Mengingat Lagi Sepak Terjang JAD Dalangi Bom Thamrin dari Balik Penjara

Kompas.com - 30/03/2021, 06:25 WIB
Polisi memeriksa puing-puing di lokasi setelah ledakan menghantam kawasan Jalan MH Thamrin, Jakarta Pusat, 14 Januari 2016. Serangkaian ledakan menewaskan sejumlah orang, terjadi baku tembak antara polisi dan beberapa orang yang diduga pelaku. AP / DITA ALANGKARAPolisi memeriksa puing-puing di lokasi setelah ledakan menghantam kawasan Jalan MH Thamrin, Jakarta Pusat, 14 Januari 2016. Serangkaian ledakan menewaskan sejumlah orang, terjadi baku tembak antara polisi dan beberapa orang yang diduga pelaku.

 

JAKARTA, KOMPAS.com - Lapas Kembang Kuning, Nusakambangan, Cilacap, 2015.

Saat itu, Aman Abdurrahman alias Oman Rachman masih menjalani hukuman sembilan tahun penjara yang dijatuhkan kepadanya sejak 2009 silam.

Ia divonis bersalah atas keterlibatannya dalam pelatihan teror di Aceh.

Bukan hanya Aman narapidana di Lapas Kembang Kuning yang punya rekam jejak kasus terorisme kala itu. Ada pula Iwan Darmawan Muntho alias Rois di sana.

Rois terpidana mati. Ia terlibat pengeboman Kedutaan Besar Australia pada September 2004 yang merenggut nyawa sembilan orang dan menyebabkan sedikitnya 150 orang luka.

Baca juga: 4 Terduga Teroris Ditangkap di Bekasi dan Condet, Berperan Penyedia Dana hingga Pembuat Bom

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Aman dan Rois memang memiliki pertautan ideologis. Keduanya sama-sama bersimpati terhadap Negara Islam Irak Suriah (ISIS).

Aman dikenal sebagai seorang ideolog, penebar doktrin, yang pemikiran-pemikirannya kerap dirujuk oleh gerakan-gerakan teror.

Ia bahkan dijuluki “Singa Tauhid” ISIS Indonesia, bahkan disebut-sebut sebagai orang paling ditakuti se-Asia Tenggara.

Aman, dengan berbagai predikat yang disematkan kepadanya, begitu berpengaruh dalam jaringan teror kawasan ini.

Terdakwa kasus teror bom Thamrin Aman Abdurrahman menjalani sidang di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Jumat (18/5/2018). Ia dituntut hukuman mati oleh jaksa penuntut umum (JPU) karena dianggap sebagai pihak yang bertanggung jawab saat aksi teror di Jalan MH Thamrin, Jakarta Pusat, awal 2016.KOMPAS.com/KRISTIANTO PURNOMO Terdakwa kasus teror bom Thamrin Aman Abdurrahman menjalani sidang di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Jumat (18/5/2018). Ia dituntut hukuman mati oleh jaksa penuntut umum (JPU) karena dianggap sebagai pihak yang bertanggung jawab saat aksi teror di Jalan MH Thamrin, Jakarta Pusat, awal 2016.
Dari balik jeruji Nusakambangan, Aman bahkan mendirikan kelompok teror Jamaah Ansharut Daulah (JAD).

JAD diduga terafiliasi dengan ISIS, terlacak dari aliran dana yang mengalir ke elite-elite JAD.

Sementara itu, nama Rois lebih mentereng sebagai penyusun siasat di balik aksi-aksi teror.

Aksi Rois meledakkan Kedubes Australia pada 2004 silam dibekingi Jemaah Islamiyah asal Malaysia besutan Noordin M Top dan Azahari.

Suatu hari pada November 2015, amir/pimpinan JAD Wilayah Ambon sekaligus Ketua Laskar Ashkary, Saiful Munthohir alias Abu Gar, datang membesuk Aman di lapas.

Munthohir bermaksud menyampaikan hasil rapat pertemuan Dauroh di Malang, Jawa Timur.

Baca juga: Fakta Suami Istri Pelaku Bom Bunuh Diri di Makassar, Menikah 6 Bulan Lalu hingga Bagian dari JAD

Di lapas, Munthohir melihat Aman dan Rois sedang dibesuk pula oleh sejumlah jemaah lain.

Munthohir pun bergabung dalam lingkaran pembesuk itu. Kedatangan Munthohir dikenali oleh Aman yang langsung memintanya mendekat dengan isyarat tangan.

“Ada perintah dari umaroh (pimpinan khilafah) Suriah untuk melaksanakan amaliah jihad seperti yang terjadi di Paris,” bisik Aman ke telinga Munthohir di sana.

Insiden Paris yang diungkit Aman merujuk pada serangkaian aksi teror sistematik —pengeboman, penembakan, penyanderaan— di Ibu Kota Perancis itu pada 13 November 2015, yang dilakukan tujuh ekstremis dengan sabuk peledak.

Sedikitnya 129 orang tewas pada insiden itu.

"Teknis pelaksanaannya nanti akan disampaikan oleh Rois," lanjut Aman.

Hanya itu saja, selebihnya Munthohir kembali ke lingkaran pembesuk.

Baca juga: Kapolda Metro: Bahan Peledak yang Ditemukan di Condet dan Bekasi Setara 70 Bom Pipa

Tak lama, giliran Rois memanggilnya dengan isyarat sejenis, lalu membisikkan kepadanya hal yang hampir sama dengan yang disebutkan Aman.

