka Usaha Rental Motor

Megapolitan
PDI-P DKI Mulai Jaring Nama Bacagub DKI, Kader Internal Jadi Prioritas

PDI-P DKI Mulai Jaring Nama Bacagub DKI, Kader Internal Jadi Prioritas

Megapolitan
PDI-P Umumkan Nama Bacagub DKI yang Diusung pada Mei 2024

PDI-P Umumkan Nama Bacagub DKI yang Diusung pada Mei 2024

Megapolitan
Keluarga Tak Tahu RR Tewas di Tangan 'Pelanggannya' dan Dibuang ke Sungai di Bekasi

Keluarga Tak Tahu RR Tewas di Tangan "Pelanggannya" dan Dibuang ke Sungai di Bekasi

Megapolitan
KPU Jaktim Buka Pendaftarab PPK dan PPS untuk Pilkada 2024, Ini Syarat dan Jadwal Seleksinya

KPU Jaktim Buka Pendaftarab PPK dan PPS untuk Pilkada 2024, Ini Syarat dan Jadwal Seleksinya

Megapolitan
NIK-nya Terancam Dinonaktifkan, 200-an Warga di Kelurahan Pasar Manggis Melapor

NIK-nya Terancam Dinonaktifkan, 200-an Warga di Kelurahan Pasar Manggis Melapor

Megapolitan
Pembunuh Wanita 'Open BO' di Pulau Pari Dikenal Sopan oleh Warga

Pembunuh Wanita "Open BO" di Pulau Pari Dikenal Sopan oleh Warga

Megapolitan
Pengamat: Tak Ada Perkembangan yang Fenomenal Selama PKS Berkuasa Belasan Tahun di Depok

Pengamat: Tak Ada Perkembangan yang Fenomenal Selama PKS Berkuasa Belasan Tahun di Depok

Megapolitan
“Liquid” Ganja yang Dipakai Chandrika Chika Cs Disebut Modus Baru Konsumsi Narkoba

“Liquid” Ganja yang Dipakai Chandrika Chika Cs Disebut Modus Baru Konsumsi Narkoba

Megapolitan
Chandrika Chika Cs Jalani Asesmen Selama 3,5 Jam di BNN Jaksel

Chandrika Chika Cs Jalani Asesmen Selama 3,5 Jam di BNN Jaksel

Megapolitan
DPRD dan Pemprov DKI Rapat Soal Anggaran di Puncak, Prasetyo: Kalau di Jakarta Sering Ilang-ilangan

DPRD dan Pemprov DKI Rapat Soal Anggaran di Puncak, Prasetyo: Kalau di Jakarta Sering Ilang-ilangan

Megapolitan
PDI-P Mulai Jaring Nama Buat Cagub DKI, Kriterianya Telah Ditetapkan

PDI-P Mulai Jaring Nama Buat Cagub DKI, Kriterianya Telah Ditetapkan

Megapolitan
DPRD dan Pemprov DKI Rapat di Puncak, Bahas Soal Kelurahan Dapat Anggaran 5 Persen dari APBD

DPRD dan Pemprov DKI Rapat di Puncak, Bahas Soal Kelurahan Dapat Anggaran 5 Persen dari APBD

Megapolitan
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com