Rasio Kasus Covid-19 di Kelurahan Kenari Jakpus Masih Tinggi, Ini Penyebabnya

Kompas.com - 04/07/2020, 17:12 WIB
Peta sebaran kasus positif Covid-19 di Jakarta per 8 Juni 2020. Tangkapan layar situs web corona.jakarta.go.idPeta sebaran kasus positif Covid-19 di Jakarta per 8 Juni 2020.

JAKARTA, KOMPAS.com - Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan mengungkapkan bahwa Kelurahan Kenari di Kecamatan Senen, Jakarta Pusat, menjadi satu-satunya wilayah dengan rasio kasus positif (incidence rate/IR) Covid-19 yang masih tinggi di Ibu Kota.

Hingga 2 Juli 2020, rasio kasus positif Covid-19 di Kenari mencapai 1611 per 100.000 penduduk.

Di atas kertas, rasio itu berarti ada 1 dari 62 orang warga di Kelurahan Kenari yang positif Covid-19 hari ini.

Baca juga: Kelurahan Kenari, Satunya-satunya Wilayah dengan Rasio Kasus Covid-19 Tinggi di Jakarta

Kepala Suku Dinas Kesehatan Jakarta Pusat Erizon Safari mengatakan, tingginya IR di Kenari disebabkan karena pelacakan kasus baru dengan tes yang masif oleh pemerintah.

"Active case finding (pencarian kasus aktif) sangat masif di seluruh wilayah di Kecamatan Senen. Ini mungkin penyebab kenapa kasus banyak ditemukan," kata Erizon kepada Kompas.com pada Sabtu (4/7/2020).

"Di tempat lain mungkin 'tidak terlalu masif' sehingga penemuan kasusnya juga 'tidak terlalu banyak'. Sangat logis," ungkap dia.

Baca juga: Kasus Baru Covid-19 Muncul di Kelurahan Kenari Jakpus, Pengendalian Ketat Diberlakukan di Satu RW

Meski demikian, Erizon tak dapat menyampaikan data jumlah tes yang diklaim masif itu di seantero Kecamatan Senen, termasuk di Kelurahan Kenari.

Namun, satu hal yang membuatnya yakin bahwa tingginya IR di Kenari disebabkan karena pelacakan yang masif adalah ditemukannya banyak pasien positif Covid-19 tapi tak bergejala.

Keberadaan orang tanpa gejala (OTG), namun positif Covid-19, hanya dapat terdeteksi apabila pemerintah cukup gencar melakukan tes pada warga.

Baca juga: Banyak Kasus Baru Covid-19, Wilayah RW 004 Kelurahan Kenari Jakpus Diawasi Ketat

"Banyak (kasus positif yang) ditemukan adalah mereka yang OTG, yang tidak merasa sakit," kata Erizon.

"Yang pastinya kalau tidak dicari secara aktif, tidak bakal ketemu, karena pasti dia tidak akan pergi berobat karena tidak merasa sakit," imbuh dia.

Erizon mengatakan, pihaknya bakal menggencarkan optimalisasi gerakan 3M sebagai bentuk antisipasi penularan virus corona tipe 2 (SARS-CoV-2) yang makin meluas di Kenari.

"Memakai masker, mencuci tangan pakai sabun, dan menjaga jarak, yang dilakukan optimalisasi gerakan 3M," pungkasnya.



Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Nonton 'Layar Tancap' dari Dalam Mobil di Kota Tangerang

Nonton "Layar Tancap" dari Dalam Mobil di Kota Tangerang

Megapolitan
Pemkot Jakut Wajibkan PNS Ikuti Rangkaian Upacara Bendera dari TV

Pemkot Jakut Wajibkan PNS Ikuti Rangkaian Upacara Bendera dari TV

Megapolitan
Disdik Kota Tangerang Susun Tahap Pembukaan Sekolah di Masa Pandemi

Disdik Kota Tangerang Susun Tahap Pembukaan Sekolah di Masa Pandemi

Megapolitan
Disdik Kota Tangerang: Anak-anak Mulai Jenuh Belajar di Rumah

Disdik Kota Tangerang: Anak-anak Mulai Jenuh Belajar di Rumah

Megapolitan
Netizen Anteng Nonton Admin Grab Berbalas Pantun di Twitter

Netizen Anteng Nonton Admin Grab Berbalas Pantun di Twitter

Megapolitan
Pemprov DKI Minta Warga Tak Gelar Lomba Panjat Pinang Saat 17 Agustus

Pemprov DKI Minta Warga Tak Gelar Lomba Panjat Pinang Saat 17 Agustus

Megapolitan
Walkot Rahmat Effendy Perkirakan Alat Tes Covid-19 di Bekasi Cukup hingga Desember

Walkot Rahmat Effendy Perkirakan Alat Tes Covid-19 di Bekasi Cukup hingga Desember

Megapolitan
[UPDATE] Grafik 7 Agustus: Depok Zona Merah Nasional dengan 1.383 Kasus Covid-19

[UPDATE] Grafik 7 Agustus: Depok Zona Merah Nasional dengan 1.383 Kasus Covid-19

Megapolitan
Paskibra Upacara HUT Ke-75 RI di Jakarta Utara Hanya Tiga Orang

Paskibra Upacara HUT Ke-75 RI di Jakarta Utara Hanya Tiga Orang

Megapolitan
Ombudsman: Banyak Murid Titipan Setelah PPDB Depok Ditutup karena Kepsek Dapat Tekanan

Ombudsman: Banyak Murid Titipan Setelah PPDB Depok Ditutup karena Kepsek Dapat Tekanan

Megapolitan
Pandemi Covid-19, Penjual Bendera Merah Putih Keluhkan Omzet Turun 50 Persen

Pandemi Covid-19, Penjual Bendera Merah Putih Keluhkan Omzet Turun 50 Persen

Megapolitan
Kaget Pemprov DKI Tak Punya Alat Pengukur Hujan, Anies Minta Anak Buahnya Beli Banyak meski Murah

Kaget Pemprov DKI Tak Punya Alat Pengukur Hujan, Anies Minta Anak Buahnya Beli Banyak meski Murah

Megapolitan
Tetangga Terpapar Covid-19, Puluhan Warga Meruya Utara Swab Test

Tetangga Terpapar Covid-19, Puluhan Warga Meruya Utara Swab Test

Megapolitan
Pembakar Rumah di Ciputat Ditangkap, Motifnya karena Urusan Asmara

Pembakar Rumah di Ciputat Ditangkap, Motifnya karena Urusan Asmara

Megapolitan
Bekasi Deflasi 0,01 Persen, Walkot Gencarkan Program Hidroponik dan Ternak Lele

Bekasi Deflasi 0,01 Persen, Walkot Gencarkan Program Hidroponik dan Ternak Lele

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X