Terminal Jatijajar Depok Belum Layani Bus AKAP, Tunggu PSBB Proporsional Berakhir

Kompas.com - 08/06/2020, 15:44 WIB
Peresmian Uji Coba Pengoperasian Terminal Jati Jajar, Depok, Senin (17/9/2018). Kompas.com/Cynthia LovaPeresmian Uji Coba Pengoperasian Terminal Jati Jajar, Depok, Senin (17/9/2018).

DEPOK, KOMPAS.com - Dua dari sembilan terminal di Jabodetabek belum melayani lagi perjalanan bus antar-kota dan antar-provinsi (AKAP) Senin (8/6/2020) ini walaupun larangan mudik dari pemerintah pusat sudah berakhir.

Salah satu terminal yang belum melayani perjalanan bus AKAP lagi adalah Terminal Jatijajar di Depok, Jawa Barat. Satu teminal lagi yang juga belum melayani bus AKAP yaitu Terminal Poris Plawad, Tangerang.

Kepala Dinas Perhubungan Kota Depok, Dadang Wihana menjelaskan alasan Terminal Jatijajar belum melayani perjalanan bus AKAP.

"Sesuai hasil video conference dengan BPTJ (Badan Pengelola Transportasi Jabodetabek), Kementerian Perhubungan, dan para kepala dinas derhubungan, Terminal Jatijajar (baru dibuka untuk bus AKAP) setelah PSBB proporsional," kata Dadang secara tertulis, Senin siang.

Baca juga: Terminal Poris Plawad Belum Layani Bus AKAP meski Larangan Mudik Berakhir

Kota Depok resmi memasuki fase pembatasan sosial berskala besar (PSBB) proporsional mulai Jumat lalu sebagai transisi menuju new normal.

Dalam PSBB proporsional, Kota Depok termasuk dalam kategori kewaspadaan level 3 (zona kuning) dari 5 level yang ada.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Sejumlah aktivitas publik yang sebelumnya dibekukan, kini dilonggarkan sebagian dan bertahap. Namun beberapa kegiatan lainnya masih belum diperkenankan.

Pemerintah Kota Depok sejauh ini belum menyampaikan kapan PSBB proporsional akan berakhir.

Secara terpisah, Kepala Badan Pengelola Transportasi Jabodetabek (BPTJ), Polana Pramesti menyampaikan, operasional bus AKAP di Terminal Jatijajar masih menunggu rekomendasi dari Pemerintah Kota Depok.

Kota Depok, lanjut dia, masih berupaya menekan penularan Covid-19. Meski demikian, layanan angkutan perkotaan dan lintas wilayah di dalam Jabodetabek (TransJabodetabek) dapat beroperasi.

"Pembukaan kembali layanan operasional bus AKAP pada Terminal Jatijajar dan Poris Plawad akan dilakukan jika sudah mendapat rekomendasi dari pemerintah daerah atau gugus tugas yang ada di masing-masing wilayah," kata Polana melalui keterangan tertulis, Senin.

Larangan mudik sedianya berlaku pada 24-31 Mei 2020, tetapi kemudian diperpanjang hingga 7 Juni 2020.

Total, terdapat 7 terminal bus di Jabodetabek yang kembali melayani perjalanan AKAP, yakni Terminal Baranangsiang (Bogor), Terminal Pondok Cabe (Tangerang Selatan), Terminal Kalideres (Jakarta Barat), Terminal Tanjung Priok (Jakarta Utara), Terminal Pulogebang dan Terminal Kampung Rambutan (Jakarta Timur) serta Terminal Bekasi.

Baca juga: Terminal Pulo Gebang Kembali Beroperasi 24 Jam, Penumpang Bus AKAP Masih Sepi



Video Rekomendasi

Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Keributan di Hankam Cibubur, Polisi Sebut 4 Korban Terluka akibat Disabet Senjata Tajam

Keributan di Hankam Cibubur, Polisi Sebut 4 Korban Terluka akibat Disabet Senjata Tajam

Megapolitan
Bazar 8 Kecamatan di Jakarta Pusat Raih Omzet Rp 167 Juta dalam Dua Hari

Bazar 8 Kecamatan di Jakarta Pusat Raih Omzet Rp 167 Juta dalam Dua Hari

Megapolitan
Kawasan Pecinan Glodok Akan Ditata, Diharapkan Jadi Lokasi Wisata Sejarah

Kawasan Pecinan Glodok Akan Ditata, Diharapkan Jadi Lokasi Wisata Sejarah

Megapolitan
Demo di Gedung KPK, BEM SI Sebut Polisi Represif hingga Jokowi Lepas Tanggung Jawab

Demo di Gedung KPK, BEM SI Sebut Polisi Represif hingga Jokowi Lepas Tanggung Jawab

Megapolitan
Rumah Lawan Covid-19 Bersiaga Hadapi Lonjakan Gelombang Ketiga

Rumah Lawan Covid-19 Bersiaga Hadapi Lonjakan Gelombang Ketiga

Megapolitan
44 Kantor Kelurahan di Jakarta Pusat Kekurangan Pegawai

44 Kantor Kelurahan di Jakarta Pusat Kekurangan Pegawai

Megapolitan
Politisi PDI-P: Penetapan Jadwal Paripurna Bahas Hak Interpelasi Formula E Sesuai Aturan

Politisi PDI-P: Penetapan Jadwal Paripurna Bahas Hak Interpelasi Formula E Sesuai Aturan

Megapolitan
Polisi Tangkap Begal yang Kerap Ancam Korban Pakai Senpi dan Senjata Tajam di Cikarang

Polisi Tangkap Begal yang Kerap Ancam Korban Pakai Senpi dan Senjata Tajam di Cikarang

Megapolitan
Polisi Periksa 4 Saksi Terkait Tewasnya Anak dan Ibu di Rumah di Depok

Polisi Periksa 4 Saksi Terkait Tewasnya Anak dan Ibu di Rumah di Depok

Megapolitan
Kuasa Hukum MS: LPSK Nyatakan Korban Kasus Pelecehan KPI Mengidap Paranoid

Kuasa Hukum MS: LPSK Nyatakan Korban Kasus Pelecehan KPI Mengidap Paranoid

Megapolitan
Kuasa Hukum: RS Polri Nyatakan Korban Pelecehan Seksual di KPI Alami Guncangan Mental hingga Depresi

Kuasa Hukum: RS Polri Nyatakan Korban Pelecehan Seksual di KPI Alami Guncangan Mental hingga Depresi

Megapolitan
Luka Bakar Masih Basah, Seorang Napi Korban Kebakaran Lapas Tangerang Masih Dirawat di RS

Luka Bakar Masih Basah, Seorang Napi Korban Kebakaran Lapas Tangerang Masih Dirawat di RS

Megapolitan
BEM SI Tegaskan Akan Kembali Berdemo di KPK dengan Jumlah Massa Lebih Besar

BEM SI Tegaskan Akan Kembali Berdemo di KPK dengan Jumlah Massa Lebih Besar

Megapolitan
Sambut Hari Rabies, 86 Ekor Hewan Disuntik Gratis di Dinas KPKP DKI Jakarta

Sambut Hari Rabies, 86 Ekor Hewan Disuntik Gratis di Dinas KPKP DKI Jakarta

Megapolitan
7 Fraksi Penolak Interpelasi Sebut Rapat Paripurna Interpelasi adalah Agenda Colongan

7 Fraksi Penolak Interpelasi Sebut Rapat Paripurna Interpelasi adalah Agenda Colongan

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.