[POPULER JABODETABEK] Anies Sempat Minta Pusat Kaji Kembali Cuti Bersama | Percakapan Rasial Guru SMA di Jaktim

Kompas.com - 27/10/2020, 08:38 WIB
Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan bersama wakilnya, Achmad Riza Patria, dalam konferensi pers penerapan kembali masa PSBB pada Rabu (9/9/2020). Dokumentasi Pemprov DKI JakartaGubernur DKI Jakarta Anies Baswedan bersama wakilnya, Achmad Riza Patria, dalam konferensi pers penerapan kembali masa PSBB pada Rabu (9/9/2020).

JAKARTA, KOMPAS.com - Cuti bersama yang jatuh pada 28 dan 30 Oktober 2020 dikhawatirkan akan membua lonjakan kasus Covid-19 di hari-hari mendatang. Dugaan ini muncul lantaran beberapa kali lonjakan kasus Covid-19 terjadi pasca libur panjang.

Pemerintah Provinsi DKI Jakarta pun sudah meminta pemerintah pusat untuk mengaji kembali cuti bersama itu. Namun, usulan itu tak ditanggapi.

Rencana cuti bersama tetap berjalan. Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan mengaku yan bisa dilakukan Pemprov saat ini hanya mempersiapkan berbagai fasilitas mana kala lonjakan itu terjadi.

Baca juga: Puncak Arus Libur Panjang di Soekarno-Hatta Diperkirakan Terjadi Hari Ini

Berita soal keresahan Anies akan lonjakan Covid-19 pasca libur panjang menjadi berita terpopuler Megapolitan Kompas.com sepanjang kemarin, Senin (26/10/2020).

Isu lainnya yang juga banyak dibaca juga soal percakapan seorang guru SMA di Jakarta Timur yang dianggap rasis kepada para siswanya.

Berikut empat berita terpopuler Megapolitan Kompas.com sepanjang kemarin:

1. Anies usulkan cuti bersama dikaji lagi

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan menyampaikan, pihaknya pernah meminta pemerintah pusat untuk mengevaluasi kembali penetapan cuti bersama Maulid Nabi Muhammad SAW.

Perlu diketahui, pemerintah memutuskan menjadikan 28 Oktober dan 30 Oktober 2020 sebagai cuti bersama Maulid Nabi Muhammad SAW.

Dengan demikian, akan ada libur panjang selama lima hari, yaitu pada 28 Oktober hingga 1 November 2020.

Baca juga: Pemerintah Pastikan 28 dan 30 Oktober Tetap Cuti Bersama

Menurut Anies, evaluasi penetapan cuti bersama perlu dilakukan untuk mengantisipasi lonjakan kasus Covid-19 pasca liburan.

"Sebetulnya tiga minggu yang lalu kita sudah menganjurkan dalam rapat pertemuan dengan gugus (tugas percepatan penanganan Covid), coba dipertimbangkan soal liburnya, libur panjangnya," kata Anies di Polda Metro Jaya, Jakarta Selatan, Senin (26/10/2020).

Namun, pemerintah pusat tetap menetapkan cuti bersama pada 28 dan 30 Oktober.

Oleh sebab itu, Pemprov DKI hanya bisa mengantisipasi lonjakan kasus Covid-19 pasca libur panjang dengan memastikan ketersediaan tempat tidur isolasi dan ICU di 98 rumah sakit rujukan.

"Pemerintah pusat sudah memutuskan tetap jalan libur panjangnya. Ya sudah, keputusan pemerintah pusat itu, sekarang kita jalani antisipasi semua side effectnya," ujar Anies.

Baca selengkapnya di sini.

Operasi Zebra Lodaya 2020 yang dilaksanakan di Cianjur, Jawa Barat juga menyasar pengguna jalan yang tidak patuh pada protokol kesehatan Covid-19, seperti tidak memakai masker.KOMPAS.COM/ISTIMEWA Operasi Zebra Lodaya 2020 yang dilaksanakan di Cianjur, Jawa Barat juga menyasar pengguna jalan yang tidak patuh pada protokol kesehatan Covid-19, seperti tidak memakai masker.

2. Operasi zebra di Jakarta Timur

Operasi Zebra yang dilakukan Direktorat Lalu Lintas Polda Metro Jaya digelar mulai hari ini, Senin (26/10/2020) hingga 8 November 2020.

