Kompas.com - 03/06/2020, 15:00 WIB
Tes swab Covid-19 terhadap pedagang dan pembeli di Pasar Baru Kota Bekasi yang digelar Pemerintah Kota Bekasi, Minggu (10/5/2020). Instagram @bangpepen03Tes swab Covid-19 terhadap pedagang dan pembeli di Pasar Baru Kota Bekasi yang digelar Pemerintah Kota Bekasi, Minggu (10/5/2020).
Penulis Cynthia Lova
|


BEKASI, KOMPAS.com - Kota Bekasi berencana untuk menerapkan new normal atau kenormalan baru usai Kamis (4/6/5020) besok.

Sebagai informasi, Kamis besok adalah hari terakhir Kota Bekasi menerapkan pembatasan sosial berskala besar (PSBB).

Menanggapi rencanya tersebut, Ketua Ikatan Dokter Indonesia (IDI) cabang Kota Bekasi Komaruddin memastikan bahwa jajarannya tak perlu khawatir andai saja terjadi lonjakan kasus Covid-19 ketika era new normal berjalan.

Baca juga: Skenario Belajar di Sekolah Saat New Normal di Bekasi, Bawa Bekal Sendiri hingga Screening Kesehatan

"Presiden dan Wali Kota saja optimistis, kita juga harus optimistis sambil berdoa,” ujar Komaruddin saat dihubungi, Selasa (3/6/2020).

Ia meyakini bahwa kasus Covid-19 sudah jauh menurun berkurang dibanding awal April. Buktinya, saat ini tinggal 12 pasien Covid-19 yang dirawat si RSUD Kota Bekasi.

Padahal sebelumnya, 50 tempat tidur di RSUD kerap dipenuhi pasien Covid-19. Bahkan menurut dia, pasien yang ada di Rumah Sakit Darurat Wisma Atlet maupun rumah sakit di Kota Bekasi kini sudah dipindahkan untuk dirawat di RSUD Kota Bekasi.

“Yang pasti sekarang yang dirawat di RSUD cuma 12 dari 50 tempat tidur. Jadi ada penurunan. Kalau turun sampai 100 persen menurun enggak mungkin. Itu impossible,” kata dia.

Baca juga: UPDATE Covid-19 2 Juni di Bekasi: Pasien Sembuh Bertambah Jadi 254 Orang

Sebagai dokter, kata Komar, dia dan koleganya harus siap menanggung segala risiko terjadinya lonjakan kasus Covid-19 saat new normal diterapkan.

Meski demikian, untuk menekan lonjakan kasus Covid-19 itu segala sektor yang mulai dibuka kembali saat new normal harus mengikuti aturan protokol pencegahan Covid-19.

Mulai dari pakai masker, sarung tangan, menggunakan hand sanitizer dan tetap jaga jarak fisik atau physical distancing.

Baca juga: Kekhawatiran IDI Soal Wacana New Normal di Depok...

“Standar tetap jaga jarak, masker tambahan sarung tangan dipakai. Kemudian anggota kami (dokter) siap atau tidak siap harus tanggung segala risiko yang timbul. Itu tugasnya IDI, bukan kebijakan,” kata Komar.

Namun, Komar tetap berharap tak ada lonjakan kasus Covid-19 saat new normal diterapkan di Kota Bekasi kelak.

“Kita berharap optimis jangan pesimis terus ya supaya lonjakan kasus tidak meningkat tinggi,” ucap dia.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

UPDATE Covid-19 di Depok, Ada 230 Kasus Baru

UPDATE Covid-19 di Depok, Ada 230 Kasus Baru

Megapolitan
UPDATE: Kabupaten Bekasi Catat 140 Kasus Baru Covid-19

UPDATE: Kabupaten Bekasi Catat 140 Kasus Baru Covid-19

Megapolitan
Polisi Petakan 10 Titik Penyekatan Pemudik di Kabupaten Bekasi, dari Jalan Alternatif hingga Tol

Polisi Petakan 10 Titik Penyekatan Pemudik di Kabupaten Bekasi, dari Jalan Alternatif hingga Tol

Megapolitan
Pemkot Pastikan Stok Pangan di Tangsel Aman Sepanjang Ramadhan 2021

Pemkot Pastikan Stok Pangan di Tangsel Aman Sepanjang Ramadhan 2021

Megapolitan
Penyekatan Pemudik di Kota Bekasi Masih Menanti Instruksi Pemerintah Pusat

Penyekatan Pemudik di Kota Bekasi Masih Menanti Instruksi Pemerintah Pusat

Megapolitan
Layanan Bus AKAP Ditutup pada 6-17 Mei, Kepala Terminal Tanjung Priok: Tak Ada Penolakan dari PO Bus

Layanan Bus AKAP Ditutup pada 6-17 Mei, Kepala Terminal Tanjung Priok: Tak Ada Penolakan dari PO Bus

Megapolitan
Antisipasi Aksi Teror Saat Ramadhan, Polisi Bakal Lakukan Patroli Berkala di Lokasi Rawan

Antisipasi Aksi Teror Saat Ramadhan, Polisi Bakal Lakukan Patroli Berkala di Lokasi Rawan

Megapolitan
Damkar Tangkap Ular Sanca Batik 3 Meter yang Masuk Rumah Warga di Serpong

Damkar Tangkap Ular Sanca Batik 3 Meter yang Masuk Rumah Warga di Serpong

Megapolitan
PHRI Sebut Pemprov DKI Akan Upayakan Vaksinasi Covid-19 untuk Pegawai Restoran dan Hotel

PHRI Sebut Pemprov DKI Akan Upayakan Vaksinasi Covid-19 untuk Pegawai Restoran dan Hotel

Megapolitan
Mudik Dilarang, Pemkot Belum Berencana Tutup Terminal Bekasi

Mudik Dilarang, Pemkot Belum Berencana Tutup Terminal Bekasi

Megapolitan
Pemkot Tangsel Larang Pawai Obor Jelang Ramadhan karena Bisa Timbulkan Kerumunan

Pemkot Tangsel Larang Pawai Obor Jelang Ramadhan karena Bisa Timbulkan Kerumunan

Megapolitan
Diduga Intervensi, Terduga Pemerkosa Wanita Tunarungu di Bekasi Diminta Hormati Proses Hukum

Diduga Intervensi, Terduga Pemerkosa Wanita Tunarungu di Bekasi Diminta Hormati Proses Hukum

Megapolitan
Penjual dan Pembeli Takjil di DKI Jakarta Wajib Patuhi Protokol Kesehatan

Penjual dan Pembeli Takjil di DKI Jakarta Wajib Patuhi Protokol Kesehatan

Megapolitan
Jam Operasional Restoran di Jakarta Diperpanjang Selama Ramadhan, Ini Kata PHRI

Jam Operasional Restoran di Jakarta Diperpanjang Selama Ramadhan, Ini Kata PHRI

Megapolitan
Lansia Depok Akan Diantar Jemput jika Daftar Vaksinasi Covid-19 di RSUI hingga 13 April

Lansia Depok Akan Diantar Jemput jika Daftar Vaksinasi Covid-19 di RSUI hingga 13 April

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X