Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

5 Wilayah Jakarta Catat Kasus Kematian akibat Covid-19 Lebih dari 100 Orang, Ini Sebarannya

Kompas.com - 30/09/2020, 11:51 WIB
Rindi Nuris Velarosdela,
Egidius Patnistik

Tim Redaksi

JAKARTA, KOMPAS.com - Satgas Penanganan Covid-19 mencatat, sebanyak 20 kabupaten atau kota di Indonesia memiliki angka kematian akibat Covid-19 lebih dari 100 orang.

Sebanyak 5 dari 20 daerah tersebut berada di Jakarta, yakni wilayah Jakarta Pusat, Jakarta Barat, Jakarta Timur, Jakarta Selatan, dan Jakarta Utara.

Hingga Selasa (29/9/2020) kemarin, jumlah akumulatif pasien positif Covid-19 di Jakarta sejak Maret lalu tercatat 73.309 orang. Sebanyak 1.718 orang dari total pasien Covid-19 di Jakarta itu dilaporkan meninggal dunia. Jumlah kematian itu setara 2,3 persen dari total kasus di Jakarta.

Baca juga: PSMBK Kota Bogor, Zona Merah, dan Angka Kematian yang Meningkat

Berdasarkan data Dinas Kesehatan DKI Jakarta hingga 28 September 2020 pukul 10.00 WIB, lima wilayah kota di Jakarta mencatat angka kematian akibat Covid-19 rata-tata 200 orang lebih.

Jakarta Pusat menjadi wilayah dengan angka kasus kematian tertinggi yakni 252 orang, disusul Jakarta Timur dengan 249 kasus kematian, Jakarta Barat dengan 248 kematian, Jakarta Selatan dengan 214 kematian, dan Jakarta Utara 195 kematian. 

Hanya Kabupaten Kepulauan Seribu yang mencatat 0 kematian akibat Covid-19.

Sementara itu, 121 orang meninggal dunia di luar DKI Jakarta dan sebanyak 425 laporan kasus meninggal dunia masih diproses sebaran tempat tinggalnya.

Berikut sebaran kasus kematian pasien Covid-19 di 5 kota administgratif di Jakarta.

Jakarta Pusat : 252 orang

1. Kecamatan Cempaka Putih : 18 orang
2. Kecamatan Gambir : 21 orang
3. Kecamatan Johar Baru : 53 orang
4. Kecamatan Kemayoran : 54 orang
5. Kecamatan Menteng : 19 orang
6. Kecamatan Sawah Besar : 21 orang
7. Kecamatan Senen : 27 orang
8. Kecamatan Tanah Abang : 39 orang

Jakarta Timur : 249 Orang

1. Kecamatan Cakung : 29 orang
2. Kecamatan Cipayung : 9 orang
3. Kecamatan Ciracas : 22 orang
4. Kecamatan Duren Sawit : 47 orang
5. Kecamatan Jatinegara : 26 orang
6. Kecamatan Kramat Jati : 28 orang
7. Kecamatan Makasar : 16 orang
8. Kecamatan Matraman : 31 orang
9. Kecamatan Pasar Rebo : 14 orang
10. Kecamatan Pulo Gadung : 27 orang

Jakarta Barat : 248 orang

1. Kecamatan Cengkareng : 42 orang
2. Kecamatan Grogol Petamburan : 29 orang
3. Kecamatan Kali Deres : 19 orang
4. Kecamatan Kebon Jeruk : 43 orang
5. Kecamatan Kembangan : 19 orang
6. Kecamatan Palmerah : 39 orang
7. Kecamatan Taman Sari : 13 orang
8. Kecamatan Tambora : 44 orang

Jakarta Selatan : 214 orang

1. Kecamatan Cilandak : 26 orang
2. Kecamatan Jagakarsa : 21 orang
3. Kecamatan Kebayoran Baru : 11 orang
4. Kecamatan Kebayoran Lama : 36 orang
5. Kecamatan Mampang Prapatan : 19 orang
6. Kecamatan Pancoran : 9 orang
7. Kecamatan Pasar Minggu : 30 orang
8. Kecamatan Pesanggrahan : 21 orang
9. Kecamatan Setia Buri : 16 orang
10. Kecamatan Tebet : 25 orang

Jakarta Utara : 195 orang

1. Kecamatan Cilincing : 27 orang
2. Kecamatan Kelapa Gading : 21 orang
3. Kecamatan Koja : 35 orang
4. Kecamatan Pademangan : 24 orang
5. Kecamatan Penjaringan : 35 orang
6. Kecamatan Tanjung Priok : 53 orang

Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Kompas.com WhatsApp Channel : https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.

