Polisi Tangkap Pelaku Pencurian Disertai Pembunuhan di Tambora

Kompas.com - 30/10/2020, 13:52 WIB
Ilustrasi penangkapan Think StockIlustrasi penangkapan

JAKARTA, KOMPAS.com - Unit Reskrim Polsek Tambora meringkus pelaku pencurian disertai penusukan pada Rabu (28/10/2020). Penusukan tersebut mengakibatkan korban meninggal dunia.

Hal tersebut disampaikan oleh Kapolsek Tambora Kompol M Faruk Rozi, Jumat (30/10/2020).

"Petugas kami berhasil melakukan penangkapan kurang dari 1 jam setelah kami mendapati adanya laporan atas pembunuhan tersebut serta mencocokan dengan database para pelaku " ujar Faruk.

Setelah mengumpulkan bukti dan informasi, pihak kepolisian meringkus pelaku berinisial SH alias UK (24) di kediamannya yang masih berlokasi di kawasan Tanah Sereal, Tambora, Jakarta Barat.

Usai ditangkap, pelaku melakukan pemeriksaan urine. Hasilnua, ia terbukti positif menggunakan amphetamine dan metamphetamine.

Baca juga: Pencurian Motor di Bandara Soekarno-Hatta, Dilakukan Residivis dengan Modus Order Pesanan

Untuk diketahui, SH merupakan seorang residivis atas kasus penjambretan dan pencurian motor.

Sedagkan peristiwa pencurian disertai penusukan terjadi di sebuah rumah merangkap indekos yang berlokasi di Jalan Pekapuran 2, Kelurahan Tanah Sereal, Tambora, Rabu dini hari, sekitar pukul 03.30 WIB.

Kejadian bermula saat saksi pelapor, yang merupakan istri dari korban terbangun pada dini hari karena mendengar suara jendela terbuka.

Ia menuju sumber suara dan mendapati SH sedan mengambil ponsel yang sedang dalam kondisi pengisian daya di belakang pintu.

Sontak saksi pelapor berteriak sehingga membangunkan korban. 

Korban pun mengejar pelaku. Sempat terjadi saling dorong antara korban dan pelaku.

Kemudian, pelaku menikam korban dan mengenai rusuk bagian kiri. Pelaku pun segera kabur setelah melakukan aksinya tersebut.

Korban segera dibawa ke Puskesmas Tambora untuk mendapatkan pertolongan. Namun, nyawa korban tidak dapat diselamatkan.



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Usia Jemaat Dibatasi, Pembagian Hadiah Natal untuk Anak-anak di Gereja Katedral Ditiadakan

Usia Jemaat Dibatasi, Pembagian Hadiah Natal untuk Anak-anak di Gereja Katedral Ditiadakan

Megapolitan
Sederet Fakta Penangkapan Penyebar Video Ajakan Jihad dalam Azan

Sederet Fakta Penangkapan Penyebar Video Ajakan Jihad dalam Azan

Megapolitan
Dampak Pelesiran Guru MAN 22: 30 Orang Positif Covid-19, Sekolah Ditutup, dan KBM Tatap Muka Ditunda

Dampak Pelesiran Guru MAN 22: 30 Orang Positif Covid-19, Sekolah Ditutup, dan KBM Tatap Muka Ditunda

Megapolitan
Fakta Kasus Narkoba Mantan Artis Cilik IBS, Positif Sabu meski Polisi Tak Temukan Obatnya

Fakta Kasus Narkoba Mantan Artis Cilik IBS, Positif Sabu meski Polisi Tak Temukan Obatnya

Megapolitan
Tiga Momen Saling Serang Pradi-Afifah dan Idris-Imam di Debat Pamungkas Pilkada Depok

Tiga Momen Saling Serang Pradi-Afifah dan Idris-Imam di Debat Pamungkas Pilkada Depok

Megapolitan
Rahayu Saraswati Tak Dampingi Muhamad saat Pencoblosan Pilkada Tangsel 2020

Rahayu Saraswati Tak Dampingi Muhamad saat Pencoblosan Pilkada Tangsel 2020

Megapolitan
BMKG: Jakarta dan Bodebek Diguyur Hujan Hari Ini

BMKG: Jakarta dan Bodebek Diguyur Hujan Hari Ini

Megapolitan
Alasan Polisi Tak Juga Tangkap Pelaku Pencabulan Bocah di Rumah Ibadah

Alasan Polisi Tak Juga Tangkap Pelaku Pencabulan Bocah di Rumah Ibadah

Megapolitan
Rusun Rawa Buaya Dipersiapkan Jadi Tempat Pengungsian Banjir

Rusun Rawa Buaya Dipersiapkan Jadi Tempat Pengungsian Banjir

Megapolitan
Jakarta Utara Disebut Masuk Zona Oranye, Peningkatan Kasus Landai

Jakarta Utara Disebut Masuk Zona Oranye, Peningkatan Kasus Landai

Megapolitan
Selama Januari-November, 49 WNA di Jaksel Dideportasi karena Langgar Keimigrasian

Selama Januari-November, 49 WNA di Jaksel Dideportasi karena Langgar Keimigrasian

Megapolitan
Tim Pemburu Covid-19 Lakukan Tracing dari Laporan Warga dan Data Covid-19

Tim Pemburu Covid-19 Lakukan Tracing dari Laporan Warga dan Data Covid-19

Megapolitan
Jelang Natal dan Tahun Baru, Satpol PP Antisipasi Titik Rawan Kerumunan di Jaktim

Jelang Natal dan Tahun Baru, Satpol PP Antisipasi Titik Rawan Kerumunan di Jaktim

Megapolitan
Debat Pilkada Kota Depok, Idris Sindir Paslon Nomor 1 Tak Suka Ditanya Singkatan

Debat Pilkada Kota Depok, Idris Sindir Paslon Nomor 1 Tak Suka Ditanya Singkatan

Megapolitan
Debat Pilkada Depok Memanas, Afifah Merasa Dilecehkan oleh Imam Budi Hartono

Debat Pilkada Depok Memanas, Afifah Merasa Dilecehkan oleh Imam Budi Hartono

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X