Kompas.com - 17/12/2020, 13:58 WIB
Salak Condet diambang kepunahannya, Senin (28/5/2018) STANLY RAVELSalak Condet diambang kepunahannya, Senin (28/5/2018)

JAKARTA, KOMPAS.com - Ibu Kota Jakarta identik dengan Monumen Nasional (Monas) yang terletak di pusat kota, tepatnya di Medan Merdeka, Jakarta Pusat.

Banyak orang mungkin mengira bahwa monumen peringatan setinggi 132 meter ini merupakan maskot Jakarta. Namun, siapa sangka maskot sesungguhnya Ibu Kota Jakarta bukanlah Monas, melainkan salak condet dan elang bondol.

Hal ini tertuang dalam Keputusan Gubernur Nomor 1796 Tahun 1989 tentang Penetapan Salak Condet dan Burung Elang Bondol Sebagai Identitas/Maskot DKI Jakarta. Dokumen tersebut ditandatangani oleh Gubernur Wiyogo Admodarminto.

Baca juga: Pemprov DKI Ajukan Sertifikasi Lahan Monas

Keberadaanya yang langka mendasari Pemprov DKI Jakarta kala itu untuk menjadikan salak condet dan elang bondol sebagai maskot Ibu Kota.

Tujuannya adalah agar masyarakat mengenal dan melestarikan flora dan fauna tersebut.

Salak Condet

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Berdasarkan naskah keputusan gubernur di atas, salak condet (Salacca zalacca) merupakan tanaman endemik Jakarta. Ia termasuk jenis flora langka yang penyebarannya terbatas pada Kawasan Cagar Budaya Condet, Jakarta Timur.

Pada tahun 2007, Pemprov DKI Jakarta mendedikasikan Kebun Cagar Buah Condet (KCBC) sebagai lahan konservasi salak condet, yang memiliki buah berkulit sisik dan berwarna coklat kehitaman.

Soal rasa, salak condet memiliki keunikan karena memiliki tiga varian rasa sekaligus, yakni manis, asam, dan sepet.

Baca juga: Salak Condet, Maskot Jakarta yang Kini Langka...


Bahkan karena keunikan rasanya, presiden pertama Republik Indonesia Soekarno sering menjadikan salak jenis ini sebagai salah satu sajian buah di Istana Negara, seperti dilansir Antara.

Keistimewaan lain dari salak condet adalah usia produktifnya yang panjang, yaitu mencapai 70 tahun. Salak condet bisa terus berbuah selama masa produktifnya tanpa kenal musim.

Bagi warga Jakarta yang ingin melihat langsung kebun dan buah salak condet dapat berkunjung ke KCBC tanpa dikenai biaya.

Kebun yang memiliki luas sekitar 3,7 hektar menampung kurang lebih 3.000 tanaman salak condet produktif.

Elang bondol (Haliastur indus) yang menjadi maskot dalam ajang Asian Para Games 2018. Elang bondol (Haliastur indus) yang menjadi maskot dalam ajang Asian Para Games 2018.

Elang Bondol

Elang bondol (Haliastur indus) termasuk jenis satwa langka dan penyebarannya di DKI Jakarta terbatas pada gugusan Kepulauan Seribu.

Burung ini memiliki kemampuan terbang yang sangat prima serta mempunyai ketajaman mata dalam mencari mangsa.

"Perilaku ini dapat dijadikan simbol untuk warga Jakarta yang selalu dinamis, tangkas dan cepat dalam bertindak," tulis Keputusan Gubernur Nomor 1796 Tahun 1989.

Menurut arsip Kompas.com, elang bondol lebih mirip burung pemakan bangkai dibanding burung pemangsa seperti elang lain.

Baca juga: 5 Fakta Elang Bondol, Si Maskot Jakarta yang Kawin di Udara

Burung ini berukuran sedang (43-51 cm), memiliki sayap yang lebar dengan ekor pendek dan membulat ketika membentang. Bagian kepala hingga dadanya berwarna putih, sedangkan sisanya berwarna merah bata.

Elang bondol bisa terbang di ketinggian 20 hingga 50 meter di atas permukaan tanah. Selain memangsa hewan yang ada di darat, ia juga mahir menangkap ikan, kepiting, dan katak.

Menurut Ketua Jakarta Animal Aid Network (JAAN) Bevinka elang, termasuk elang bondol, bisa dijadikan sebagai indikator kebersihan suatu wilayah.

Jika di suatu wilayah masih terdapat banyak elang, maka itu menandakan bahwa wilayah tersebut bersih dari berbagai polusi. Di Jakarta sendiri elang bondol hanya ditemukan di wilayah Kepulauan Seribu.

Ambang kepunahan

Kebun Cagar Buah Condet menjadi satu dari sedikit lahan tersisa di Jakarta yang masih ditumbuhi salak condet. Tanaman itu pun saat ini terbatas hanya ada di Kelurahan Balekambang, Condet.

Padahal dahulunya, hingga 1980-an, pohon salak condet mendominasi kebun-kebun milik warga yang tersebar di empat kelurahan di kawasan Condet, yakni kelurahan Balekambang, Batuampar, Gedong dan Tengah.