Video rekomendasi
Video lainnya


Terkini Lainnya

[POPULER JABODETABEK] Warga yang 'Numpang' KTP Jakarta Protes NIK-nya Dinonaktifkan | Polisi Sita Senpi dan Alat Seks dari Pria yang Cekoki Remaja hingga Tewas

[POPULER JABODETABEK] Warga yang "Numpang" KTP Jakarta Protes NIK-nya Dinonaktifkan | Polisi Sita Senpi dan Alat Seks dari Pria yang Cekoki Remaja hingga Tewas

Megapolitan
Harga Bawang Merah Melonjak, Pemprov DKI Bakal Gelar Pangan Murah

Harga Bawang Merah Melonjak, Pemprov DKI Bakal Gelar Pangan Murah

Megapolitan
Pemprov DKI Diminta Lindungi Pengusaha Warung Madura Terkait Adanya Permintaan Pembatasan Jam Operasional

Pemprov DKI Diminta Lindungi Pengusaha Warung Madura Terkait Adanya Permintaan Pembatasan Jam Operasional

Megapolitan
Kronologi Brigadir RAT Bunuh Diri Pakai Pistol di Dalam Alphard

Kronologi Brigadir RAT Bunuh Diri Pakai Pistol di Dalam Alphard

Megapolitan
Polisi Pastikan Kasus Dugaan Pemerasan Firli Bahuri Masih Terus Berjalan

Polisi Pastikan Kasus Dugaan Pemerasan Firli Bahuri Masih Terus Berjalan

Megapolitan
Brigadir RAT Diduga Pakai Pistol HS-9 untuk Akhiri Hidupnya di Dalam Mobil

Brigadir RAT Diduga Pakai Pistol HS-9 untuk Akhiri Hidupnya di Dalam Mobil

Megapolitan
Korban: Guling yang Dicuri Maling Peninggalan Almarhum Ayah Saya

Korban: Guling yang Dicuri Maling Peninggalan Almarhum Ayah Saya

Megapolitan
Guling yang Dicuri Maling di Cinere Usianya Sudah Belasan Tahun

Guling yang Dicuri Maling di Cinere Usianya Sudah Belasan Tahun

Megapolitan
Khawatir Rumahnya Diambil Pemerintah, Banyak Warga Tanah Tinggi Tak Ikut Program 'Bebenah Kampung'

Khawatir Rumahnya Diambil Pemerintah, Banyak Warga Tanah Tinggi Tak Ikut Program "Bebenah Kampung"

Megapolitan
Anggota Polresta Manado Tembak Kepalanya Pakai Senpi, Peluru Tembus dari Pelipis Kanan ke Kiri

Anggota Polresta Manado Tembak Kepalanya Pakai Senpi, Peluru Tembus dari Pelipis Kanan ke Kiri

Megapolitan
Maling Guling Beraksi di Cinere, Korban: Lucu, Kenapa Enggak Sekalian Kasurnya!

Maling Guling Beraksi di Cinere, Korban: Lucu, Kenapa Enggak Sekalian Kasurnya!

Megapolitan
Kronologi Pengendara Moge Tewas Terlindas Truk Trailer di Plumpang

Kronologi Pengendara Moge Tewas Terlindas Truk Trailer di Plumpang

Megapolitan
Mayat Bayi di Tanah Abang, Diduga Dibuang Ayah Kandungnya

Mayat Bayi di Tanah Abang, Diduga Dibuang Ayah Kandungnya

Megapolitan
2 Pria Rampok Taksi 'Online' di Kembangan untuk Bayar Pinjol

2 Pria Rampok Taksi "Online" di Kembangan untuk Bayar Pinjol

Megapolitan
Heru Budi: Jakarta Bisa Benahi Tata Kota jika Pemerintahan Pindah ke IKN

Heru Budi: Jakarta Bisa Benahi Tata Kota jika Pemerintahan Pindah ke IKN

Megapolitan
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com