Di Jakarta Timur, Operasi Zebra hari ini dilakukan di tiga titik keramaian arus lalu lintas.

"Hari ini kami laksanakan giat Operasi Zebra di tiga titik. Titik pertama di Traffic light PGC, Jalan DI Panjaitan, dan Pasar Klender," kata Wakasat Lantas Polres Metro Jakarta Timur, Komisaris Polisi Maulana Karepesina saat dikonfirmasi, Senin (26/10/2020).

Dalam operasi tersebut, polisi menyasar para pengedar yang melanggar pelanggaran kasat mata seperti tidak menggunakan helm, tidak menghidupkan lampu dan masuk ke jalur bus Transjakarta.

Baca selengkapnya di sini.

Selembaran berisi percakapan berbau rasis yang dilontarkan seorang guru SMAIstimewa Selembaran berisi percakapan berbau rasis yang dilontarkan seorang guru SMA

3. Viral percakapan rasis guru SMA di Jaktim

Viral di media sosial tangkapan layar berisi percakapan berbau rasial diduga dilontarkan oleh seorang guru SMA di Jakarta Timur.

Terlihat potongan gambar percakapan seseorang yang disebut berinisial TS (56) sedang berbicara dalam grup WhatsApp.

TS yang disebut sebagai guru Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti itu mengatakan agar tidak memilih calon ketua OSIS yang non-Muslim.

“Assalamualaikum…hati2 memilih ketua OSIS Paslon 1 dan 2 Calon non Islam…jd ttp walau bagaimana kita mayoritas hrs punya ketua yg se Aqidah dgn kita.”

“Mohon doa dan dukungannya utk Paslon 3.”

“Mohon doa dan dukungannya utk Paslon 3.”

“Awas Rohis jgn ada yg jd pengkhianat ya,” demikian pesan dalam grup tersebut.

Ketika dikonfirmasi, Kasudin Pendidikan Wilayah II Jakarta Timur Gunas Mahdianto membenarkan hal tersebut. Gunas mengatakan, TS sudah diberikan pembinaan dan diperiksa.

“Sudah diberikan pembinaan oleh kepala sekolah. Gurunya juga di-BAP, sudah dilaporkan ke dinas juga itu,” kata Gunas saat dihubungi, Senin (26/10/2020).

Baca selengkapnya di sini.

Calon Wakil Wali Kota Tangerang Selatan (Tangsel) Rahayu Saraswati Djojohadikusumo (kanan) bersama Sekretaris Tim Pemenangan Wanto Sugito saat mendatangi lokasi pengundian nomor urut kandidat Pilkada Tangsel 2020, Kamis (24/9/2020)KOMPAS.com/Tria Sutrisna Calon Wakil Wali Kota Tangerang Selatan (Tangsel) Rahayu Saraswati Djojohadikusumo (kanan) bersama Sekretaris Tim Pemenangan Wanto Sugito saat mendatangi lokasi pengundian nomor urut kandidat Pilkada Tangsel 2020, Kamis (24/9/2020)

4. Dilecehkan lewat foto hamil, Rahayu Saraswati berencana tempuh jalur hukum

Calon wakil wali kota Tangerang Selatan Rahayu Saraswati Djojohadikusumo (Sara) bakal menempuh jalur hukum untuk menindaklanjuti kasus pelecehan seksual yang dialaminya di media sosial.

"Pelecehan seksual tidak bisa ditolerir. Kami sedang mempertimbangkan untuk mengambil langkah hukum," ujar Sara, Senin (26/10/2020).

Sara menjelaskan bahwa langkah hukum perlu dipertimbangkan karena pelecehan seksual, termasuk yang dialaminya dalam kontestasi Pilkada Tangerang Selatan 2020, tidak bisa ditoleransi.

Baca juga: Sebelum Foto Hamil, Rahayu Saraswati Pernah Merasa Dilecehkan Lewat Postingan Paha Mulus

Dihubungi secara terpisah, Sekretaris Tim Pemenangan Pasangan Calon Muhamad-Sara, Wanto Sugito mengatakan bahwa pihaknya mendukung Sara untuk segera mengambil langkah hukum.

"Jelas pelaku ini memiliki niat untuk melakukan pencemaran seksualitas terhadap Rahayu Saraswati," kata Wanto.