Rois juga membeberkan sedikit detail, bahwa sasaran dari “amaliyah” jihad itu ialah orang-orang "bule", wabilkhusus orang-orang Perancis atau Rusia.

Dikatakan pula oleh Rois bahwa ia telah menyiapkan Rp 200 juta untuk aksi ini.

Pengantin —sebutan kelompok teror bagi pelaku bom bunuh diri— sudah siap. Munthohir pun diminta mengatur dan mencari tambahan personel sebagai koordinator lapangan.

Selesai menjenguk dari Nusakambangan, Munthohir bergerak ke Ibu Kota.

Munthohir menuju kediaman seorang sopir angkot, Muhammad Ali alias Rizal alias Abu Isa di Meruya, Jakarta Barat.

Kepada Ali, Munthohir meneruskan pesan Rois tentang rencana aksi amaliyah itu, termasuk bahwa ia dititipi pesan untuk mencari koordinator lapangan.

Tergerak, Ali yang notabene pernah jadi narapidana perampokan Bank CIMB Niaga Medan pada 2010 untuk mendanai terorisme, menawarkan diri untuk mengisi posisi yang dicari Rois dan Munthohir.

Misi Munthohir belum beres di sana. Setelahnya, ia rutin berkorespondensi dengan Rois yang mendekam di lapas melalui aplikasi Telegram.

Baca juga: Fakta Penangkapan Terduga Teroris di Bekasi dan Condet, Sita 5 Bom Aktif dan Terkait dengan Bom di Makassar

Ya, perencanaan aksi teror ini digodok dari dalam lapas, seperti diakui sendiri oleh Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Menkopolhukam) RI saat itu, Luhut Binsar Pandjaitan.

Halaman Selanjutnya
Halaman:


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Tracing Covid-19 Rendah, Pemkot Tangerang Minta Hal Ini ke Kemenkes

Tracing Covid-19 Rendah, Pemkot Tangerang Minta Hal Ini ke Kemenkes

Megapolitan
Unjuk Rasa Lagi di Balai Kota, Buruh Minta Anies Naikkan UMP Jakarta 5 Persen

Unjuk Rasa Lagi di Balai Kota, Buruh Minta Anies Naikkan UMP Jakarta 5 Persen

Megapolitan
KSPI Minta Anies Revisi UMP Jakarta 2022 Paling Lambat Malam Ini

KSPI Minta Anies Revisi UMP Jakarta 2022 Paling Lambat Malam Ini

Megapolitan
Pemprov DKI Tunggu Jawaban Kemenaker soal Usulan Kenaikan UMP Jakarta 2022

Pemprov DKI Tunggu Jawaban Kemenaker soal Usulan Kenaikan UMP Jakarta 2022

Megapolitan
Sudah Pulang dari RS, Polisi yang Dianiaya Anggota Pemuda Pancasila Lakukan Rawat Jalan

Sudah Pulang dari RS, Polisi yang Dianiaya Anggota Pemuda Pancasila Lakukan Rawat Jalan

Megapolitan
Kota Tangerang Kembali Terapkan PPKM Level 2, Wali Kota Arief Ungkap Penyebabnya

Kota Tangerang Kembali Terapkan PPKM Level 2, Wali Kota Arief Ungkap Penyebabnya

Megapolitan
Pihak Terduga Pelaku Pelecehan Seksual di KPI Protes Temuan Komnas HAM

Pihak Terduga Pelaku Pelecehan Seksual di KPI Protes Temuan Komnas HAM

Megapolitan
Ancaman Varian Covid-19 Omicron, Wagub DKI: Sangat Bergantung Disiplin Masyarakat

Ancaman Varian Covid-19 Omicron, Wagub DKI: Sangat Bergantung Disiplin Masyarakat

Megapolitan
Protes UMP Jakarta 2022, Serikat Buruh Kembali Unjuk Rasa di Balai Kota DKI

Protes UMP Jakarta 2022, Serikat Buruh Kembali Unjuk Rasa di Balai Kota DKI

Megapolitan
Tutup Sumur Resapan di Lebak Bulus Ambles, Warga Sebut Banyak Pemotor Hampir Celaka

Tutup Sumur Resapan di Lebak Bulus Ambles, Warga Sebut Banyak Pemotor Hampir Celaka

Megapolitan
Hasil Pemeriksaan Dokter, Sopir Mercy yang Lawan Arah di Tol JORR Memang Idap Demensia

Hasil Pemeriksaan Dokter, Sopir Mercy yang Lawan Arah di Tol JORR Memang Idap Demensia

Megapolitan
Jakarta PPKM Level 2, Wagub DKI: Peringatan bagi Kita Semua untuk Hati-hati

Jakarta PPKM Level 2, Wagub DKI: Peringatan bagi Kita Semua untuk Hati-hati

Megapolitan
Kebakaran Ruko di Pademangan, Diduga akibat Korsleting pada AC

Kebakaran Ruko di Pademangan, Diduga akibat Korsleting pada AC

Megapolitan
Bakal Sediakan Arena Balap, Kapolda Metro: Pembalap Liar Akan Saya Fasilitasi, Bukan Dimusuhi

Bakal Sediakan Arena Balap, Kapolda Metro: Pembalap Liar Akan Saya Fasilitasi, Bukan Dimusuhi

Megapolitan
APBD Kabupaten Bekasi Tahun 2022 Ditetapkan Rp 6,39 Triliun

APBD Kabupaten Bekasi Tahun 2022 Ditetapkan Rp 6,39 Triliun

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.