Kompas.com - 27/12/2020, 21:56 WIB
Anggota Komisi B Gilbert Simanjuntak di Komisi B, DPRD DKI, Senin (3/2/2020) KOMPAS.COM/RYANA ARYADITA UMASUGIAnggota Komisi B Gilbert Simanjuntak di Komisi B, DPRD DKI, Senin (3/2/2020)

JAKARTA, KOMPAS.com - Anggota Komisi B DPRD DKI Jakarta dari Fraksi PDI-P Gilbert Simanjuntak mengatakan, pencapaian penghargaan digital yang diraih Pemerintah Provinsi DKI Jakarta kurang dirasakan oleh masyarakat.

Menurutnya, beberapa permasalahan yang terjadi di masyarakat seperti usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) serta sektor informal yang minim sentuhan tidak terlalu memerlukan sistem digital, melainkan kebijakan anggaran dan program.

Saat ini, hampir seluruh kebijakan dan program UMKM di Jakarta disebut berasal dari APBN atau pemerintah pusat. Sedangkan kontribusi APBD untuk sektor ini disebut minim.

"Percuma sistem digital dibangun kalau tidak ada kebijakan pro rakyat," ucap Gilbert melalui keterangan tertulis, Minggu (27/12/2020).

Baca juga: Pemprov DKI Raih Penghargaan Provinsi Terinovatif dari Kemendagri

Gilbert juga menyebut beberapa masalah lain yang masih menjadi pekerjaan rumah Pemprov DKI Jakarta, seperti banjir, sampah, hingga pembangunan LRT yang masih belum jelas.

"Masalah baru ketiadaan lahan pemakaman juga tidak butuh sistem digital, tapi eksekusi," tutur dia.

Tak hanya itu, dia juga mengingatkan Pemprov DKI Jakarta mengenai capaian program Rumah DP Rp 0.

Sebab saat ini, realisasi pembangunan hunian tersebut baru menyentuh angka 780 unit, dari total target sebesar 300.000 unit pada 2022.

Dengan kondisi ini, Gilbert mengkritik kebijakan Pemprov DKI Jakarta yang membangun perumahan di Kampung Akuarium. Dia menyebut, struktur tanah di area tersebut tidak layak untuk gedung tinggi.

Karenanya, dia menyebut aksi Pemprov DKI Jakarta yang mempertontonkan tiga plakat penghargaan dianggap sekadar pamer ego pribadi di tengah tingginya kasus Covid-19 di Ibu Kota.

"Kita berharap Anies cepat pulih karena kasus Covid-19 di DKI Jakarta semakin meningkat dan mencetak skor baru beberapa kali Desember ini, sehingga tidak sepatutnya pamer seakan-akan sudah berprestasi di atas banyaknya korban," ujar Gilbert.

Sebelumnya diberitakan, Pemprov DKI Jakarta menyabet penghargaan TOP Digital Awards 2020.

Baca juga: DKI Jakarta Raih Penghargaan Kota Peduli HAM, Anies: Kerja Sunyi Kini Terlihat dan Diakui

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan mengatakan, DKI Jakarta meraih penghargaan untuk tiga kategori yaitu Top Digital Implementation 2020 on Government Level Stars 5, Top Digital Transformation Readiness 2020, dan Top Leader on Digital Implementation 2020.

"Kami bersyukur dan berterima kasih atas penghargaan Top Digital Awards 2020 kepada Pemprov DKI Jakarta. Ini merupakan hasil dari kerja kolosal dan kolaborasi banyak pihak di balik layar yang terlibat dalam membangun ekosistem digital Jakarta," ucap Anies seperti dikutip dari akun Instagram resminya @aniesbaswedan.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

2 Peristiwa Kebakaran Terjadi di Jakarta Rabu Dini Hari

2 Peristiwa Kebakaran Terjadi di Jakarta Rabu Dini Hari

Megapolitan
Menelusuri Masjid Jami Tangkuban Perahu di Setiabudi

Menelusuri Masjid Jami Tangkuban Perahu di Setiabudi

Megapolitan
Depok 13 Pekan Bertahan di Zona Oranye Covid-19

Depok 13 Pekan Bertahan di Zona Oranye Covid-19

Megapolitan
Kota Bekasi Catat 163 Kasus Baru Covid-19, Selasa Kemarin

Kota Bekasi Catat 163 Kasus Baru Covid-19, Selasa Kemarin

Megapolitan
Depok Catat 10 Kematian akibat Covid-19, Jumlah Terbanyak dalam Sehari

Depok Catat 10 Kematian akibat Covid-19, Jumlah Terbanyak dalam Sehari

Megapolitan
[POPULER JABODETABEK] Cara Ganti E-KTP yang Hilang atau Rusak bagi Warga Luar Domisili

[POPULER JABODETABEK] Cara Ganti E-KTP yang Hilang atau Rusak bagi Warga Luar Domisili

Megapolitan
[Update 20 April]: Kasus Baru Covid-19 di Kota Tangerang Sebanyak 26, Pasien Aktif 216

[Update 20 April]: Kasus Baru Covid-19 di Kota Tangerang Sebanyak 26, Pasien Aktif 216

Megapolitan
Warga Depok Diminta Tak Mengendurkan Protokol Kesehatan Saat Ramadhan

Warga Depok Diminta Tak Mengendurkan Protokol Kesehatan Saat Ramadhan

Megapolitan
[Update 20 April]: Tangsel Catat 10.672 Kasus Covid-19, Pasien Dirawat Sebanyak 578

[Update 20 April]: Tangsel Catat 10.672 Kasus Covid-19, Pasien Dirawat Sebanyak 578

Megapolitan
Ruhana Kuddus, Wartawati Pertama yang Gencar Menentang Poligami, Nikah Dini dan Dominasi Laki-laki

Ruhana Kuddus, Wartawati Pertama yang Gencar Menentang Poligami, Nikah Dini dan Dominasi Laki-laki

Megapolitan
BMKG: Jakarta dan Sekitarnya Cerah Berawan, Kecuali Bogor

BMKG: Jakarta dan Sekitarnya Cerah Berawan, Kecuali Bogor

Megapolitan
Remaja Diperkosa Anak Anggota DPRD lalu Dijual, Praktisi Hukum Pidana: Berdamai Tak Bisa Hentikan Penyidikan

Remaja Diperkosa Anak Anggota DPRD lalu Dijual, Praktisi Hukum Pidana: Berdamai Tak Bisa Hentikan Penyidikan

Megapolitan
Jadwal Imsak dan Buka Puasa di Kota Bogor Hari Ini, 21 April 2021

Jadwal Imsak dan Buka Puasa di Kota Bogor Hari Ini, 21 April 2021

Megapolitan
Jadwal Imsak dan Buka Puasa di Tangerang Raya Hari Ini, 21 April 2021

Jadwal Imsak dan Buka Puasa di Tangerang Raya Hari Ini, 21 April 2021

Megapolitan
Jadwal Imsak dan Buka Puasa di Jakarta Hari Ini, Rabu 21 April 2021

Jadwal Imsak dan Buka Puasa di Jakarta Hari Ini, Rabu 21 April 2021

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X