Ini Syarat Aktivitas di Rumah Ibadah saat PSBB Proporsional di Depok

Kompas.com - 05/06/2020, 18:25 WIB
Umat Muslim menunaikan shalat Jumat di Masjid Agung Al-Barkah, Kota Bekasi, Jawa Barat, Jumat, (29/5/2020). Kota Bekasi menjajaki hidup normal baru atau new normal dengan mengizinkan warganya kembali menggelar shalat Jumat di masjid di 50 kelurahan zona hijau atau bebas Covid-19 pada Jumat (29/5/2020). Shalat Jumat digelar dengan protokol ketat pencegahan Covid-19 dan hanya diikuti terbatas oleh warga yang bermukim di sekitar masjid. KOMPAS.com/GARRY LOTULUNGUmat Muslim menunaikan shalat Jumat di Masjid Agung Al-Barkah, Kota Bekasi, Jawa Barat, Jumat, (29/5/2020). Kota Bekasi menjajaki hidup normal baru atau new normal dengan mengizinkan warganya kembali menggelar shalat Jumat di masjid di 50 kelurahan zona hijau atau bebas Covid-19 pada Jumat (29/5/2020). Shalat Jumat digelar dengan protokol ketat pencegahan Covid-19 dan hanya diikuti terbatas oleh warga yang bermukim di sekitar masjid.

DEPOK, KOMPAS.com – Pemerintah Kota Depok mengizinkan segala aktivitas ibadah di rumah ibadah setelah sebelumnya dilarang saat fase pembatasan sosial berskala besar ( PSBB) normal.

Saat ini, sebagian besar wilayah Kota Depok memasuki fase PSBB proporsional dengan sejumlah pelonggaran aktivitas publik secara terbatas sebagai transisi menuju new normal atau kenormalan baru.

Akan tetapi, Wali Kota Depok Mohammad Idris mengatur bahwa pembukaan kembali rumah ibadah pada fase PSBB proporsional harus disertai dengan sejumlah pembatasan.

Dalam Peraturan Wali Kota Depok Nomor 37 Tahun 2020, Idris mengatur bahwa jemaah di rumah ibadah hanya diperbolehkan berasal dari lingkungan setempat.

Baca juga: PSBB Proporsional di Depok, Buka Rumah Ibadah Harus Izin Camat dan Siap Tanggung Jawab

Hal ini guna mencegah adanya jemaah dari wilayah zona merah Covid-19 di Depok beribadah di wilayah yang bukan zona merah dan menciptakan klaster baru penularan virus corona di sana.

Saat ini 25 RW di 16 kelurahan di Kecamatan Cimanggis, Pancoranmas, Beji, Sukmajaya, Tapos, Cilodong, dan Cipayung akan diterapkan PSBB normal berskala lokal karena masih dianggap “merah”, dengan nama “ Pembatasan Sosial Kampung Siaga” (PSKS).

Selain itu, untuk membuka rumah ibadah, pengurus harus terlebih dulu meminta izin dan menyatakan kesiapannya bertanggung jawab melalui surat bermeterai kepada camat. Camat akan memastikan perkembangan kasus Covid-19 di sekitar lokasi rumah ibadah tersebut sebelum diberi izin untuk buka.

Kemudian, Idris juga meminta agar pengurus rumah ibadah rutin memastikan kebersihan fasilitas di rumah ibadah, serta membatasi jalur keluar masuk agar pengawasan protokol kesehatan dapat lebih mudah dilakukan.

Baca juga: Terapkan PSBB Proporsional, Depok Klaim Potensi Penularan Covid-19 2 Kali Lebih Rendah dari Jakarta

Pengurus harus menempatkan petugas untuk mengawasi protokol kesehatan serta menyiapkan alat deteksi suhu tubuh di setiap pintu masuk rumah ibadah.

“Pembatasan juga meliputi pembatasan jarak dengan memberikan tanda khusus di lantai/kursi, minimal jarak 1,5 meter dan menetapkan pembatasan jarak,” tulis dia dalam ketentuan itu.

Halaman:
Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Data Covid-19 Kota Depok pada 2 Juli: 4 Kasus Baru, 7 Pasien Pulih

Data Covid-19 Kota Depok pada 2 Juli: 4 Kasus Baru, 7 Pasien Pulih

Megapolitan
Hindari Paparan Radiasi Sinar UV pada Pukul 10.00 - 13.00 Hari Ini

Hindari Paparan Radiasi Sinar UV pada Pukul 10.00 - 13.00 Hari Ini

Megapolitan
Guru di Kota Tangerang Diminta Siap Mengajar dari Pintu ke Pintu

Guru di Kota Tangerang Diminta Siap Mengajar dari Pintu ke Pintu

Megapolitan
Citilink Beri Layanan Rapid Test Gratis, Ini Persyaratannya

Citilink Beri Layanan Rapid Test Gratis, Ini Persyaratannya

Megapolitan
Sebagian Jakarta, Bogor, dan Depok Diprediksikan Hujan Nanti Malam

Sebagian Jakarta, Bogor, dan Depok Diprediksikan Hujan Nanti Malam

Megapolitan
Mengintip Isi Raperda Kota Religius yang Diusulkan Pemkot Depok

Mengintip Isi Raperda Kota Religius yang Diusulkan Pemkot Depok

Megapolitan
Saat Hobi Memasak Alihkan Stress Akibat Gagal PPDB Jakarta 2020

Saat Hobi Memasak Alihkan Stress Akibat Gagal PPDB Jakarta 2020

Megapolitan
Zona Merah Covid-19 di Kota Tangerang Tersisa 9 RW

Zona Merah Covid-19 di Kota Tangerang Tersisa 9 RW

Megapolitan
Komunitas Seniman Pertanyakan Urgensi Pemkot Tangerang Minta Kosongkan Lahan Semanggi Center

Komunitas Seniman Pertanyakan Urgensi Pemkot Tangerang Minta Kosongkan Lahan Semanggi Center

Megapolitan
Ganjil Genap Dihapus, 90 Persen Pedagang Pasar Minggu Mulai Berjualan

Ganjil Genap Dihapus, 90 Persen Pedagang Pasar Minggu Mulai Berjualan

Megapolitan
Aparat Belum Bantu Pembatasan Pengunjung di Sejumlah Pasar di Jaksel

Aparat Belum Bantu Pembatasan Pengunjung di Sejumlah Pasar di Jaksel

Megapolitan
UPDATE 2 Juli: Bertambah 13, Total 414 Kasus Positif Covid-19 di Tangsel

UPDATE 2 Juli: Bertambah 13, Total 414 Kasus Positif Covid-19 di Tangsel

Megapolitan
Dishub DKI: Jumlah Kendaraan di Jalanan Jakarta Mendekati Sebelum Covid-19

Dishub DKI: Jumlah Kendaraan di Jalanan Jakarta Mendekati Sebelum Covid-19

Megapolitan
UPDATE 2 Juli, Sisa 19 Pasien Positif Covid-19 di Kota Bekasi, 12 RW Masih di Zona Merah

UPDATE 2 Juli, Sisa 19 Pasien Positif Covid-19 di Kota Bekasi, 12 RW Masih di Zona Merah

Megapolitan
Kasus Penusukan Anggota Babinsa Serda Saputra, Polisi Tangkap Seorang Tersangka

Kasus Penusukan Anggota Babinsa Serda Saputra, Polisi Tangkap Seorang Tersangka

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X