Rawa Buaya, Wilayah Langganan Banjir yang Jadi Contoh Kampung Tangguh Bencana

Kompas.com - 02/12/2020, 18:44 WIB
Antrean warga terdampak banjir mengambil air bersih di rumah warga wilayah Rawa Buaya, Cengkareng, Jakarta Barat, Jumat (3/1/2020). membeludaknya warga di posko pengungsian di SMPN 264 membuat sebagian warga bertahan di kolong tol. KOMPAS.com/M ZAENUDDINAntrean warga terdampak banjir mengambil air bersih di rumah warga wilayah Rawa Buaya, Cengkareng, Jakarta Barat, Jumat (3/1/2020). membeludaknya warga di posko pengungsian di SMPN 264 membuat sebagian warga bertahan di kolong tol.

JAKARTA, KOMPAS.com - Pemkot Jakarta Barat menjadikan kawasan langganan banjir RW 001 Kelurahan Rawa Buaya sebagai kampung tangguh bencana pertama di Jakarta Barat.

Program pemkot yang dilaksanakan di Rawa Buaya ini akan dijadikan model untuk dicontoh oleh wilayah rawan banjir lainnya di Jakarta Barat.

Simulasi pertama kampung tangguh bencana akan dilaksanakan pada 6 Desember mendatang.

"Insyaallah (simulasi) dilaksanakan pada hari Minggu, 6 Desember. Itu dilakukan dari instruksi gubernur sebagai bagian dari kesiapsiagaan masing-masing wilayah dalam rangka antisipasi musim hujan," kata Wali Kota Jakarta Barat Uus Kuswanto, Rabu (2/12/2020).

Uus menjelaskam bahwa dalam dua tahun terakhir, wilayah Rawa Buaya kerap digenangi air setinggi lebih dari satu meter.

Bahkan, warga yang terdampak berjumlah lebih dari 100 kepala keluarga (KK).

Baca juga: Kali Angke Meluap, 2 RW di Rawa Buaya Banjir hingga 40 Sentimeter

Oleh sebab itu, wilayah ini menjadi wilayah pertama yang dijadikan kampung tangguh bencana.

Masyarakat di kampung ini akan dibekali pengetahuan yang dibutuhkan untuk evakuasi ketika bencana banjir menyerang.

Sarana penunjang yang memadai juga telah diberikan untuk melengkapi kebutuhan masyarakat jika terjadi banjir.

Di antaranya, pihak Suku Dinas Sosial Jakarta Barat menyiapkan dua buah tenda berukuran 3x4 meter dan tenda sebesar 8x10 meter yang akan digunakan jika warga harus diungsikan.

Di samping itu, pemkot juga telah mendirikan dapur umum yang telah difasilitasi dengan petugas dan perlengkapan yang memadai.

Baca juga: Banjir Surut di Rawa Buaya, Warga: Cuma Sisa Kasur sama TV, Kulkas Tenggelam

Selain itu, pihak Suku Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan (Gulkarmat) Jakarta Barat juga menyiapkan 20 perahu karet dengan petugas yang siaga selama 24 jam.

Wakil Wali Kota Jakarta Barat Yani Wahyu Purwoko menyatakan bahwa dari mulai masyarakat, aparat, hingga sarana pendukung telah dipersiapkan agar tangguh dalam menghadapi bencana.

"Sarana pendukung harus tangguh, masyarakat harus tangguh, dan gaya dukung tim seperti sarana prasarana harus tangguh, seperti apa yang dibutuhkan dalam penanggulangan bencana," ujar Yani.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Pemkot Tangsel Bahas Teknis Pembuangan Sampah ke TPA Cilowong Serang

Pemkot Tangsel Bahas Teknis Pembuangan Sampah ke TPA Cilowong Serang

Megapolitan
Sudinhub Jakpus: Pesepeda Sudah Dibuatkan Jalur Permanen, Kok Tidak Dipakai?

Sudinhub Jakpus: Pesepeda Sudah Dibuatkan Jalur Permanen, Kok Tidak Dipakai?

Megapolitan
Ratusan Lansia di Pondok Kopi Divaksinasi Covid-19 di Permukiman Warga

Ratusan Lansia di Pondok Kopi Divaksinasi Covid-19 di Permukiman Warga

Megapolitan
Ini yang Harus Disiapkan Sekolah di Depok jika Pembelajaran Tatap Muka Diizinkan

Ini yang Harus Disiapkan Sekolah di Depok jika Pembelajaran Tatap Muka Diizinkan

Megapolitan
Kembali Beroperasi, Restoran Milik Rizky Billar Dipantau Ketat Satpol PP

Kembali Beroperasi, Restoran Milik Rizky Billar Dipantau Ketat Satpol PP

Megapolitan
Polisi Akan Periksa Rizky Billar Terkait Pembukaan Restoran yang Langgar Prokes

Polisi Akan Periksa Rizky Billar Terkait Pembukaan Restoran yang Langgar Prokes

Megapolitan
Sejumlah Ruas Jalan di Tangsel Berlubang

Sejumlah Ruas Jalan di Tangsel Berlubang

Megapolitan
Asal Usul Manggarai, Pusat Perbudakan Perempuan di Batavia

Asal Usul Manggarai, Pusat Perbudakan Perempuan di Batavia

Megapolitan
Anies Nonaktifkan Dirut Pembangunan Sarana Jaya yang Jadi Tersangka Korupsi

Anies Nonaktifkan Dirut Pembangunan Sarana Jaya yang Jadi Tersangka Korupsi

Megapolitan
Remaja Jatuh Saat Berusaha Kabur dari Razia Knalpot Bising di Monas

Remaja Jatuh Saat Berusaha Kabur dari Razia Knalpot Bising di Monas

Megapolitan
Banyak Pesepeda Keluar Jalur Khusus Sepeda di Sudirman

Banyak Pesepeda Keluar Jalur Khusus Sepeda di Sudirman

Megapolitan
Jika Diizinkan Sekolah Tatap Muka, Disdik Depok Akan Batasi Murid dan Mata Pelajaran

Jika Diizinkan Sekolah Tatap Muka, Disdik Depok Akan Batasi Murid dan Mata Pelajaran

Megapolitan
Sekolah Tatap Muka di Depok Butuh Persetujuan Satgas Covid-19 dan Orangtua

Sekolah Tatap Muka di Depok Butuh Persetujuan Satgas Covid-19 dan Orangtua

Megapolitan
Hotel Kapsul Futuristik Kini Hadir di Bandara Soekarno-Hatta, Biaya Menginap Mulai dari Rp 200.000

Hotel Kapsul Futuristik Kini Hadir di Bandara Soekarno-Hatta, Biaya Menginap Mulai dari Rp 200.000

Megapolitan
Ganjil Genap di Kota Bogor Ditiadakan, Okupansi Hotel Meningkat

Ganjil Genap di Kota Bogor Ditiadakan, Okupansi Hotel Meningkat

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X