Curi 46 Motor, Dua Residivis Ditangkap Lagi di Depok

Kompas.com - 09/07/2020, 09:31 WIB
Ilustrasi Borgol KOMPAS.com/JOSEPHUS PRIMUSIlustrasi Borgol

DEPOK, KOMPAS.com - Polisi meringkus dua orang pria berinisial I dan S karena diduga melakukan pencurian sepeda motor di Depok, Jawa Barat sejak September 2019.

Tak tanggung-tanggung, jumlah motor yang diduga mereka curi mencapai 46 unit selama 5 bulan, menurut Kapolres Metro Depok Kombes Azis Andriansyah.

"Mereka telah melakukan tindak pidana pencurian sejak September 2019 hingga Februari 2020. Sudah ada 46 motor yang dicuri, namun barang buktinya hanya ada 4 saja," jelas Azis kepada wartawan pada Rabu (8/7/2020).

"Mereka berdua ini residivis juga. Yang berinisial I residivis kasus pelecehan seksual, yang berinisial S residivis maling sepeda," tambahnya.

Baca juga: Percobaan Perampokan Sadis di Bekasi, Pelaku Terlilit Hutang

Azis menuturkan, mereka kerap beraksi di wilayah Citayam dan Depok, kadang-kadang berkeliaran pula di kota sekitarnya.

Citayam dan Depok dipilih karena I dan S mengaku sebagai warga sana, sehingga relatif hafal wilayah.

Pola operasi mereka dalam mencuri 46 motor itu disebut sederhana saja, yakni menggunakan kunci Y dan kunci T.

Baca juga: Percobaan Penculikan Anak Kembali Terjadi di Depok, Korban Dibekap Tisu Saat Bermain

Namun, dalam praktiknya, mereka beraksi berkelompok 5 orang. Tiga pencuri lainnya masih berstatus buron.

"Dua eksekutor dan tiga lain yang mengawasi serta membawa motor. Modus mereka mengambil motor yang ditinggal pemiliknya, lengah," ujar Azis.

Hasil pencurian dibagi rata untuk 5 orang itu, kendati I disebut berperan sebagai "bos" mereka.

Rata-rata, lanjut Azis, masing-masing motor curian dijual Rp 800.000 hingga Rp 2 juta, tergantung kondisi fisik motor tersebut.

"Dijualnya melalui perantara, COD (cash on delivery), atau lewat online," kata dia.

I dan S kini ditahan di Mapolres Metro Depok. Mereka terancam dijerat Pasal 363 KUHP tentang pencurian dengan pemberatan, dengan ancaman maksimal 5 tahun kurungan.



Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Ini Fakta ASN Positif Covid-19 di Kantor Kemenkumham

Ini Fakta ASN Positif Covid-19 di Kantor Kemenkumham

Megapolitan
Pemprov DKI Akui Dana Insentif Petugas Pemakaman Covid-19 DKI Masih Proses Pencairan

Pemprov DKI Akui Dana Insentif Petugas Pemakaman Covid-19 DKI Masih Proses Pencairan

Megapolitan
Ini Titik Paling Rawan Ranjau Paku di Jalan Protokol Wilayah Jakarta

Ini Titik Paling Rawan Ranjau Paku di Jalan Protokol Wilayah Jakarta

Megapolitan
[UPDATE] Grafik Covid-19 12 Agustus di Depok: Temuan 16 Kasus Baru, 1 Pasien Meninggal

[UPDATE] Grafik Covid-19 12 Agustus di Depok: Temuan 16 Kasus Baru, 1 Pasien Meninggal

Megapolitan
[UPDATE] Daftar 22 Kelurahan Zona Merah Covid-19 di Depok Saat Ini

[UPDATE] Daftar 22 Kelurahan Zona Merah Covid-19 di Depok Saat Ini

Megapolitan
Jalan Protokol di Jakarta Masih Rawan Ancaman Ranjau Paku

Jalan Protokol di Jakarta Masih Rawan Ancaman Ranjau Paku

Megapolitan
Prakiraan Cuaca BMKG: Jakarta Kemungkinan Hujan Hari Ini

Prakiraan Cuaca BMKG: Jakarta Kemungkinan Hujan Hari Ini

Megapolitan
UPDATE 12 Agustus: 8 Pasien Baru, Total Kasus Covid-19 di Kota Tangerang Jadi 655

UPDATE 12 Agustus: 8 Pasien Baru, Total Kasus Covid-19 di Kota Tangerang Jadi 655

Megapolitan
Pemprov DKI Belum Temukan Hewan Laut yang Terdampak Pencemaran di Pulau Pari

Pemprov DKI Belum Temukan Hewan Laut yang Terdampak Pencemaran di Pulau Pari

Megapolitan
Akibat Layang-layang, Garuda Indonesia Keluarkan 4.000 Dollar AS untuk Perbaiki Kerusakan Pesawat

Akibat Layang-layang, Garuda Indonesia Keluarkan 4.000 Dollar AS untuk Perbaiki Kerusakan Pesawat

Megapolitan
Tak Ada Seleksi, 24 Paskibraka yang Bertugas di Jakut Diambil dari Tim Tahun Lalu

Tak Ada Seleksi, 24 Paskibraka yang Bertugas di Jakut Diambil dari Tim Tahun Lalu

Megapolitan
Pemkot Bekasi Gelar Lomba RW Siaga untuk Cegah Covid-19, Hadiahnya Pembangunan Senilai Rp 1 M

Pemkot Bekasi Gelar Lomba RW Siaga untuk Cegah Covid-19, Hadiahnya Pembangunan Senilai Rp 1 M

Megapolitan
Jika PSBB Diperpanjang, Fraksi Golkar Minta Pemprov DKI Perketat Pengawasan di 3 Tempat Ini

Jika PSBB Diperpanjang, Fraksi Golkar Minta Pemprov DKI Perketat Pengawasan di 3 Tempat Ini

Megapolitan
Hari Kedua Pembersihan Pulau Pari, Petugas Kumpulkan 110 Kantong Gumpalan Minyak

Hari Kedua Pembersihan Pulau Pari, Petugas Kumpulkan 110 Kantong Gumpalan Minyak

Megapolitan
Sekretaris Rencanakan Pembunuhan Bos Roti Asal Taiwan Setelah Santet Tak Mempan

Sekretaris Rencanakan Pembunuhan Bos Roti Asal Taiwan Setelah Santet Tak Mempan

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X