Nilai APBD DKI 2020 Akan Menciut, Sejumlah Pembangunan di Jakarta Ditunda

Kompas.com - 03/11/2020, 16:30 WIB
Pekerja beraktivitas di lokasi proyek revitalisasi kawasan Taman Ismail Marzuki (TIM) di Jakarta, Kamis (6/2/2020). Proses revitalisasi TIM yang ditargetkan selesai pada tahun 2021 itu sudah memasuki tahap II yakni membongkar gedung Graha Bhakti Budaya dan Galeri Cipta I. ANTARA FOTO/Aprillio Akbar/aww. ANTARA FOTO/Aprillio AkbarPekerja beraktivitas di lokasi proyek revitalisasi kawasan Taman Ismail Marzuki (TIM) di Jakarta, Kamis (6/2/2020). Proses revitalisasi TIM yang ditargetkan selesai pada tahun 2021 itu sudah memasuki tahap II yakni membongkar gedung Graha Bhakti Budaya dan Galeri Cipta I. ANTARA FOTO/Aprillio Akbar/aww.

JAKARTA, KOMPAS.com - Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bapppeda) DKI Jakarta, Nasruddin Djoko Surjono mengatakan, sejumlah program pembangunan di DKI Jakarta akan ditunda akibat perubahan besaran APBD DKI 2020.

Perubahan nilai APBD DKI Jakarta 2020 kini sedang dibahas antara Pemprov dan DPRD DKI Jakarta. Tahapan pembahasan saat ini masih dalam bentuk Kebijakan Umum Perubahan Anggaran - Prioritas Plafon Anggaran Sementara (KUPA-PPAS) 2020 sebelum nanti menjadi APBD Perubahan.

APBD DKI Jakarta tahun 2020 awalnya bernilai Rp 87,9 triliun. Namun kini karena terdampak Covid-19 sehigga sejumlah target pemasukan tidak tercapai. Nilai APBD DKI 2020 pun kan menciut. Dalam KUPA-PPAS 2020, besarnya hanya akan menjadi Rp 63,23 triliun.

Baca juga: Alami Penyesuaian, APBD DKI 2020 Jadi Rp 63,23 Triliun

"Akibatnya pengeluaran Pemda DKI termasuk PMD (Penyertaan Modal Daerah) harus disesuaikan. Ini yang mendasari Pemprov DKI dengan DPRD membuat re-foccusing sebagai respon dampak Covid-19," kata Nasruddin saat dihubungi melalui telepon, Selasa (3/11/2020).

Dia mengatakan, salah satu program pembangunan yang terkena dampak adalah pembuatan rumah susun (rusun).

Nasruddin enggan menjelaskan program apa saja yang ditunda akibat pengurangan anggaran tersebut. Soalnya, saat ini masih terjadi pembahasan KUPA-PPAS 2020 antara DPRD dan Pemprov DKI Jakarta.

"Masih didiskusikan," kata dia.

Program tidak terkena dampak, kata Nasruddin, merupakan pembangunanpembangunan yang menggunakan dana pinjaman Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) dari pemerintah pusat. Proyek yang menggunakan dana PEN antara lain penanganan banjir, pembangunan Jakarta Internasional Stadium, dan revitalisasi Taman Ismail Marzuki.

"Ada PEN agar tetap ada yang kontinyu Pembangunan JIS, TIM, penanganan banjir itu pakai PEN sehingga itu bisa tetap berjalan," ujar Nasruddin.

Untuk program prioritas yang berasal dari APBD perubahan, Nasruddin menjelaskan Pemprov DKI memberikan fokus pada pelayanan dasar dan pemulihan ekonomi.

"Di dalamnya termasuk subsidi dan sebagainya tetap dipertahankan," ujar dia.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

UPDATE 11 April: Tambah 21 Kasus di Kota Tangerang, 235 Pasien Covid-19 Masih Dirawat

UPDATE 11 April: Tambah 21 Kasus di Kota Tangerang, 235 Pasien Covid-19 Masih Dirawat

Megapolitan
Vaksinasi Covid-19 Dosis 1 untuk Nakes, Lansia dan Pelayan Publik DKI Jakarta Capai 50,9 Persen

Vaksinasi Covid-19 Dosis 1 untuk Nakes, Lansia dan Pelayan Publik DKI Jakarta Capai 50,9 Persen

Megapolitan
UPDATE 11 April: Tambah 1.031 Kasus di Jakarta, 15 Pasien Covid-19 Meninggal

UPDATE 11 April: Tambah 1.031 Kasus di Jakarta, 15 Pasien Covid-19 Meninggal

Megapolitan
Pohon Tumbang di Kebayoran Lama, Dua Rute Transjakarta Dialihkan

Pohon Tumbang di Kebayoran Lama, Dua Rute Transjakarta Dialihkan

Megapolitan
Larangan Mudik, Kepala Terminal Poris: Perusahaan Otobus Lapang Dada

Larangan Mudik, Kepala Terminal Poris: Perusahaan Otobus Lapang Dada

Megapolitan
Panduan Ibadah Ramadhan 2021 di Masjid dengan Protokol Kesehatan

Panduan Ibadah Ramadhan 2021 di Masjid dengan Protokol Kesehatan

Megapolitan
Pohon Tumbang di Jalur Rel, Perjalanan KRL dari Tanah Abang Tak Tersedia

Pohon Tumbang di Jalur Rel, Perjalanan KRL dari Tanah Abang Tak Tersedia

Megapolitan
Pohon Tumbang di Jalur Rel Kebayoran Lama, KRL Tak Bisa Melintas

Pohon Tumbang di Jalur Rel Kebayoran Lama, KRL Tak Bisa Melintas

Megapolitan
Kritik Tugu Sepeda, Anggota DPRD: Pemprov DKI Tak Peka Kebutuhan Pesepeda

Kritik Tugu Sepeda, Anggota DPRD: Pemprov DKI Tak Peka Kebutuhan Pesepeda

Megapolitan
Ajaran Lia Eden Disebut Sesat, Mulai dari Halalkan Babi hingga Izinkan Shalat Dua Bahasa

Ajaran Lia Eden Disebut Sesat, Mulai dari Halalkan Babi hingga Izinkan Shalat Dua Bahasa

Megapolitan
Jenazah Lia Eden Akan Dikremasi

Jenazah Lia Eden Akan Dikremasi

Megapolitan
Lia Eden Meninggal Dunia pada Jumat 9 April 2021

Lia Eden Meninggal Dunia pada Jumat 9 April 2021

Megapolitan
Mengenal Lia Eden yang Mengaku Dapat Wahyu dari Malaikat Jibril

Mengenal Lia Eden yang Mengaku Dapat Wahyu dari Malaikat Jibril

Megapolitan
Seorang Karyawan Curi 14 Ponsel Dari Gerai yang Dia Jaga, Kerugian Korban Capai Rp 100 Juta

Seorang Karyawan Curi 14 Ponsel Dari Gerai yang Dia Jaga, Kerugian Korban Capai Rp 100 Juta

Megapolitan
Cara Daftar Kartu Lansia Jakarta 2021

Cara Daftar Kartu Lansia Jakarta 2021

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X