Saat ini, kata Wanto, pihaknya bakal terlebih dahulu berdiskusi dengan Tim Hukum Muhamad-Sara untuk menentukan langkah selanjutnya.

Namun, dia memastikan bahwa tim pemenangan bakal berupaya mencari siapa sosok di balik unggahan bernarasi pelecehan terhadap calon wakil wali kota yang didukungnya.

"Saya belum bisa simpulkan, tapi siapa pun pelakunya pasti ada kaitan dengan pilkada di Tangsel," kata dia.

"Kita serahkan kepada pihak terkait untuk mencari pelaku dan aktornya. Yang pasti kita akan kejar," sambungnya.

Baca selengkapnya di sini.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Jasa Marga: 381.851 Kendaraan Sudah Tinggalkan Jabotabek

Jasa Marga: 381.851 Kendaraan Sudah Tinggalkan Jabotabek

Megapolitan
Zakat Fitrah dengan Sampah Plastik Bermula dari Keluhan Warga Tak Punya Uang

Zakat Fitrah dengan Sampah Plastik Bermula dari Keluhan Warga Tak Punya Uang

Megapolitan
Masjid Istiqlal Tak Gelar Shalat Idul Fitri, Imam Besar Minta Maaf

Masjid Istiqlal Tak Gelar Shalat Idul Fitri, Imam Besar Minta Maaf

Megapolitan
Rizieq Shihab Minta Penangguhan Penahanan Jelang Idul Fitri, Majelis Hakim Masih Bermusyawarah

Rizieq Shihab Minta Penangguhan Penahanan Jelang Idul Fitri, Majelis Hakim Masih Bermusyawarah

Megapolitan
Berbeda dengan DKI, Tangsel Tak Larang Ziarah Kubur Saat Lebaran

Berbeda dengan DKI, Tangsel Tak Larang Ziarah Kubur Saat Lebaran

Megapolitan
Fraksi PDI-P Duga Ratusan PNS DKI Ogah Ikut Lelang Jabatan karena TGUPP Bentukan Anies Dominan

Fraksi PDI-P Duga Ratusan PNS DKI Ogah Ikut Lelang Jabatan karena TGUPP Bentukan Anies Dominan

Megapolitan
Pengacara John Kei Dituntut 18 Tahun Penjara

Pengacara John Kei Dituntut 18 Tahun Penjara

Megapolitan
Libur Lebaran, Warga Jadetabek Tak Diizinkan Masuk ke Tempat Wisata di Kota Bogor

Libur Lebaran, Warga Jadetabek Tak Diizinkan Masuk ke Tempat Wisata di Kota Bogor

Megapolitan
4 Pemudik Diamankan Polisi di Kedungwaringin, Dianggap Provokator Penerobosan Penyekatan

4 Pemudik Diamankan Polisi di Kedungwaringin, Dianggap Provokator Penerobosan Penyekatan

Megapolitan
Anies Apresiasi Masjid Istiqlal Tak Gelar Shalat Idul Fitri

Anies Apresiasi Masjid Istiqlal Tak Gelar Shalat Idul Fitri

Megapolitan
Buka Saat Libur Lebaran, Dufan Operasikan 80 Persen Wahana

Buka Saat Libur Lebaran, Dufan Operasikan 80 Persen Wahana

Megapolitan
Wali Kota Bekasi Izinkan Warga Shalat Id di Masjid

Wali Kota Bekasi Izinkan Warga Shalat Id di Masjid

Megapolitan
Pulih dari Covid-19 Jelang Lebaran, Para Penyintas Ini Bersyukur dan Tak Berencana Mudik

Pulih dari Covid-19 Jelang Lebaran, Para Penyintas Ini Bersyukur dan Tak Berencana Mudik

Megapolitan
Jadwal Buka Puasa dan Shalat Maghrib Tangerang Raya Hari Ini, 11 Mei 2021

Jadwal Buka Puasa dan Shalat Maghrib Tangerang Raya Hari Ini, 11 Mei 2021

Megapolitan
Jadwal Buka Puasa dan Shalat Maghrib Depok Hari Ini, 11 Mei 2021

Jadwal Buka Puasa dan Shalat Maghrib Depok Hari Ini, 11 Mei 2021

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X