Masa 1990-an menjadi awal perubahan nasib tanaman keluarga palem-paleman tersebut. Arus urbanisasi yang deras ke Ibu Kota mendorong masifnya alih fungsi lahan menjadi kawasan permukiman penduduk.

Pohon salak dibabat, dinding-dinding rumah dibangun. Kawasan yang dahulunya ditumbuhi salak condet telah berubah menjadi kawasan padat penduduk.

Baca juga: Kisah Pengelola Cagar Buah Condet Pertahankan Maskot Jakarta

Berdasarkan laporan Warta Kota, hanya segelintir elang bondol yang masih tampak mengudara di wilayah Kepulauan Seribu. Padahal dulunya burung ini cukup mudah ditemui.

Benvika menggambarkan hal tersebut sebagai "sesuatu yang mengkhawatirkan". Dari tahun ke tahun, populasi elang bondol di Jakarta mengalami penyusutan drastis.

"Pada 2012 saja, kita hanya temukan sekitar 22 ekor elang bondol," ujar pendiri Pusat Konservasi Elang Bondol di Pulau Kotok, Kabupaten Kepulauan Seribu, tersebut.

Secara terpisah, Situs Hijau Indonesia hijauku.com menyebut keberadaan elang bondol semakin terancam dengan adanya mega proyek reklamasi di wilayah pesisir Jakarta.

Koordinator Komunitas Indonesian Friends of the Animals (Ifota) Marison Guciano mengatakan bahwa elang bondol bukanlah burung migran yang suka berpindah-pindah tempat.

"Oleh karena itu, mega proyek reklamasi 17 pulau buatan di utara Jakarta yang menggusur habitat elang bondol dipastikan akan menyebabkan kepunahan maskot Jakarta ini," tuturnya.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Ikuti Putusan MK, Pemerintah Pastikan Segera Perbaiki UU Cipta Kerja

Ikuti Putusan MK, Pemerintah Pastikan Segera Perbaiki UU Cipta Kerja

Megapolitan
UPDATE 28 November: Tangsel Catat Penambahan 4 Kasus Baru Covid-19

UPDATE 28 November: Tangsel Catat Penambahan 4 Kasus Baru Covid-19

Megapolitan
Salah Satu Korban Penembakan di Exit Tol Bintaro Meninggal Dunia

Salah Satu Korban Penembakan di Exit Tol Bintaro Meninggal Dunia

Megapolitan
Capaian Vaksinasi Dosis Kedua di DKI Jakarta 100,5 Persen

Capaian Vaksinasi Dosis Kedua di DKI Jakarta 100,5 Persen

Megapolitan
UPDATE 28 November: DKI Jakarta Tambah 51 Kasus Covid-19

UPDATE 28 November: DKI Jakarta Tambah 51 Kasus Covid-19

Megapolitan
Tarif TransPakuan Berlaku Mulai Januari 2022

Tarif TransPakuan Berlaku Mulai Januari 2022

Megapolitan
Pelaku Mutilasi di Bekasi Buang Jasad Korban di Lokasi Terpisah untuk Hilangkan Jejak

Pelaku Mutilasi di Bekasi Buang Jasad Korban di Lokasi Terpisah untuk Hilangkan Jejak

Megapolitan
Tersangka Mutilasi di Bekasi Ajak Korban Pesta Narkoba Sebelum Membunuh

Tersangka Mutilasi di Bekasi Ajak Korban Pesta Narkoba Sebelum Membunuh

Megapolitan
Komisi D Dorong Pemprov DKI Prioritaskan Uji Emisi Kendaraan Umum

Komisi D Dorong Pemprov DKI Prioritaskan Uji Emisi Kendaraan Umum

Megapolitan
Motif Pelaku Mutilasi di Bekasi, Sakit Hati Istri Dihina dan Dicabuli Korban

Motif Pelaku Mutilasi di Bekasi, Sakit Hati Istri Dihina dan Dicabuli Korban

Megapolitan
Pengusaha Mal Sebut PPKM Level 3 Nataru Akan Membuat Tingkat Kunjungan Terkoreksi

Pengusaha Mal Sebut PPKM Level 3 Nataru Akan Membuat Tingkat Kunjungan Terkoreksi

Megapolitan
PPKM Level 3 Saat Nataru Dinilai Tidak Akan Efektif Menahan Covid-19

PPKM Level 3 Saat Nataru Dinilai Tidak Akan Efektif Menahan Covid-19

Megapolitan
Mercy Lawan Arah di Tol JORR dan Tabrak Dua Mobil, Sopir Berencana Ganti Rugi

Mercy Lawan Arah di Tol JORR dan Tabrak Dua Mobil, Sopir Berencana Ganti Rugi

Megapolitan
Polisi Tangkap 2 Pelaku Mutilasi di Kedungwaringin Bekasi, Satu Masih Buron

Polisi Tangkap 2 Pelaku Mutilasi di Kedungwaringin Bekasi, Satu Masih Buron

Megapolitan
Polisi Agendakan Pemeriksaan Sopir Mercy Lawan Arah di Tol JORR dan Tabrak Dua Mobil

Polisi Agendakan Pemeriksaan Sopir Mercy Lawan Arah di Tol JORR dan Tabrak Dua Mobil

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.