Kompas.com - 05/08/2020, 08:08 WIB
Simulasi sekolah belajar tatap muka di SMPN 02 Bekasi, Senin (3/8/2020). KOMPAS.com/CYNTHIA Simulasi sekolah belajar tatap muka di SMPN 02 Bekasi, Senin (3/8/2020).
Penulis Cynthia Lova
|

BEKASI, KOMPAS.com - Enam sekolah di Kota Bekasi telah menggelar simulasi kegiatan belajar mengajar (KBM) tatap muka sejak Senin (3/8/2020).

Enam sekolah yang sejauh ini mulai menggelar simulasi tatap muka yakni SMPN 2 Kota Bekasi, SMP Victory, SMP Nassa, SDN Pekayonjaya VI, SD Negeri Jaticempaka VI, dan SD Al Azhar VI.

Menanggapi hal itu, Dirjen Pendidikan Anak Usia Dini, Pendidikan Dasar, dan Pendidikan Menengah (PAUD Dikdasmen) Kemendikbud Jumeri mengatakan, Pemkot Bekasi melanggar Surat Keputusan Bersama (SKB) 4 Menteri.

Baca juga: Enam Sekolah Simulasi KBM Tatap Muka di Bekasi

Sebab, dalam SKB 4 Menteri, syarat pembukaan sekolah adalah sekolah yang berada di zona hijau.

Sementara itu, saat ini Kota Bekasi masih dalam zona oranye. Artinya, memiliki risiko sedang.

“Ya, melanggar itu,” ujar Jumeri melalui pesan tertulisnya, Selasa (4/8/2020).

Meski dalih dari Pemkot Bekasi hanya simulasi, Jumeri mengakui bahwa Pemerintah Pusat dan Pemprov Jabar belum memiliki aturan terkait simulasi KBM tatap muka di Bekasi.

Oleh karena itu, pihak Kemendikbud akan meminta klarifikasi oleh Pemkot terkait KBM tatap muka yang sudah digelar di Bekasi.

“Dalihnya baru uji coba, Pemprov dan Pempus belum izinkan, kami akan klarifikasi ke Bekasi,” kata dia.

Baca juga: 11 Sekolah di Bekasi Ajukan Izin Simulasi KBM Tatap Muka

Jumeri menambahkan, pihak Kemendikbud akan memberi peringatan kepada Pemkot Bekasi terkait mulainya KBM tatap muka yang diselenggarakan di tengah pandemi.

Enam sekolah yang melakukan simulasi belajar tatap muka itu adalah sekolah yang masuk dalam kategori role model atau percontohan.

Sebagai informasi, Pemkot Bekasi memperbolehkan aktivitas tatap muka di sekolah kembali berlangsung dengan alasan angka penularan Covid-19 di Kota Bekasi sudah di bawah satu.

Pelaksana Harian Kepala Dinas Pendidikan Kota Bekasi Uu Saeful Mikdar sebelumnya mengungkapkan, setidaknya sudah ada 11 sekolah yang mengajukan perizinan untuk menggelar simulasi KBM secara tatap muka.

Uu mengatakan, 11 sekolah yang mengajukan untuk simulasi KBM tatap muka saat ini masih menunggu proses seleksi tim role model sekolah.

“Tim kami yang melibatkan semua beberapa OPD (organisasi perangkat daerah) memberi verifikasi, kalau layak, ya kami teruskan lagi,” kata Uu.

Baca juga: Gelar Simulasi Belajar Tatap Muka, Pemkot Bekasi Akui Belum Dapat Izin Mendikbud

Sekolah yang telah mengajukan untuk memulai simulasi KBM tatap muka harus memenuhi beberapa persyaratan.

Misalnya, menyerahkan proposal pelaksanaan protokol pencegahan Covid-19 ke Pemkot Bekasi. Di dalamnya juga berisi persentase izin orangtua agar anaknya ikut KBM tatap muka.

Sekolah juga harus memastikan memiliki aksesibilitas yang dekat dengan fasiltas pelayanan kesehatan baik rumah sakit, unit kesehatan sekolah (UKS), dan puskesmas untuk melakukan antisipasi jika terjadi kasus Covid-19.

