Kompas.com - 03/10/2020, 21:50 WIB
Ilustrasi karantina virus corona, Covid-19 ShutterstockIlustrasi karantina virus corona, Covid-19

JAKARTA, KOMPAS.com - Wakil Gubernur DKI Jakarta Ahmad Riza Patria menyebutkan, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta kini tengah mendata rumah pasien Covid-19 yang menjalani isolasi mandiri.

Nantinya, rumah-rumah tersebut akan ditempeli stiker bertuliskan "Sedang melakukan isolasi mandiri".

"Sedang diatur (pemasangan stiker), selama ini sesungguhnya sudah jalan, melalui Pak Wali Kota, lurah-lurah setempat, Puskesmas dan seluruh jajaran juga mengidentifikasi setiap rumah yang di situ ada dirawat OTG (orang tanpa gejala)," ujar Ariza, Sabtu (3/10/2020).

Baca juga: Wagub DKI: Pemasangan Stiker Isolasi Mandiri demi Layanan yang Lebih Baik

Menurut dia, saat ini pun lurah-lurah setempat kerap datang ke rumah yang dijadikan lokasi isolasi mandiri pasien Covid-19 OTG untuk memastikan kondisi warga dalam keadaan baik.

"Teman-teman bisa lihat di media sosial, Pak Lurah keliling mengecek, bahkan ikut mengantar makanan, memastikan pelayanan terbaik," ucapnya.

Terkait kritikan pemasangan stiker, Ariza bilang bahwa hal ini lumrah di era keterbukaan seperti saat ini.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Dengan membuka data warga yang terpapar Covid-19 ini, diharapkan masyarakat di sekitar rumah tersebut bisa menunjukkan kepedulian mereka.

Baca juga: Rumah Pasien Isolasi Mandiri Ditandai Stiker, Wagub DKI Tegaskan Bukan untuk Timbulkan Stigma

"Di era keterbukaan ini justru dengan identitasnya semakin jelas, maka pelayanannya, treatmentnya akan semakin baik," tutur Ariza.

Diketahui, Pemprov DKI Jakarta menetapkan standar minimal fasilitas yang harus dimiliki oleh pasien Covid-19 yang ingin isolasi di rumah.

Syarat dan prosedur tersebut diatur dalam Keputusan Gubernur DKI Jakarta Nomor 980 Tahun 2020 tentang Prosedur Pengelolaan Isolasi Terkendali dalam Rangka Penanganan Covid-19.

Halaman:


Video Rekomendasi

Rekomendasi untuk anda
25th

Ada hadiah uang elektronik senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Pemprov DKI Latih 895 CPNS Jadi Tracer Digital untuk Lacak Covid-19

Pemprov DKI Latih 895 CPNS Jadi Tracer Digital untuk Lacak Covid-19

Megapolitan
Warga Cengkareng Dianiaya Tetangga hingga Meninggal karena Anjingnya Buang Kotoran Sembarangan

Warga Cengkareng Dianiaya Tetangga hingga Meninggal karena Anjingnya Buang Kotoran Sembarangan

Megapolitan
Insentif Tenaga Kesehatan yang Tangani Covid-19 di Tangsel Belum 100 Persen Cair

Insentif Tenaga Kesehatan yang Tangani Covid-19 di Tangsel Belum 100 Persen Cair

Megapolitan
Pemkot Tangsel Didesak Tambah Tempat Tidur Pasien Covid-19

Pemkot Tangsel Didesak Tambah Tempat Tidur Pasien Covid-19

Megapolitan
Seorang Perempuan Dibunuh di Jagakarsa, Pelaku Diduga Suaminya

Seorang Perempuan Dibunuh di Jagakarsa, Pelaku Diduga Suaminya

Megapolitan
Beroperasi Sejak Juni 2021, Pemalsu Surat Hasil PCR buat Syarat Perjalanan Ditangkap

Beroperasi Sejak Juni 2021, Pemalsu Surat Hasil PCR buat Syarat Perjalanan Ditangkap

Megapolitan
Jusuf Hamka, Pengusaha yang Ingin Jadi Mother Teresa Versi Jakarta

Jusuf Hamka, Pengusaha yang Ingin Jadi Mother Teresa Versi Jakarta

Megapolitan
Herman Hanafi Diangkat Jadi Penjabat Sekda Kabupaten Bekasi

Herman Hanafi Diangkat Jadi Penjabat Sekda Kabupaten Bekasi

Megapolitan
Cium Bau Menyengat, Warga Temukan Pria Sebatang Kara Meninggal di Rumahnya

Cium Bau Menyengat, Warga Temukan Pria Sebatang Kara Meninggal di Rumahnya

Megapolitan
Pemkot Tangerang Akan Naikkan Jumlah Testing Covid-19 Jadi 4.300 Orang Sehari

Pemkot Tangerang Akan Naikkan Jumlah Testing Covid-19 Jadi 4.300 Orang Sehari

Megapolitan
Diduga Terjatuh, Seorang Wanita Ditemukan Meninggal di Kamar Mandi di Tebet

Diduga Terjatuh, Seorang Wanita Ditemukan Meninggal di Kamar Mandi di Tebet

Megapolitan
Soal Aturan Makan 20 Menit, Anies: Makan Secukupnya, Jangan Nongkrong

Soal Aturan Makan 20 Menit, Anies: Makan Secukupnya, Jangan Nongkrong

Megapolitan
Pengusaha Jusuf Hamka Borong Makanan Pedagang Kecil untuk Dibagikan ke Pasien Covid-19 yang Isoman

Pengusaha Jusuf Hamka Borong Makanan Pedagang Kecil untuk Dibagikan ke Pasien Covid-19 yang Isoman

Megapolitan
Soroti BOR Covid-19 di Tangsel Tak Kunjung Turun, Mendagri: Masyarakat Sulit Dapat Tempat Perawatan

Soroti BOR Covid-19 di Tangsel Tak Kunjung Turun, Mendagri: Masyarakat Sulit Dapat Tempat Perawatan

Megapolitan
Polda Metro Periksa Satpol PP Gadungan yang Lakukan Rekrutmen Ilegal

Polda Metro Periksa Satpol PP Gadungan yang Lakukan Rekrutmen Ilegal

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X