Khawatir Kerumunan, Polisi Minta Paslon Pilkada Tangsel Tak Gelar Pesta Kemenangan

Kompas.com - 07/12/2020, 18:13 WIB
Wakapolres Tangerang Selatan Kompol Stephanus Luckyto saat diwawancarai di Depan Gedung KPU Tangerang Selatan, Jumat (4/9/2020) KOMPAS.com/Tria SutrisnaWakapolres Tangerang Selatan Kompol Stephanus Luckyto saat diwawancarai di Depan Gedung KPU Tangerang Selatan, Jumat (4/9/2020)
|

TANGERANG SELATAN, KOMPAS.com - Polisi mengimbau pasangan calon maupun simpatisan untuk tidak menggelar pesta kemenangan Pilkada Tangerang Selatan 2020 karena berpotensi menimbulkan kerumuman.

Wakapolres Tangerang Selatan Kompol Stephanus Luckyto mengatakan, pihaknya sudah mengirimkan surat imbauan kepada tim pemenang pasangan calon agar tidak menggelar perayaan yang menimbulkan kerumuman di tengah pandemi Covid-19.

"Jadi tidak ada perayaan-perayaan lagi. Karena kita tahu sendiri, paham sendiri, situasi (Covid-19) sekarang kan mengkhawatirkan," ujar Luckyto saat diwawancarai, Senin (7/12/2020).

Baca juga: 2.150 Personel TNI-Polri Dikerahkan Jaga TPS Pilkada Tangsel

Menurut Luckyto, surat yang dilayangkan oleh kepolisian kepada para tim pemenangan hanya sebatas imbauan agar tidak menggelar pesta kemenangan.

Dia memastikan pihaknya akan memberikan sanksi apabila perayaan tersebut tetap digelar dan melanggar protokol kesehatan pencegahan Covid-19.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Adapun protokol kesehatan yang dimaksud memakai masker, mencuci tangan dengan sabun, menjaga jarak (3M).

"Kami juga sampaikan dalam surat tersebut ketika terjadi pelanggaran, ada sanksi-sanksi atau aturan yang akan kami tegakkan kepada paslon-paslon ini," ungkapnya

Untuk itu, Luckyto berharap agar para pasangan calon dapat mengerti dan tidak menggelar pesta kemenangan yang melibatkan banyak massa di tengah pandemi Covid-19 saat ini.

"Tidak perlu melibatkan banyak massa. Khususnya ketika mereka menunaikan hak pilihnya, maupun ketika mereka mungkin tahu bahwa pasangan atau diri mereka adalah pemenang dari kontestasi ini," kata Luckyto.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Ikuti Putusan MK, Pemerintah Pastikan Segera Perbaiki UU Cipta Kerja

Ikuti Putusan MK, Pemerintah Pastikan Segera Perbaiki UU Cipta Kerja

Megapolitan
UPDATE 28 November: Tangsel Catat Penambahan 4 Kasus Baru Covid-19

UPDATE 28 November: Tangsel Catat Penambahan 4 Kasus Baru Covid-19

Megapolitan
Salah Satu Korban Penembakan di Exit Tol Bintaro Meninggal Dunia

Salah Satu Korban Penembakan di Exit Tol Bintaro Meninggal Dunia

Megapolitan
Capaian Vaksinasi Dosis Kedua di DKI Jakarta 100,5 Persen

Capaian Vaksinasi Dosis Kedua di DKI Jakarta 100,5 Persen

Megapolitan
UPDATE 28 November: DKI Jakarta Tambah 51 Kasus Covid-19

UPDATE 28 November: DKI Jakarta Tambah 51 Kasus Covid-19

Megapolitan
Tarif TransPakuan Berlaku Mulai Januari 2022

Tarif TransPakuan Berlaku Mulai Januari 2022

Megapolitan
Pelaku Mutilasi di Bekasi Buang Jasad Korban di Lokasi Terpisah untuk Hilangkan Jejak

Pelaku Mutilasi di Bekasi Buang Jasad Korban di Lokasi Terpisah untuk Hilangkan Jejak

Megapolitan
Tersangka Mutilasi di Bekasi Ajak Korban Pesta Narkoba Sebelum Membunuh

Tersangka Mutilasi di Bekasi Ajak Korban Pesta Narkoba Sebelum Membunuh

Megapolitan
Komisi D Dorong Pemprov DKI Prioritaskan Uji Emisi Kendaraan Umum

Komisi D Dorong Pemprov DKI Prioritaskan Uji Emisi Kendaraan Umum

Megapolitan
Motif Pelaku Mutilasi di Bekasi, Sakit Hati Istri Dihina dan Dicabuli Korban

Motif Pelaku Mutilasi di Bekasi, Sakit Hati Istri Dihina dan Dicabuli Korban

Megapolitan
Pengusaha Mal Sebut PPKM Level 3 Nataru Akan Membuat Tingkat Kunjungan Terkoreksi

Pengusaha Mal Sebut PPKM Level 3 Nataru Akan Membuat Tingkat Kunjungan Terkoreksi

Megapolitan
PPKM Level 3 Saat Nataru Dinilai Tidak Akan Efektif Menahan Covid-19

PPKM Level 3 Saat Nataru Dinilai Tidak Akan Efektif Menahan Covid-19

Megapolitan
Mercy Lawan Arah di Tol JORR dan Tabrak Dua Mobil, Sopir Berencana Ganti Rugi

Mercy Lawan Arah di Tol JORR dan Tabrak Dua Mobil, Sopir Berencana Ganti Rugi

Megapolitan
Polisi Tangkap 2 Pelaku Mutilasi di Kedungwaringin Bekasi, Satu Masih Buron

Polisi Tangkap 2 Pelaku Mutilasi di Kedungwaringin Bekasi, Satu Masih Buron

Megapolitan
Polisi Agendakan Pemeriksaan Sopir Mercy Lawan Arah di Tol JORR dan Tabrak Dua Mobil

Polisi Agendakan Pemeriksaan Sopir Mercy Lawan Arah di Tol JORR dan Tabrak Dua Mobil

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.