Merugi Saat Pandemi, PPD Rambah Pasar Antar Jemput Karyawan

Kompas.com - 01/07/2020, 06:43 WIB
Bus PPD lawas dipamerkan pada Indonesia Classic & Unique] Bus yang menjadi bagian dari International Trade Exhibition for Auto Parts, Accessories, and Vehicle Equip (INAPA), berlangsung hingga 1 April 2017, di JIExpo, Kemayoran, Jakarta, Rabu (30/3/2017). KOMPAS.com / GARRY ANDREW LOTULUNGBus PPD lawas dipamerkan pada Indonesia Classic & Unique] Bus yang menjadi bagian dari International Trade Exhibition for Auto Parts, Accessories, and Vehicle Equip (INAPA), berlangsung hingga 1 April 2017, di JIExpo, Kemayoran, Jakarta, Rabu (30/3/2017).

JAKARTA, KOMPAS.com - Direktur  Perum Pengangkutan Penumpang Djakarta ( PPD), Pande Putu Yasa mengatakan, PPD kini mulai merambah jasa antar jemput karyawan swasta.

Hal tersebut merupakan upaya PPD menyikapi turunnya pemasukan perusahaan selama pandemi Covid-19.

Pande mengatakan, PPD telah menandatangani kontrak kerja dengan beberapa perubahan besar.

"Dari perusahaan Kapal  Api sudah berkontrak dengan kami untuk sejumlah 29 armada. Dalam waktu dekat ini ada Adidas sekitar 70 bus, terus ada perusahaan yang sudah masuk," kata Pande, Selasa (30/6/2020).

Baca juga: PPD Menegaskan Tak Terkait dengan Korupsi Pengadaan Bus Transjakarta

Namun, dia memastikan tidak semua armada bus PPD dialihkan untuk pelanggan swasta. Beberapa bus Transjakarta dan Transjabodetabek saat ini masih beroperasi walau ada pandemi Covid-19.

Pande sebelumnya mengungkapkan, pendapatan perusahaan itu dari bus Transjakarta dan Transjabodetabek merosot tajam karena dampak pandemi Covid-19. Banyak bus yang tidak operasikan sehingga pendapatan pun berkurang.

"Awalnya pendapatan kami bisa masuk hampir mendekati Rp 30 miliar dalam sebulan (dari Transjakarta). Artinya pendapatan kami di Transjakarta sekitar 1 miliar per hari. Sekarang ini cuma di kisaran 12 miliar (per bulan)," kata dia.

Baca juga: Pendapatan Perum PPD Turun Hingga 80 Persen Saat Pandemi Covid-19

Pendapat yang berkurang juga dirasakan dari bus Transjabodetabek. 

"Kalau bicara perbulannya ya mendekati 60 sampai 80 persenlah pendapatan kami menurun," kata Pande.

Dia berharap pandemi Covid-19 cepat berakhir sehingga perusahaan dapat melayani masyarakat seperti semula.

Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Jelang Pembukaan Gereja, KAJ Siapkan Protokol Kesehatan Umat

Jelang Pembukaan Gereja, KAJ Siapkan Protokol Kesehatan Umat

Megapolitan
Anies Sebut Ada Unsur Hilangnya Hajat Hidup Nelayan pada Reklamasi Sebelumnya

Anies Sebut Ada Unsur Hilangnya Hajat Hidup Nelayan pada Reklamasi Sebelumnya

Megapolitan
Viral Pengendara Motor Cekcok dengan Sopir Ambulans di Depok, Ini Penjelasan Polisi

Viral Pengendara Motor Cekcok dengan Sopir Ambulans di Depok, Ini Penjelasan Polisi

Megapolitan
Ini Alasan Anies Beri Izin Reklamasi Seluas 155 Hektar untuk Ancol?

Ini Alasan Anies Beri Izin Reklamasi Seluas 155 Hektar untuk Ancol?

Megapolitan
Polisi Tangkap Dua Kurir Sabu di Bintaro

Polisi Tangkap Dua Kurir Sabu di Bintaro

Megapolitan
Anies Bilang Izin Reklamasi Ancol Tak Langgar Janji Kampanye

Anies Bilang Izin Reklamasi Ancol Tak Langgar Janji Kampanye

Megapolitan
UPDATE 11 Juli: Tambah 359 Kasus, Jumlah Pasien Covid-19 di DKI Capai 13.957

UPDATE 11 Juli: Tambah 359 Kasus, Jumlah Pasien Covid-19 di DKI Capai 13.957

Megapolitan
Satu Pedagang Positif Covid-19, Pasar Pramuka Ditutup Selama Tiga Hari

Satu Pedagang Positif Covid-19, Pasar Pramuka Ditutup Selama Tiga Hari

Megapolitan
Anies Sebut Reklamasi Terdahulu Menghasilkan Banjir, sedangkan Reklamasi Ancol Mengendalikan Banjir

Anies Sebut Reklamasi Terdahulu Menghasilkan Banjir, sedangkan Reklamasi Ancol Mengendalikan Banjir

Megapolitan
Achmad Yurianto: Face Shield yang Dipakai Tanpa Masker Tak Maksimal Cegah Penularan Covid-19

Achmad Yurianto: Face Shield yang Dipakai Tanpa Masker Tak Maksimal Cegah Penularan Covid-19

Megapolitan
Polda Metro Jaya Bentuk Tim Khusus Usut Kematian Editor Metro TV

Polda Metro Jaya Bentuk Tim Khusus Usut Kematian Editor Metro TV

Megapolitan
Terprovokasi Ajakan Tawuran lewat Live Streaming, Dua Remaja Ditangkap

Terprovokasi Ajakan Tawuran lewat Live Streaming, Dua Remaja Ditangkap

Megapolitan
Anies Akui Secara Teknis Penambahan Lahan di Ancol adalah Reklamasi

Anies Akui Secara Teknis Penambahan Lahan di Ancol adalah Reklamasi

Megapolitan
Buka Suara soal Reklamasi Ancol, Anies: Ini untuk Melindungi Warga dari Banjir

Buka Suara soal Reklamasi Ancol, Anies: Ini untuk Melindungi Warga dari Banjir

Megapolitan
Lurah Grogol Selatan yang Dicopot Diduga Beri Pelayanan Langsung ke Djoko Tjandra Saat Bikin E-KTP

Lurah Grogol Selatan yang Dicopot Diduga Beri Pelayanan Langsung ke Djoko Tjandra Saat Bikin E-KTP

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X