Kronologi Remaja Tewas Tenggelam di Danau Taman Maja Jagakarsa

Kompas.com - 26/10/2020, 19:40 WIB
Petugas Suku Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Jakarta Selatan bersama warga mencari NRI (13) yang tenggelam di Danau Taman Maja, Lenteng Agung, Jagakarsa, Jakarta pada Senin (26/10/2020) sore. Dok. Sudin Gulkarmat Jakarta SelatanPetugas Suku Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Jakarta Selatan bersama warga mencari NRI (13) yang tenggelam di Danau Taman Maja, Lenteng Agung, Jagakarsa, Jakarta pada Senin (26/10/2020) sore.

JAKARTA, KOMPAS.com - NRI (13) tewas tenggelam di Danau Maja, Lenteng Agung, Jagakarsa, Jakarta, Senin (26/10/2020) sore.

Lurah Lenteng Agung, Bayu Pasca Soengkono mengatakan, korban saat itu sedang bermain bersama teman-temannya.

NRI diduga tak bisa berenang. Pada saat NRI tenggelam, teman-temannya sempat berusaha menolong korban.

Baca juga: Bermain di Danau Taman Maja Saat Hujan Deras, Seorang Remaja Tewas Tenggelam

Salah satu saksi, AA (17) sedang bermain bola di lapangan Taman Maja dipanggil oleh saksi lainnya, Z (15) teman NRI.

Z meminta pertolongan kepada AA dan teman-temannya untuk menolong NRI yang tenggelam di Danau Taman Maja.

“Selanjutnya saksi dan teman-teman turun ke Danau Taman Maja dengan maksud menolong korban namun pada saat dicari di dalam Danau Maja tidak ditemukan,” ujar Bayu saat dikonfirmasi, Senin malam.

Di waktu yang bersamaan, petugas keamanan Taman Maja melapor ke pamadam kebakaran Sektor X Suku Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan sekitar pukul 15.15 WIB.

“Tidak lama kemudian datang warga serta Damkar guna mencari korban tenggelam,” ujar Bayu.

Tujuh anggota Sektor X Jagakarsa lalu bersama warga melakukan pencarian. Sekitar 10 menit, korban ditemukan tewas. Evakuasi dinyatakan selesai pada pukul 16.30 WIB.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Sejumlah Dosen di Kota Tangerang Berharap Bisa Mengajar di Kampus Usai Vaksinasi

Sejumlah Dosen di Kota Tangerang Berharap Bisa Mengajar di Kampus Usai Vaksinasi

Megapolitan
Upaya Meminimalisasi Banjir di Rawa Buaya, Buat Saluran Gendong hingga Perbaikan Sheetpile

Upaya Meminimalisasi Banjir di Rawa Buaya, Buat Saluran Gendong hingga Perbaikan Sheetpile

Megapolitan
Tidur Saat Memasak, Tukang Bubur Kaget Ketika Bangun Lihat Asap Kebakaran di Tempat Tinggalnya

Tidur Saat Memasak, Tukang Bubur Kaget Ketika Bangun Lihat Asap Kebakaran di Tempat Tinggalnya

Megapolitan
Anak-anak Bermain di Selokan Pademangan, Camat Sebut akibat Jenuh di Rumah Saja

Anak-anak Bermain di Selokan Pademangan, Camat Sebut akibat Jenuh di Rumah Saja

Megapolitan
Timnas U22 Vs Tira Persikabo Digelar Jumat Malam, 238 Polisi Dikerahkan

Timnas U22 Vs Tira Persikabo Digelar Jumat Malam, 238 Polisi Dikerahkan

Megapolitan
Polisi Izinkan Laga Uji Coba Timnas U22 dan U23 Indonesia Digelar Pekan Ini

Polisi Izinkan Laga Uji Coba Timnas U22 dan U23 Indonesia Digelar Pekan Ini

Megapolitan
Ditangkap Tanpa Barang Bukti, Robby Abbas Akan Direhabilitasi

Ditangkap Tanpa Barang Bukti, Robby Abbas Akan Direhabilitasi

Megapolitan
Dalam Duka, Suroto dan Elisabeth Berbesar Hati Memaafkan Pembunuh Ade Sara

Dalam Duka, Suroto dan Elisabeth Berbesar Hati Memaafkan Pembunuh Ade Sara

Megapolitan
Dinkes DKI: Cara Terbaik Hambat Penyebaran Virus Corona B.1.1.7 dengan Isolasi yang Ketat

Dinkes DKI: Cara Terbaik Hambat Penyebaran Virus Corona B.1.1.7 dengan Isolasi yang Ketat

Megapolitan
Kedapatan Bawa Celurit, 2 Orang Ditangkap di Jalan Danau Sunter

Kedapatan Bawa Celurit, 2 Orang Ditangkap di Jalan Danau Sunter

Megapolitan
Harga Cabai Naik, Pedagang Pasar Induk Kramatjati Keluhkan Pasokan Tidak Stabil

Harga Cabai Naik, Pedagang Pasar Induk Kramatjati Keluhkan Pasokan Tidak Stabil

Megapolitan
Suara Orangtua Sikapi KBM Tatap Muka: Khawatir Penularan hingga Tunda Sekolah Anak

Suara Orangtua Sikapi KBM Tatap Muka: Khawatir Penularan hingga Tunda Sekolah Anak

Megapolitan
Harga Cabai Rawit di Pasar Induk Kramatjati Masih Rp 130.000 Per Kilogram

Harga Cabai Rawit di Pasar Induk Kramatjati Masih Rp 130.000 Per Kilogram

Megapolitan
Uji Coba Insentif Parkir Kendaraan Lulus Uji Emisi di Blok M Belum Terlaksana

Uji Coba Insentif Parkir Kendaraan Lulus Uji Emisi di Blok M Belum Terlaksana

Megapolitan
Tak Kunjung Jual Saham Perusahaan Bir, Pemprov DKI Klaim Tak Kantongi Izin dari DPRD

Tak Kunjung Jual Saham Perusahaan Bir, Pemprov DKI Klaim Tak Kantongi Izin dari DPRD

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X