Pengalaman Devi Jadi Sopir Truk Perempuan Pertama yang Taklukkan Tanjakan Ekstrem Sitinjau Lauik

Kompas.com - 02/09/2020, 22:57 WIB
Devi Nuraisyah Stephani (29 tahun). KOMPAS.COM/JIMMY RAMADHAN AZHARIDevi Nuraisyah Stephani (29 tahun).


JAKARTA, KOMPAS.com - Di zaman milenial, satu persatu profesi yang identik dikerjakan oleh laki-laki perlahan mulai ditekuni oleh kaum hawa. Mulai dari polisi, TNI, pilot, olahragawan dan sebagainya.

Devi Nuraisyah Stephani, misalnya, dia berhasil mematahkan anggapan bahwa profesi sebagai sopir truk hanya bisa digeluti oleh pria.

Memang, dia bukan satu-satunya wanita yang menggeluti profesi ini, tapi nama Devo melejit setelah dirinya mempublikasikan rutinitasnya sebagai sopir truk melalui kanal YouTube miliknya.

Hanya butuh tiga tahun bagi Devi untuk menjadi idola di kalangan pecinta mobil-mobil besar tersebut.

Baca juga: Kisah Devi Nuraisyah Stephani, Wanita yang Jadi Sopir Truk Sekaligus YouTuber

Namun, ada saja yang meragukan kapasitas Devi sebagai juru kemudi. Anggapan-anggapan sembrono tentu tak asing ia dengar.

Kendati demikian, toh Devi membuat pembuktian. Dia berhasil menaklukkan jalan yang disebut-sebut sebagai mimpi buruk para pengendara, yakni tanjakan Sitinjau Lauik.

Jangankan mobil berukuran raksasa seperti truk pink yang dikendarai Devi, mobil pribadi pun kerap susah payah melalui lintasan tersebut.

Kepada Kompas.com, Devi mengaku tak memiliki persiapan khusus menghadapi tanjakan tersebut. Mulanya ia hanya ditugaskan perusahaan tempat ia bekerja, Tam Cargo, untuk mengantarkan kiriman barang ke kota Padang, Sumatera Barat.

"Kemarin itu baru pertama kali nyoba jalur Sumatera, kalau sebelumnya kan seringnya jalur Jawa sampai Bali," kata Devi saat ditemui di gudang Tam Kargo, Bambu Apus, Cipayung, Jakarta Timur, Selasa (1/9/2020).

Baca juga: Cara Devi Nuraisyah Bungkam Pandangan Negatif terhadap Sopir Truk Perempuan

Rasa deg-degan ketika menjalani jalur Sumatera yang terkenal sulit karena dipenuhi tikungan-tikungan tajam dan tanjakan curam, tentu menghampiri Devi. Belum lagi banyak lokasi rawan aksi kriminal bajing loncat (bajilo).

Halaman:


25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Anak Kecil Jadi Korban Penjambretan di Kebayoran Lama, Polisi Wanti-wanti Orangtua

Anak Kecil Jadi Korban Penjambretan di Kebayoran Lama, Polisi Wanti-wanti Orangtua

Megapolitan
Penjambret Ponsel Anak Kecil di Kebayoran Lama Terekam CCTV, Polisi Kejar Pelaku

Penjambret Ponsel Anak Kecil di Kebayoran Lama Terekam CCTV, Polisi Kejar Pelaku

Megapolitan
Viral, Anak Kecil Main Ponsel Disambar Penjambret di Kebayoran Lama

Viral, Anak Kecil Main Ponsel Disambar Penjambret di Kebayoran Lama

Megapolitan
Tempat Tidur Isolasi di RS Rujukan Covid-19 Kota Bekasi Masih Tersisa 392 Unit

Tempat Tidur Isolasi di RS Rujukan Covid-19 Kota Bekasi Masih Tersisa 392 Unit

Megapolitan
Hingga 21 Oktober, 28 Pasien Covid-19 Dirawat di RSD Patriot Bekasi, 21 OTG Isolasi di Hotel

Hingga 21 Oktober, 28 Pasien Covid-19 Dirawat di RSD Patriot Bekasi, 21 OTG Isolasi di Hotel

Megapolitan
Imbas Hujan Deras, Turap di Perumahan Kawasan Ciracas Longsor

Imbas Hujan Deras, Turap di Perumahan Kawasan Ciracas Longsor

Megapolitan
Akibat Pandemi Covid-19, Himpunan Pengusaha Perkirakan UMP Jakarta 2021 Tidak Naik

Akibat Pandemi Covid-19, Himpunan Pengusaha Perkirakan UMP Jakarta 2021 Tidak Naik

Megapolitan
Kelanjutan Status PSBB Tangerang Selatan Tunggu Keputusan Gubernur

Kelanjutan Status PSBB Tangerang Selatan Tunggu Keputusan Gubernur

Megapolitan
Jumlah Penonton Bioskop Hanya Boleh 25 Persen, Asosiasi: Kami Merugi

Jumlah Penonton Bioskop Hanya Boleh 25 Persen, Asosiasi: Kami Merugi

Megapolitan
Ini Alasan Pemprov dan DPRD DKI Bahas APBD Perubahan di Puncak Bogor

Ini Alasan Pemprov dan DPRD DKI Bahas APBD Perubahan di Puncak Bogor

Megapolitan
Bioskop CGV di Jakarta Mulai Buka Hari Ini, Protokol Kesehatan Dipastikan Siap

Bioskop CGV di Jakarta Mulai Buka Hari Ini, Protokol Kesehatan Dipastikan Siap

Megapolitan
UPDATE 20 Oktober: Bertambah 23, Kini Kasus Positif Covid-19 Capai 3.804 di Kabupaten Bekasi

UPDATE 20 Oktober: Bertambah 23, Kini Kasus Positif Covid-19 Capai 3.804 di Kabupaten Bekasi

Megapolitan
Polisi Pulangkan Sejumlah Pedemo Tolak Omnibus Law yang Diamankan di Sekitar Istana

Polisi Pulangkan Sejumlah Pedemo Tolak Omnibus Law yang Diamankan di Sekitar Istana

Megapolitan
Sudin Bina Marga Jakpus Bersihkan Fasilitas yang Dicorat-coret Saat Demo

Sudin Bina Marga Jakpus Bersihkan Fasilitas yang Dicorat-coret Saat Demo

Megapolitan
30 Rumah di Jakut Rusak Diterjang Puting Beliung, 4 Orang Luka

30 Rumah di Jakut Rusak Diterjang Puting Beliung, 4 Orang Luka

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X