Jika persyaratannya sesuai, maka Pemkot Bekasi akan mengizinkan sekolah tersebut menggelar KBM tatap muka.

Sementara itu, enam sekolah yang telah menggelar simulasi KBM tatap muka akan diverifikasi ulang setiap dua minggu sekali.

Verifikasi ulang dilakukan untuk mempertimbangkan apakah enam sekolah tersebut masih layak menjalankan kegiatan KBM tatap muka.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Pencuri di Supermarket dan Rumah di Tangsel Ditangkap, Salah Satunya Sudah 85 Kali Beraksi

Pencuri di Supermarket dan Rumah di Tangsel Ditangkap, Salah Satunya Sudah 85 Kali Beraksi

Megapolitan
Pemprov DKI dan APPBI Gelar Vaksinasi Covid-19 bagi Pelaku UMKM

Pemprov DKI dan APPBI Gelar Vaksinasi Covid-19 bagi Pelaku UMKM

Megapolitan
Kontrak MRT Fase 2A Senilai Rp 4,6 Triliun Diteken, Anies: Terima Kasih Presiden Jokowi

Kontrak MRT Fase 2A Senilai Rp 4,6 Triliun Diteken, Anies: Terima Kasih Presiden Jokowi

Megapolitan
Dianiaya Suami karena Tolak Pompa ASI, Ibu di Serpong Juga Dilarang Bertemu Anaknya

Dianiaya Suami karena Tolak Pompa ASI, Ibu di Serpong Juga Dilarang Bertemu Anaknya

Megapolitan
MRT Bundaran HI-Monas Ditargetkan Beroperasi April 2025, Lanjut Harmoni-Kota pada Agustus 2027

MRT Bundaran HI-Monas Ditargetkan Beroperasi April 2025, Lanjut Harmoni-Kota pada Agustus 2027

Megapolitan
Seorang Pria Tewas Ditusuk di Kalideres

Seorang Pria Tewas Ditusuk di Kalideres

Megapolitan
PPKM Diperpanjang, Wagub DKI: Tak Ada Perubahan Aturan Kecuali Jam Buka Restoran

PPKM Diperpanjang, Wagub DKI: Tak Ada Perubahan Aturan Kecuali Jam Buka Restoran

Megapolitan
Kebakaran di Toko Elektronik Pasar Minggu, Diduga karena Puntung Rokok

Kebakaran di Toko Elektronik Pasar Minggu, Diduga karena Puntung Rokok

Megapolitan
Jadwal Imsak dan Azan Subuh di Kota Tangerang Raya, 21 April 2021

Jadwal Imsak dan Azan Subuh di Kota Tangerang Raya, 21 April 2021

Megapolitan
Jadwal Imsak dan Azan Subuh di Kota Bogor, 21 April 2021

Jadwal Imsak dan Azan Subuh di Kota Bogor, 21 April 2021

Megapolitan
Jadwal Imsak dan Azan Subuh di Kota Depok, 21 April 2021

Jadwal Imsak dan Azan Subuh di Kota Depok, 21 April 2021

Megapolitan
Jadwal Imsak dan Azan Subuh di Kota Bekasi, 21 April 2021

Jadwal Imsak dan Azan Subuh di Kota Bekasi, 21 April 2021

Megapolitan
Tak Mau Pompa ASI karena Kesakitan, Seorang Ibu Dianiaya Suaminya di Serpong

Tak Mau Pompa ASI karena Kesakitan, Seorang Ibu Dianiaya Suaminya di Serpong

Megapolitan
Jadwal Imsak dan Azan Subuh di Jakarta, 21 April 2021

Jadwal Imsak dan Azan Subuh di Jakarta, 21 April 2021

Megapolitan
10 Artis yang Berulang Kali Terjerat Kasus Narkoba, dari Tio Pakusadewo hingga Rio Reifan

10 Artis yang Berulang Kali Terjerat Kasus Narkoba, dari Tio Pakusadewo hingga Rio Reifan

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X