Kasatpol PP DKI Jakarta Sebut Anak Buahnya Bukan Musuh Masyarakat

Kompas.com - 21/07/2020, 09:04 WIB
Warga yang melanggar PSBB Transisi dengan tidak menggunakan masker di Pasar Bahari, Tanjung Priok, Jakarta Utara, Kamis (16/7/2020) Sudin Kominfotik Jakarta Utara Warga yang melanggar PSBB Transisi dengan tidak menggunakan masker di Pasar Bahari, Tanjung Priok, Jakarta Utara, Kamis (16/7/2020)

JAKARTA, KOMPAS.com - Kepala Satuan Polisi Pamong Praja ( Satpol PP) DKI Jakarta Arifin meminta masyarakat tak menganggap anak buahnya sebagai musuh saat melaksanakan penindakan pelanggaran aturan pembatasan sosial berskala besar ( PSBB).

Dalam melakukan penindakan, Satpol PP DKI menerapkan penegakan hukum dalam bentuk "OK Friend" di pusat-pusat keramaian seperti pasar dan mal.

Arifin menjelaskan makna OK Friend berasal dari kata 'OK' yang merupakan akronim dari operasi kepatuhan. Sementara kata 'Friend' mengartikan sikap sahabat yang saling mengingatkan apabila ada sahabat yang melanggar aturan.

Baca juga: Sanksi Menyanyi dan Rencana Denda untuk Warga yang Tak Pakai Masker, Apakah Efektif?

"Jadi, satpol PP ini bukan musuhnya masyarakat. Satpol PP bukan orang yang harus dibenci, dimusuhi. Kemudian satpol PP juga ketika melakukan penindakan, pengawasan juga, bersikap sebagai teman atau sahabat," kata Arifin saat dikonfirmasi, Selasa (21/7/2020).

Arifin menyampaikan, saat ini masih banyak masyarakat yang melanggar aturan PSBB, di antaranya berkerumun dan tidak menggunakan masker saat beraktivitas di luar rumah.

Dia menduga alasan masyarakat mulai abai terhadap protokol kesehatan Covid-19 karena jenuh atas pandemi Covid-19 yang tak berkesudahan, mengganggap remeh penyebaran virus corona, atau salah penafsiran tentang masa new normal ( kenormalan baru).

Baca juga: Wali Kota Depok: Mulai 23 Juli, Warga Tak Bermasker Kena Denda atau Sanksi Sosial

"Saat ini kita rasakan mulai terjadi penurunan disiplin kepatuhan masyarakat untuk menggunakan masker. Hal ini mungkin karena sudah terlalu lama, terlalu jenuh, banyak faktor lain lah," ujar Arifin.

"Tetapi kita selalu harus mengingatkan, tugas pemerintah mengingatkan warganya, melindungi warganya," lanjutnya.

Untuk diketahui, Pemprov DKI Jakarta telah mengumpulkan total Rp 1,66 miliar dari sanksi denda yang dikenakan terhadap pelanggar PSBB.

Denda terkumpul sejak diterbitkannya Peraturan Gubernur (Pergub) Nomor 41 tahun 2020 tentang Pengenaan Sanksi terhadap Pelanggaran Pelaksanaan PSBB pada Mei lalu.

Baca juga: Gubernur Cabut PSBB Transisi di DKI jika Kasus Covid-19 Meningkat Signifikan

Adapun, Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan telah memutuskan untuk kembali memperpanjang masa PSBB transisi fase pertama selama dua pekan, terhitung mulai 17 sampai 30 Juli 2020.

Pada masa perpanjangan PSBB transisi, lanjut Anies, Pemprov DKI akan menunda sejumlah kegiatan yang seharusnya mulai diizinkan beroperasi.

Anies juga mengimbau warga tetap mematuhi protokol kesehatan Covid-19 seperti menggunakan masker, mencuci tangan menggunakan sabun atau hand sanitizer, dan saling menjaga jarak.



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Pria Panjat Pohon Sambil Pamer Kemaluan di Depok Dievakuasi ke Rumah Singgah Beji

Pria Panjat Pohon Sambil Pamer Kemaluan di Depok Dievakuasi ke Rumah Singgah Beji

Megapolitan
WN Nigeria Tewas Ditusuk Temannya Setelah Cekcok Taruhan Game Playstation

WN Nigeria Tewas Ditusuk Temannya Setelah Cekcok Taruhan Game Playstation

Megapolitan
Gedung PLN Gambir, Saksi Bisu Cikal-bakal Hari Listrik Nasional

Gedung PLN Gambir, Saksi Bisu Cikal-bakal Hari Listrik Nasional

Megapolitan
Hujan Deras di Jakarta Selasa Sore, 4 RT dan 7 Jalan Tergenang Banjir

Hujan Deras di Jakarta Selasa Sore, 4 RT dan 7 Jalan Tergenang Banjir

Megapolitan
Pemkot Bekasi Izinkan Bioskop Kembali Beroperasi Pekan Ini

Pemkot Bekasi Izinkan Bioskop Kembali Beroperasi Pekan Ini

Megapolitan
Pria di Depok Panjat Pohon Sambil Teriak-teriak, Gigit Dahan, hingga Pamer Alat Kelamin

Pria di Depok Panjat Pohon Sambil Teriak-teriak, Gigit Dahan, hingga Pamer Alat Kelamin

Megapolitan
Polres Bandara Soekarno-Hatta Dalami Motif Mantan Polisi Selundupkan Amunisi Senjata Api

Polres Bandara Soekarno-Hatta Dalami Motif Mantan Polisi Selundupkan Amunisi Senjata Api

Megapolitan
Polda Metro Jaya Buat 16 Pos Pengamanan Saat Libur Panjang

Polda Metro Jaya Buat 16 Pos Pengamanan Saat Libur Panjang

Megapolitan
Polda Metro Jaya Siapkan 2.999 Personel untuk Antisipasi Libur Panjang

Polda Metro Jaya Siapkan 2.999 Personel untuk Antisipasi Libur Panjang

Megapolitan
Komnas Perempuan Desak Bawaslu Tangsel Tindak Paslon yang Lecehkan Rahayu Saraswati

Komnas Perempuan Desak Bawaslu Tangsel Tindak Paslon yang Lecehkan Rahayu Saraswati

Megapolitan
Antisipasi Demo Tolak Omnibus Law Besok, Polisi: Kalau Anarkis, Kami Tindak Tegas

Antisipasi Demo Tolak Omnibus Law Besok, Polisi: Kalau Anarkis, Kami Tindak Tegas

Megapolitan
Hujan Deras dan Angin Kencang di Jakarta Timur, Jalan Raya Jambore Banjir

Hujan Deras dan Angin Kencang di Jakarta Timur, Jalan Raya Jambore Banjir

Megapolitan
Warga Sebut di JPO Halte Kramat Cilandak Timur Rawan Penjambretan karena Sepi

Warga Sebut di JPO Halte Kramat Cilandak Timur Rawan Penjambretan karena Sepi

Megapolitan
Video Viral Motor Melintas di Tol Cikampek, Pengendara Diduga Pakai Pelat Nomor Palsu

Video Viral Motor Melintas di Tol Cikampek, Pengendara Diduga Pakai Pelat Nomor Palsu

Megapolitan
Mantan Polisi jadi Tersangka Kasus Kepemilikan Senjata Api di Bandara Soekarno-Hatta

Mantan Polisi jadi Tersangka Kasus Kepemilikan Senjata Api di Bandara Soekarno-Hatta

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X