Kompas.com - 27/11/2020, 07:10 WIB
Agustinus Woro (51) saat ditemui di Polsek Kebayoran Baru, Jakarta Selatan pada Senin (26/11/2020) siang. Agustinus diamankan ke Polsek Kebayoran Baru setelah beraksi memanjat tower baliho di dekat Mabes Polri. KOMPAS.com/WAHYU ADITYO PRODJOAgustinus Woro (51) saat ditemui di Polsek Kebayoran Baru, Jakarta Selatan pada Senin (26/11/2020) siang. Agustinus diamankan ke Polsek Kebayoran Baru setelah beraksi memanjat tower baliho di dekat Mabes Polri.

JAKARTA, KOMPAS.com - Fransiscus Agustinus Worowulli (51), si manusia tower, sejak 2013 sudah memanjat aneka menara.

Menara SUTET (Saluran Udara Tegangan Ekstra Tinggi) hingga tower baliho dan reklame pernah dipanjat Agustinus. Cap orang gila pun melekat di dirinya.

Anggapan gila ketika mendengar nama Agustinus pun kerap muncul di media sosial.

Sementara, Agustinus sempat dinyatakan mengidap gangguan jiwa berdasarkan assessment Suku Dinas Sosial Jakarta Barat pada tahun 2016 sesuai memanjat tower baliho di Grogol, Jakarta Barat.

Cap gila di diri Agustinus bukan tak beralasan. Aksinya membuat setiap orang yang bertemu menghela nafas. Ancaman terjatuh dari ketinggian bahkan tersengat listrik selalu mengiringi aksinya.

Baca juga: Agustinus Woro, Sang Pemanjat Menara SUTET hingga Tiang Baliho di Jakarta

Dalam aksinya, Agustinus juga kerap berorasi dan mengeluarkan sumpah serapah. Di beberapa aksinya, Agustinus bahkan sempat berdiri di puncak tower baliho hanya memakai celana dalam.

Tuntutan Agustinus seringkali di luar nalar. Salah satunya seperti membubarkan DPR hingga meminta Presiden Joko Widodo untuk datang sebagai syarat turun dari tower Baliho.

Kompas.com sempat berbincang dengan Agustinus di Polsek Kebayoran Baru pada Senin (24/11/2020) siang. Saat itu, Agustinus baru saja beraksi dengan memanjat tower baliho di Jalan Trunojoyo, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, tepatnya di dekat Mabes Polri.

Siang itu, Agustinus tampak tengah membaca Undang-Undang Dasar 45. Ia diam dan tak banyak berbicara. Di depannya, ada sepiring nasi yang sudah hampir bersih dan gelas kosong.

Di sebuah kesempatan, Agustinus memberikan tanggapannya atas cap orang gila yang diberikan padanya.

Baca juga: Agustinus Panjat Tower Baliho Lagi, Polisi Sebut Itu Upaya Cari Sensasi

"Kalau menurut saya itu hal biasa aja (dicap orang gila). Artinya kita maklumi toh," ujar Agustinus dengan nada tenang.

Agustinus tak marah dicap sebagai orang gila dan memakluminya. Ia justru lebih marah jika berbincang dengan seseorang yang dianggap mengerti olehnya tetapi justru berpura-pura bodoh dan tak mengerti.

Halaman Selanjutnya
Halaman:


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Depok 13 Pekan Bertahan di Zona Oranye Covid-19

Depok 13 Pekan Bertahan di Zona Oranye Covid-19

Megapolitan
Kota Bekasi Catat 163 Kasus Baru Covid-19, Selasa Kemarin

Kota Bekasi Catat 163 Kasus Baru Covid-19, Selasa Kemarin

Megapolitan
Depok Catat 10 Kematian akibat Covid-19, Jumlah Terbanyak dalam Sehari

Depok Catat 10 Kematian akibat Covid-19, Jumlah Terbanyak dalam Sehari

Megapolitan
[POPULER JABODETABEK] Cara Ganti E-KTP yang Hilang atau Rusak bagi Warga Luar Domisili

[POPULER JABODETABEK] Cara Ganti E-KTP yang Hilang atau Rusak bagi Warga Luar Domisili

Megapolitan
[Update 20 April]: Kasus Baru Covid-19 di Kota Tangerang Sebanyak 26, Pasien Aktif 216

[Update 20 April]: Kasus Baru Covid-19 di Kota Tangerang Sebanyak 26, Pasien Aktif 216

Megapolitan
Warga Depok Diminta Tak Mengendurkan Protokol Kesehatan Saat Ramadhan

Warga Depok Diminta Tak Mengendurkan Protokol Kesehatan Saat Ramadhan

Megapolitan
[Update 20 April]: Tangsel Catat 10.672 Kasus Covid-19, Pasien Dirawat Sebanyak 578

[Update 20 April]: Tangsel Catat 10.672 Kasus Covid-19, Pasien Dirawat Sebanyak 578

Megapolitan
Ruhana Kuddus, Wartawati Pertama yang Gencar Menentang Poligami, Nikah Dini dan Dominasi Laki-laki

Ruhana Kuddus, Wartawati Pertama yang Gencar Menentang Poligami, Nikah Dini dan Dominasi Laki-laki

Megapolitan
BMKG: Jakarta dan Sekitarnya Cerah Berawan, Kecuali Bogor

BMKG: Jakarta dan Sekitarnya Cerah Berawan, Kecuali Bogor

Megapolitan
Remaja Diperkosa Anak Anggota DPRD lalu Dijual, Praktisi Hukum Pidana: Berdamai Tak Bisa Hentikan Penyidikan

Remaja Diperkosa Anak Anggota DPRD lalu Dijual, Praktisi Hukum Pidana: Berdamai Tak Bisa Hentikan Penyidikan

Megapolitan
Jadwal Imsak dan Buka Puasa di Kota Bogor Hari Ini, 21 April 2021

Jadwal Imsak dan Buka Puasa di Kota Bogor Hari Ini, 21 April 2021

Megapolitan
Jadwal Imsak dan Buka Puasa di Tangerang Raya Hari Ini, 21 April 2021

Jadwal Imsak dan Buka Puasa di Tangerang Raya Hari Ini, 21 April 2021

Megapolitan
Jadwal Imsak dan Buka Puasa di Jakarta Hari Ini, Rabu 21 April 2021

Jadwal Imsak dan Buka Puasa di Jakarta Hari Ini, Rabu 21 April 2021

Megapolitan
Jadwal Imsak dan Buka Puasa di Bekasi, 21 April 2021

Jadwal Imsak dan Buka Puasa di Bekasi, 21 April 2021

Megapolitan
Jadwal Imsak dan Buka Puasa Kota Depok Hari Ini, 21 April 2021

Jadwal Imsak dan Buka Puasa Kota Depok Hari Ini, 21 April 2021

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X